
Malam harinya didalam kamar utama, setelah makan malam Yudha dan Safa langsung naik ke lantai atas menuju kamar mereka berdua. Yudha memilih untuk rebahan di atas tempat tidur seraya berfikir yang entah apa yang ia pikirkan, sedangkan Safa memilih untuk duduk di meja belajar yang terletak di pojok kamar dekat jendela kaca yang memang disediakan oleh Yudha untuk istrinya, Safa mempersiapkan buku buku yang akan ia bawa esok ke kampus.
Yudha menatap Safa dengan lekat, banyak pikiran yang berkecamuk di kepalanya.
Apapun yang terjadi kamu tetap menjadi milikku satu satunya Dek, Selalu kalimat itu yang Yudha rapalkan dalam hati dan otaknya. Sungguh ia bisa gila bila sampai kehilangan Safa cinta pertama dan terakhirnya. Istri yang teramat sangat ia cintai, kasihi, dan sayangi.
" Dek.."
" Iya Mas, ada apa.?" jawab Safa tanpa meninggalkan meja belajarnya.
" Udah selesai belum?"
" Uhmm,... belum Mas masih nyiapin barang yang harus dibawa besok ke kampus."ucap Safa beralasan, sungguh dirinya sangat gugup dan takut saat ini.
Kemarin kemarin dirinya masih bisa selamat karena sewaktu di jogja Safa meminta untuk tinggal dirumah orang tuanya dengan alasan karna tidak lama lagi ia akan ikut suaminya, dan hari pertama sampai dibandung kemarin dirinya selamat karena kelelahan dan akhirnya tertidur lebih awal di sofa ruang tamu sampai akhirnya Yudha yang menggendongnya masuk ke dalam kamar.
Namun sekarang beda ceritanya, dirinya masih tersadar belum tidur bahkan mengantuk pun tidak sama sekali, begitu pun dengan Yudha yang sepertinya masih segar belum ada terlihat lelah ataupun mengantuk dan hendak tidur.
Safa bisa melihat tatapan mata Yudha yang sangat lekat menatap dirinya sampai Safa dengan susah payah menelan salivanya. Safa benar benar dibuat tak berkutik oleh tatapan suaminya itu.
" Masih lama Dek.?"
" uhm ii...iya Mas, kalau Mas Yudha lelah dan ngantuk tidur duluan aja nggak apa kok."
" Ya udah kalau gitu Mas tungguin sampai kamu selesai."putus Yudha yang membuat Safa menghembuskan napas berat.
akhirnya Safa matikan laptopnya dan beranjak naik ke tempat tidur untuk mengistirahatkan badannya dan juga sudah dirinya sudah mulai mengantuk. saat Safa memejamkan kedua matanya, Safa dibuat sangat terkejut hingga tubuhnya menegang saat sebuah tangan kekar merambat pelan namun pasti di atas perutnya yang rata.
Tangan kekar itu menarik tubuh Safa sampai menempel erat dengan tubuh sang pemilik tangan.
" Akhh.... Mm..mas Yudha belum tidur ?"ucap Safa gugup.
" Belum, Aku cuma merem aja tapi tidak tidur." ucap santai Yudha sambil menelusupkan wajahnya ke leher Safa.
Safa benar benar kesusahan untuk menelan, bahkan nafasnya pun tersendat sendat tidak lancar.
" Mas tahu kamu menghindari Mas kan. Kamu baru mau beranjak ke tempat tidur setelah Mas terlihat menutup mata dan kamu mengira Mas sudah terlelap.
Safa terkesiap dengan penuturan Yudha yang memang benar adanya. Ia pun menjadi kikuk dan sedikit tidak enak hati pada suaminya yang karena sengaja menghindarinya, atau lebih tepatnya menghindari kewajibannya sebagai seorang istri yang sesungguhnya yaitu memberikan hak suaminya. Tapi sungguh Safa merasa belum siap jika nanti orang tua Yudha tidak menerimanya sebagai istri anaknya.
.
.
.
Maaf sebelumnya jika telat up juga hanya sedikit di eps ini, Saya masih berduka karna kehilangan salah satu teman baik saya, juga sudah seperti kakak sendiri, saudara sendiri. Yang lebih menyakitkan lagi saya baru tahu kabar kepergiannya sesudah satu bulan lebih beliau di kebumikan.jadi mohon maaf atas keterlambatannya. 🙏🙏🙏 Jadi pikiran saya masih belum bisa untuk mengarang cerita. sekali lagi maaf🙏🙏🙏