Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Pengakuan Yudha



Ada kata yang sulit terucap


Ada bibir yang enggan bicara


Ada rasa yang enggan tuk diam


Ada rindu yang terus menguar


 Semua itu karena kamu


Karena kamu yang ku rindu


Karena kamu yang ku cinta


Karena kamu rasa itu ada


 Kau tahu,


Senja itu seperti kamu


Tak pernah bisa tergapai dengan jemariku


Tak bisa teraih oleh jutaan rindu


 Terkadang,


Aku ingin seperti angin


Yang membawa puing kenangan


Yang membawa sejuta asa.


 Aku ingin menjadi sejuta cahaya


Yang bisa membiaskan keindahanmu


Yang menjingga di langit sore


Yang bersinar layaknya senja


 Tentu saja tak bisa


Aku hanyalah aku


Yang hanya punya kenangan biasa


Yang kebetulan ada kamu di dalamnya.


Safa___________________


Safa...


Dedek...


Panggilan kedua pun Safa tak bergeming, Dia hanya menatap lurus kedepan ke arah hamparan sawah yang indah karena sinar matahari senja yang memukau mata yang memandang.


Yudha berjalan mendekat ke Safa namun hanya berdiri di belakangnya saja, ingin hati memeluknya erat saat ini namun ia urungkan karna tak ingin membuat Safa semakin marah padanya.


Yudha menatap sendu Safa dari belakang, Dan Safa juga enggan berbalik menatap Yudha yang ia rasa ada di belakang punggungnya.


Keduanya terdiam cukup lama. Hanya terdengar isakan lirih Safa. Yudha semakin merasa bersalah dan sedih mendengar isakan gadis tercintanya. Yudha pun memberanikan diri memegang pundak Safa.


" Kenapa Mas,.. Kenapa enggak jujur sama Aku kalau Kamu anak itu . "


" Maaf dekk, bukan maksud Aku nggak mau bilang sama Kamu, Aku hanya ingin mengatakan saat hati kamu sudah aku dapatkan. "


" Maksud Mas Yudha apa.? " Safa pun menoleh ke arah Yudha yang juga tengah menatapnya. Yudha pun berjalan ke depan Safa dan berjongkok di depannya.


Yudha menggenggam kedua tangan Safa yang ada di pangkuannya.


" Dekk, boleh aku jujur sekarang ? "ucap Yudha penuh kelembutan


" Nggak ada yang ngelarang orang buat berkata jujur. " ketus Safa. Yudha pun hanya tersenyum mendengar nada bicara Safa, ia malah menganggap itu lucu.


" Ngapain senyum senyum,! Katanya mau ngomong jujur malah senyum senyum. "


" Hehe aku senyum karna kamu lucu. "


" Buruan ngomong!!! "


" Apa iya ? "


" Iya dekk.... kamu inget waktu pertama kita ketemu di jalan. "


" Pas yang Mas Yudha hampir nabrak aku itu. "


" Iya itu,. itu karna aku buru buru ingin ke rumah kamu. Saat aku pulang dari luar negri dan di jemput Rizky di bandara Jogja saat itu pula aku dapet info tentang keberadaan keluarga kamu yang ternyata udah pindah ke Jogja. Aku udah sangat lama sekali mencari kalian di Semarang sampai seluruh penjuru Semarang aku cari ternyata kalian pindah ke Jogja. "


" Cihh, bukan Mas Yudha yang cari langsung tapi orang lain. "


Yudha yang gemas mendengar ucapan Safa pun mencubit pipi chubby milik Safa dengan gemas.


" Aaawww sakit ih!!! "


" Hehe habis kamu tambah gede malah tambah ngegemesin aja. "


" Apa an sih, terus maksud Mas Yudha tadi yang soal hati apa. "


" Itu... karna aku... "


" Cepetan ihh nggak usah bertelenovela deh. "


" Hehe bertele tele.. boleh cubit lagi nggak, gemes banget aku sama kamu ".



" Apa sih.. sana pulang "


" lhoh kok ngusir, aku kan belum ngomong. "


" Makanya ngomong cepetan nggak usah kelamaan. "


" Oke... Aku suka sama kamu dekk, aku sayang sama kamu, dan aku baru mau ngasih tahu kamu siapa aku sebenarnya setelah aku bisa dapetin hati kamu tanpa kamu tahu siapa aku. Aku tidak mau jika nanti kamu hanya anggap aku kakak setelah tahu siapa aku. Karna jujur aku sudah suka sama kamu sejak awal kita jumpa. "


" Kenapa Mas Yudha meyakini kalau aku cuma anggap Mas Yudha kakak setelah tahu yang sebenarnya. "


" Uhmm ya itu yang ada di fikiran aku aja dek. "


" Makanya jadi orang tu nggak usah sok tempe. "


" Tahu dekk,.... ihh beneran gemes deh aku. " Yudha pun beranjak dari jongkoknya namun karena ia beranjak tiba tiba kepalanya jadi kliyengan karna sedari malam sampai sore ini ia belum makan sedikitpun dan hanya minum saja.


Yudha pun duduk seraya memegang kepalanya dan itu membuat Safa khawatir.


" Mas yudha kenapa Mas ? "


" Ini kepalaku sedikit pusing aja. "


" Ya sudah ayo kita cepatan pulang biar bisa di obati. "


" Nanti dek, karna obatnya sudah ada disini. " Yudha pun langsung memeluk erat Safa. Safa yang di peluk tiba tiba hanya bisa mematung. Safa benar benar dibuat berdebar debar degup jantungnya oleh perlakuan spontan Yudha.


" Mmmas Yudha llleep pas aku sesak. " Yudha melonggarkan sedikit pelukannya namun ia enggan melepaskannya. Yudha benar benar ingin menumpahkan segala kerinduannya yang selama ini ia rasa menyesakkan.


" Aku kangen banget sama kamu dek,.. Aku bener bener takut kehilangan kamu. "


" Safa juga kangen sama Mas Yud.. " Safa pun membalas pelukan Yudha. Ia juga ingin menyalurkan rasa rindu yang selama ini ia pendam dalam dalam.


Mendengar ucapan Safa Yudha jadi merasa sangat senang sekali. Ternyata perasaannya tak bertepuk sebelah tangan, ia berhasil mendapatkan hati Safa. Saat mereka asik berpelukan terdengar suara yang menggelitik keduanya.


krukkkk


" Hihi Mas Yudha laper. "


" Hehe tadi sebelumnya nggak ngerasa laper sama sekali. Tapi setelah sama kamu tiba tiba jadi laper. "


" Hahaha Mas Yudha ini lucu... Ya sudah ayo pulang kita makan. "


" Sebentarlah dekk, aku masih pengen disini sama Kamu. Kalau udah di sana nggak bisa kayak gini lagi. " Yudha kembali memeluk erat Safa. Safa pun hanya tersenyum dan setelah itu mengajak Yudha untuk beranjak pulang karna senja sudah hampir berganti malam.


.



Anggap saja peluknya begini ya🤭


.


.