
Cahaya senja yang indah telah menggantikan teriknya matahari kala siang tadi .Begitupun perasaan dan suasana hati lelaki tampan yang tengah menikmati secangkir coffe latte sembari menikmati indahnya cahaya senja diatas sofa yang ada dibalkon apartemen.
Yudha sedang duduk melamun seakan tengah memikirkan sesuatu. Ia terlihat senyum senyum sendiri. Entah apa gerangan yang membuatnya senyum senyum sperti itu, hingga Rizky yang baru saja masuk dan mendudukkan tubuhnya disampingnya pun tak membuatnya sadar dari lamunannya.
Rizky bertanya tanya dalam hatinya, kenapa bosnya skaligus sahabat baiknya itu bisa tersenyum sperti itu. Padahal slama yang ia tahu, yudha yang ia kenal itu orang yang datar, dingin, cuek, dan jarang tersenyum,.apalagi tertawa sangat sangat sangat jarang sekali.
Yudha menjadi pribadi yang seperti itu sejak kejadian penculikan yang ia alami 17 tahun yang lalu. Disaat keluarganya berlibur di daerah jawa tengah yudha yang saat itu masih usia 10 tahun, terpisah dengan kedua orang tuanya di keramaian taman wisata.
Yudha sempat hilang 2 bulan lamanya, untung saat itu tidak terjadi apa apa dengannya, karna yudha kecil yang sangat cerdas bisa melarikan diri dari para penculik. Selang beberapa minggu selama pencarian, Pak Darmawan sekretaris juga utusan dari ayah yudha mendapat kabar jika yudha telah lama lolos dari tangan sang penculik dan berhasil kabur sampai ke daerah Semarang. Di Semarang yudha sempat menjadi gelandangan dan terjaring razia satpol pp daerah sana. Untung salah seorang dari satpol pp itu berhati baik, hingga yudha kecil dibawa dan sempat dirawat oleh bpk satpol pp tersebut.
Sejak itulah yudha menjadi orang yang datar, cuek, dingin karna seolah ia merasa terabaikan oleh kedua orang tuanya saat kejadian dimana ia benar benar membutuhkan kedua orang tuanya tetapi mereka malah sibuk dengan urusan bisnisnya. Saat itu juga yudha kecil dekat dengan rizky anak dari pak darmawan. Saat orang tuanya sibuk rizky lah yang selalu ada bersama yudha.
Rizky masih ingat betul kejadian saat itu. Sebab ia dan juga pak darmawan orang yang selalu ada untuk yudha. Melihat yudha yang sekarang bisa tersenyum membuat rizky ikut bahagia.
Rizky duduk disebelah yudha dan menepuk pundaknya hingga menyadarkan yudha atas keberadaan rizky disampingnya.
"hey., senyum senyum sendiri.. kaya orang gila aja lo."kata rizky yang langsung mendapat pukulan kecil dibahunya oleh yudha.
"sialan lo ngatain gua gila.?! inget gua bos lo, mau gue pecat lo.?" gerutu yudha yang penuh canda dan tawa.
"habis lo gitu, senyam senyum sendiri sampe gue dateng dan duduk di samping lo pun nggak membuat lo sadar ada gue disamping lo.?! ada apaan sih ?"
Yudha hanya tersenyum mendengar celotehan rizky yang panjang lebar itu.
"woy jawab dong pertanyaan gue !? malah senyum mulu. beneran sedeng tau rasa lo.?!"
"kok lo jadi nyumpahin gue ?.terserah gue lah mau nangis kek ,senyum kek ,ngakak kek .bukan urusan lo haha."yudha senang melihat ekspresi dari rizky sahabat skaligus sekretarisnya itu yang merengut.
"gue lagi seneng banget riz. gue lagi bahagia,."
"bahagia ? seneng karna apa ? perasaan baru kali ini gue liat lo sebahagia ini."tanya rizky.
"ohhh gue tau lo abis dapet gebetan ya ?"sambungnya.
"bukan."jawab yudha.
"ini suatu hal yang besar yang selama ini gue nanti."imbuh yudha dengan mata yang berbinar binar.
"lo menang tender ?" tanya rizky. Yudha menggeleng.
"lo dapet warisan dari orang tua lo ?" Yudha menggeleng lagi.
"terus apaan dong kalau bukan itu semua ?"tanya rizky yang masih penasaran pada yudha.
"orang yang selama ini gue cari ,dari gue masih remaja sampai sekarang udah gue temuin keberadaannya."jawab yudha dengan girangnya.
Rizky mengernyitkan kedua alisnya hingga bertautan ."maksud lo ? emang siapa yang lo cari selama ini.?"tanya rizky yang masih bingung.
"orang yang dulu pernah nyelametin gue dan ngrawat gue saat gue hilang diculik."jawab yudha dengan mata berkaca kaca.
"entah gimana gue kalau enggak ditolong sama orang itu..." yudha menjeda kalimatnya karna merasa sesak di dadanya mengingat kejadian itu. "gue gak abis pikir dimana orang lain yang notabene orang asing, yang baru yang gak mengenal siapa gue, gak peduli gue gelandangan ataupun orang berada, dengah mudahnya menolong gue ,ngerawat gue tanpa mengharap embel embel apapun itu. Menjadikan gue keluarganya sampai gue bisa merasakan apa itu kehangatan keluarga. Sedangkan keluarga gue ? bokap gue sendiri lebih mentingin bisnisnya dari pada turun langsung nyari gue jemput gue buat pulang. Tapi malah nyuruh bokap lo yang nyari dan jemput gue riz !?."ucap yudha panjang lebar dengan derai air mata yang kini membasahi pipinya.
Rizky merangkul dan menepuk pundak yudha ,mengalirkan rasa simpati empati untuk sedikit ketenangan untuk yudha. Rizky merasa sedih dan terharu ,seolah dia juga merasakan apa yang yudha rasakan .
"sudah bro, gak usah mengingat kejadian dimana yang ngebuat hati lo sedih..,sekarang yang harus lo lakuin adalah apa yang ngebuat hati lo seneng dan bahagia,.oke bro."kata rizky sambil menepuk pundak yudha .
Yudha tersenyum mendengar kata rizky. "lo memang sahabat rasa saudara buat gue bro,.terimakasih lo udah selalu ada buat gue.,"yudha memeluk sahabatnya itu.
"ihhh udah dong jangan peluk peluk gue sgala ,gue masih doyan cewek bro."canda rizky sambil melepas pelukannya .
"sial lo ,siapa juga yang doyan sama lo."gerutu yudha dan tangannya meninju lengan rizky.
"hehe udah ahh melo melonya ,sekarang crita napa lo senyum seneng bahagia kayak gitu yadi ?"tanya rizky sambil menghidupkan sebatang rokok.
"lha trus lo nemuin rumahnya sekarang dimana ?"tanya rizky.
"ternyata mereka semua pindah kesini bro., ke jogja.!"jawab yudha antusias.
"terus ? napa lo kagak minta bantuan gue ? biasanya kan lu suka banget nyuruh nyuruh gue."
"ya gue kasian aja sama elo yang udah gue tinggalin segudang kerjaan dari ngurus resto ,cafe dan sekarang mantau perkembangan hotel yang baru selesai dibangun ." yudha menjeda kalimatnya saat dipotong oleh rizky. "helehh biasanya juga elo suka banget nyuruh gue ,tumben amat lo kasian ama gue ?".ucap rizky dengan nada becanda.
"ya gue gak sampai hati aja ."jawab yudha yang kini ikut menyalakan sebatang rokok.
"dan sekarang gue udah agak lega bisa menemukan keberadaan mereka."ucap yudha sembari meniupkan asap rokok ke udara.
"lalu apa hubungannya dengan lo yang senyum senyum tadi ."tanya rizky lagi.
Yudha tertawa kecil saat akan menjelaskn pada rizky. "gue tadi dijalan ketemu ama cewek bar bar yang ngomel ngomel sama gue."jawab yudha sambil tertawa geli saat mengingat kejadian pagi tadi saat dirinya dijalan menuju rumah seseorang.
"emang kenapa dia bisa ngomel sama lo ?"
"gue hampir nabrak dia."
"gila lo,, ya bener aja tu cewek ngomel sama elo .pasti lo bawa motornya alap alap ya kan.,"
"hihi ,,gue tadi buru buru ,dan yang lucunya tu dia ngomel sama gue pake bhasa jawa medok. lo kan tau sendiri gue kagak bisa bhasa jawa ,.haha lucu banget deh tu cewek unik.".
"lo itu ya bro seneng banget bikin orang kesel ."
"biarin aja suka suka gue .dan asal lo tau ,ternyata tu cewek unik pegawai disalah satu cafe kita ."jawab yudha penuh semangat.
Rizky hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah yudha saat ini.
*dasar bos sedeng ,mulai kambuh deh sifat jailnya ,,entah apa yang akan dia lakuin sama tu cewek malang. gumam rizky dalam hati
sore hari dilain tempat*.
Safa yang baru pulang kerja memarkirkan motornya dihalaman depan rumahnya. Ia berjalan masuk rumah dengan langkah gontai.
"assalammu'allaikum "seru safa saat masuk kedalam.
"wa'allaikumsallam ,nembe balek mbak ?\(***baru pulang mbak***\)" jawab dona .
"iyo don"
"dengaren ora lembur mbak ?\(***tumben nggak lembur mbak***\).
"ora ,gantian bang edi sek lembur ,awakku ora kuat ,wes kesel gek neng ndalan mau isuk ameh wae ketabrak ro cowok gendheng."\(***enggak, gantian bang edi yang lembur, badanku nggak kuat, udah capek trus dijalan tadi pagi hampir aja ketabrak sama cowok stres***\)sungut safa penuh emosi mengingat kejadian tadi pagi.
"kok bisa ?? emang kepiye kok iso ngono .mesti mbak safa ngebut to neng dalan mau ."\(***emang gimana kok bisa gitu. mesti mbak safa ngebut ya di jalan tadi***\).tanya dona penasaran ,sebab ia tahu betul kalau safa kakaknya itu gak bisa pelan kalau pake motor.
"ssstttt ojo sero sero. krungu bapak mati aku."\(***jangan keras keras .denger bapak mati aku***\).gumam safa pelan sambil membekap mulut adiknya itu.
"mbak safa ahh jijik tanganmu belum cuci tangan kotor iieeuuhhhh."seru dona sambil berlari meninggalkan safa yang kesal dengan omongan adiknya itu.
"ihhh dasar donat bantet ,awas ya".teriak safa pada dona.
"opo sih bengok bengok ,cah wedok ora apek."\(***apa sih teriak teriak, anak cewek gak baik***\).seru ibu yang entah sejak kapan ada dibelakang safa.
"hehe ibuk ,ngapunten buk."ucap safa sambil nyengir.
"uwes gek ados trus maem, njut leren ."\(***udah cepet mandi trus makan lalu istirahat***\).kata ibu.
"enggeh bu"
Hari yang begitu melelahkan bagi safa ,tapi berbanding yang sebaliknya dengan yudha ,menurutnya hari ini adalah hari yang menyenangkan untuknya.