
Sore harinya disaat Safa dan Yudha hendak pulang kantor, Mama Yudha menelpon Yudha meminta agar Safa datang ke rumah untuk membantunya memasak.
.
Mama Yudha yang sudah akrab dengan Safa karna sering bertemu dan berkirim pesan singkat itu tahu betul jika Safa pintar memasak dan ia sendiri pun juga pernah merasakan masakan Safa dari bekal yang sering Yudha bawa saat ke kantor.
.
Yudha pun juga ikut senang karna sepertinya sang Mama sudah mulai suka dengan Safa. Hanya kurang Papa nya yang sangat egois dan tak bisa di tentang.
" Sayang, Mama bilang kamu suruh ke rumah untuk bantuin masak gimana,? Mau nggak ?"
" Uhmmm boleh aja, tapi kan masakan ku cuma masakan rumahan aja Mas, nggak ada yang istimewa, juga rasanya pas pas an banget."
" Kata siapa masakan istri tercinta aku ini biasa aja hah,?! Yang paling tahu rasa masakan kamu itu suami mu sayang, aku.. Dan masakan kamu itu nggak ada tandingan nya. Restauran mewah pun nggak ada apa apanya. Mama pun juga sudah merasakan nya, dan Mama sangat suka sama masakan kamu. Maka nya sekarang Mama minta kamu buat bantuin masak."
" Apa iya ,? Emang kapan Mama Mas Yudha makan masakan aku.?"
" Kan kamu sering buatin bekal makan siang buat aku sayang, nahh waktu Mama datang ke kantor Mama nyicip, ehh dibilang enak terus ya udah makanan yang harusnya buat aku sendiri jadi di bagi dua sama Mama deh."
" Benar kah,??? "
" Iya Sayangggg, ihh ini istri nggak percayaan banget sama suami."
" Hehe aku hanya percaya sama yang di atas,"
" Genteng dong."
" Sembarangan.!!!! Ya bukanlah. Maksud aku yang Maha Kuasa Mas Yudha suami ku terrrrrrrcintahhh tahh tahh tahhh."
" Lebay ."
" Ahahahaha."
Yudha pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah besar orang tua nya. Tak perlu memakan banyak waktu mobil yang Yudha kendarai telah sampai di rumah besar milik orang tua nya.
.
Safa terkesiap melihat betapa besarnya juga mewah nya rumah milik orang tua suaminya. Ia pun menjadi tidak percaya diri, juga menjadi cemas, dan itu bisa terbaca dari raut wajah Safa oleh Yudha.
.
Yudha pun memarkirkan mobil nya di carport namun tak segera turun ia menghadapkan dirinya ke arah istri nya lalu menggenggam lembut kedua tangan Safa yang terlihat saling meremas dia atas pangkuan nya.
.
" Sayang, hei... kamu kenapa hum.??"
Safa pun menjawab dengan segala kegugupan nya.
" Mmasss aaku...."
" Hei jangan gugup, jangan takut dan jangan khawatir, Aku selalu disampingmu. Aku suami kamu akan selalu ada di samping kamu, mengerti."
" Ttapi Mas..."
" Tarik nafas dalam dulu lalu hembuskan hingga kamu tenang."
Safa pun menuruti apa yang dikatakan oleh Yudha suaminya. Dan benar apa yang di lakukan nya sedikit menghilangkan kegugupan nya Hanya sedikit.
" Sudah, sekarang kita masuk ya. Kamu tenang aja, aku akan selalu di samping kamu. Dan aku juga tidak akan menyebutkan kamu sebagai istri di dalam sesuai keinginan kamu. Walau rasa nya sangat berat untukku untuk tidak mengakui kamu sebagai istri aku di dalam, tapi itu aku lakukan demi kamu."
.
.
Saat sampai di pintu utama ada beberapa seperti nya asisten rumah tangga jika Safa lihat dari baju seragamnya.
" Selamat datang Tuan muda." Ucap mereka serempak.
" Mama ada di mana Pak."
" Nyonya sedang ada di dapur Tuan muda, dan anda sudah di tunggu disana."
" Baiklah., ayo Dek."
Yudha pun mengajak Safa pergi ke dapur untuk menemui sang Mama. Dan sesampainya di dapur kedatangan mereka di sambut hangat oleh Mama Yudha.
" Halo sayang,... selamat datang di rumah ya."
" Assalamualaikum Nyonya.."
" Waalaikumsalam,.. eh eh jangan panggil Nyonya dong, kan kemarin saya sudah bilang Saya bukan Nyonya kamu."
" Hehe tapi tidak enak,."
" Di enakin aja, panggil tante atau Mama juga boleh, iya kan Yudha.???"
Yudha hanya tersenyum walau di dalam hatinya Ia sangat senang dengan ucapan sang mama.
" Uhmm gimana kalau Ibu."
" Itu juga boleh, ohh ya maafkan Ibu ya kalau kamu baru pertama kali datang ehh udah Ibu suruh buat bantu masak. Tapi memang masakan kamu itu rasanya sangat enak sekali sayang. Dan lihatlah Yudha sekarang badannya sedikit berisi karna bermanjakan masakan kamu tiap hari. "
" Ibu bisa saja, tapi saya hanya bisa masakan rumahan Bu bukan masakan restoran mewah."
" Justru itu sayang, Ibu bosen dengan masakan restoran, Ibu lebih suka sama masakan rumahan, apalagi setelah merasakan masakan kamu, Ibu jadi tambah suka."
" Mama mau masak apa sih sampai butuh Safa buat bantuin." Tanya Yudha yang sedari tadi hanya menyimak.
" Ohh iya Mama jadi lupa sama pekerjaan Mama gara gara asik ngobrol. Sini sayang kamu bantuin Ibu, ini Ibu mau masak daging tapi enak nya di buat masakan apa ya, Ibu bingung."
Mama Yudha pun langsung menarik Safa masuk ke dalam dapur dan meninggalkan Yudha begitu saja tanpa pamit. Yudha yang melihat itu pun senang melihat kedekatan antara Mama dan Istri nya. Dan Yudha memutuskan untuk membersihkan dahulu tubuhnya sebelum menyusul dua wanita beda usia tadi ke dapur.
Sampai di dapur Safa melihat berbagai macam bahan mentah yang akan di masak.
" Gimana kalau di buat rendang sama rawon Bu. Soalnya Mas Yudha paling suka kalau daging di buat rawon, kata nya seger gitu."
" Ohh yahh , wahh Ibu saja sampai tidak tahu apa makanan kesukaan anak Ibu." Ucapnya sendu.
" Ibu kok jadi sedih gitu, mending sekarang kita langsung masak saja Bu, Mas Yudha pasti bakal langsung laper kalau sampai mencium aromanya."
" Iya sayang."
Keduanya pun terjun langsung untuk memasak dan di bantu oleh satu orang Bibi. Mama Yudha dan Safa terlihat kompak saat memasak dan sesekali terdengar suara tawa lepas yang keluar dari mulut Mama Yudha, hal yang sangat jarang terdengar di rumah besar itu, Bibi pembantu yang ikut membantu pun juga ikut senang mendengar suara tawa majikan wanitanya. Karna selama ini hanya ada keheningan dan kedinginan yang terjadi di dalam rumah majikan nya.
.
.
.