Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Jangan ketiduran lagi


Safa berdiri membelakangi yudha dan melepas tangan yudha yang sedari tadi ia tarik. Yudha diam tidak tau harus bagaimana, dia masih menatap punggung safa. Yudha sangat tau apa yang saat ini safa rasakan.


" kalau lo mau nangis mending lo keluarin jangan lo tahan, gue tau itu pasti nyesek banget." ucap yudha sembari duduk ditanah disamping safa berdiri.


" bolehkah aku menangis disini ?" tanya safa dengan pandangan kosong.


" silahkan, gak ada yang ngelarang elo nangis. lo keluarin semua tu unek unek lo agar sedikit lega."


Safa ambruk terduduk disamping yudha membuat yudha sedikit kaget. Safa menyembunyikan wajahnya dikedua lutut yang ia tekuk dan kedua tangan sebagai sandaran kepalanya. Safa menangis tersedu sedu hingga punggung dan bahunya bergetar.


Cukup lama safa menangis hingga tak terasa ia ketiduran karna lelah menangis. Yudha yang tidak mendengar isakan safa lagi mencoba bg bicara karna dia juga sudah sedikit mengantuk.


" sudah selesai nangisnya ? ayo kita balik ." ucap yudha.


Tidak ada jawaban dari safa. Yudha mencoba menepuk bahunya juga tidak ada respon dari safa. Yudha menggoncang pelan tubuh safa dan brukh tubuh safa ambruk di pangkuan yudha. Yudha sedikit panik tapi mencoba tetap tenang, yudha mengangkat tangannya kedepan dan jari telunjuknya ia letakkan dihidung safa. Yudha mendengar dengkuran halus dari safa. Yudha tidak tega membangunkan safa yang baru saja bersedih.


Huh dia masih hidup ternyata, ini cewek main tidur aja gak bilang bilang. gue kira pingsan ehh ternyata malah asik tidur. pantesan gak ngrespon omongan gue. kasian juga sih dia pasti capek nangis, tragis banget sihh kisah cinta lo. lo cewek baik, lo pasti dapet cowok yang terbaik juga kelak. gumam yudha sambil tangannya mengusap sisa air mata safa, ia juga melepas jaketnya untuk menutup badan safa yang mungil dari dinginnya udara.


Yudha memandangi wajah safa cukup lama, ada rasa nyaman dan seolah hatinya ingin sekali memeluknya dengan erat. Ada rasa kerinduan dimata yudha saat melihat wajah safa, yudha jadi teringat oleh seorang gadis kecil penyemangatnya. Namun yudha mencoba menyangkalnya. Karna yudha berfikir safa itu bukan dedek yang selama ini ia rindukan. Setiap yudha pergi mengunjungi rumah pak endro tidak pernah bertemu dengan dedek. bahkan tidak ada foto yang terpajang dirumah pak endro. Mungkin belum jodoh pikirnya.


Yudha melihat jam tangannya. jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dia juga sudah mulai merasakan pegal dikakinya. Mau tidak mau dia harus membangunkan safa, tidak mungkinkan dia harus menggendong safa sampai ke parkiran motornya.


" hei fa bangun lo. ini udah malem kagak mau balik apa lo.?"ucap yudha sambil menggoncang bahu safa.


" wahh elo jadi keenakan ya tidur dipangkuan gue, bangun lo ini kaki gue udah gak kuat kesemutan semua kaki gue."imbuhnya.


Safa mencoba membuka matanya yang agak sedikit bengkak karna menangis tadi. Yudha membantu mendudukkan safa agar ia bisa meluruskan kakinya yang pegal. Safa membenarkan duduknya yang masih sangat mengantuk.


" aku masih sangat ngantuk napa dibangunin sih." gumam safa.


" elo mau tidur di tanah apa lo. kalau gue sih gak mau. udah ayo buruan berdiri ." seru yudha.


" badanku lemes banget mas ." rengek safa.


Safa berdiri dibantu yudha dengan memegangi kedua lengannya. Lalu mereka berjalan beriringan menuju parkiran motor. Yudha segera menyalakan motornya dan safa dengan malas melangkahkan kakinya dan duduk diatas motor.


" lo jangan sampe ketiduran lagi, ntar lo jatuh gue gak nanggung ya."


" enggak kalau jatuh udah ayo jalan cepatan keburu ngantuk banget.,"gumam pelan safa yang matanya masih sedikit terpejam.


" pegangan lo ntar jatoh." ucap yudha sambil mulai melajukan motornya.


Tiba tiba safa memeluk erat tubuh yudha dari belakang dan menyenderkan kepalanya dibahu kekar yudha.


Yudha dibuat terkesiap dengan apa yang dilakukan safa. Jantungnya berdebar sangat kencang. Baru kali ini ada cewek yang berani memeluknya dengan erat. Dengan susah payah ia menelan ludahnya.


Yudha menghentikan laju motornya di pinggir jalan dan kepalanya ia putar kebelakang untuk melihat safa. Dan ya ternyata sesuai dugaannya kalau safa tertidur lagi. Yudha geleng geleng kepala dan tersenyum lepas melihat ulah safa.


Yudha pun melajukan motornya kembali dengan pelan dan hati hati, yudha yang takut pelukan safa terlepas dan terjatuh pun menggenggam tangan safa yang ada diperutnya dengan tangan kirinya. Sungguh sangat romantis sekali jika mereka pasangan kekasih.


Yudha pun menikmati pelukan safa malam ini. Entah ada rasa bahagia saat bisa sedekat ini dengan safa. Hingga terdengar gumaman safa yang membuat rasa bahagia yang tengah yudha rasakan hilang terbawa angin.


" mas heru cepet dikit aku keburu ngantuk ini."


Apa dia kata ? mas heru ?? gue yudha safa YUDHA bukan heru. bisa bisanya lo nganggap gue heru. Apa segitu cintanya elo sama heru hingga heru jalan sama cewek lain pun elo masih terima dan sekarang lo nyebut nama heru saat ini.gumam yudha kesal.


Entah kenapa yudha sangat kesal karena safa menggira yudha adalah heru. Yudha pun melajukan motornya sedikit kencang hingga tak mempedulikan tubuhnya yang kedinginan karena kencangnya angin malam yang menerjang tubuhnya. Hingga yudha mengerem mendadak saat sudah sampai diparkiran penginapannya dan melepas tangan safa yang memeluknya.


" bangun lo, udah nyampe buruan turun." ucap yudha yang berubah ketus.


safa membuka matanya dan segera turun dari motor yudha. Sebelum safa membuka mulutnya untuk berterimakasih yudha sudah melenggang pergi meninggalkan safa dengan perasaan kesalnya.


" yee main pergi aja tuh orang, aku kan mau ngucapin terimakasih. humm ya sudahlah besok pagi kan ketemu lagi." ucap safa seraya melangkah meninggalkan parkiran.


Yudha yang entah kenapa perasaannya kesal mengambil jaket milik rizky dan pergi lagi meninggalkan penginapan dan juga rizky yang tengah terlelap dan larut dalam mimpinya.