Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Akhirnya


Terjadi pergolakan batin di dalam hati Safa yang membuatnya menjadi sangat Bimbang. di satu sisi Safa ingin menjadi istri yang sesungguhnya dan seutuhnya untuk Yudha suaminya yang sangat ia cintai juga sayang sejak lama, namun di satu sisi Safa juga takut jika nanti keluarga Yudha terutama orang tuanya tidak menyukai atau bahkan merestui hubungannya dengan Yudha anaknya.


.


Yudha yang melihat kebimbangan di diri Safa menjadi tidak tega untuk meminta haknya malam ini, Yudha tahu bahkan sangat tahu dengan apa yang dipikirkan oleh Safa, namun Yudha juga ingin segera menjadikan Safa istrinya seutuhnya menjadikan kan Safa miliknya satu-satunya dan tak ingin Safa pergi meninggalkannya jika kelak apa yang ditakutkan nya terjadi. karena hanya jika mereka memiliki anak itu akan menjadi penguat hubungan mereka.


" Dek... "


" Mas Yudha, maaf Aku..."


" Aku tahu kamu pasti belum siap Dek. Ya sudah kalau begitu tidurlah."ucap Yudha yang sedikit kecewa namun ia lebih tidak tega jika memaksakan kehendaknya pada Safa istrinya.


" Mas maaf... Aku.."


" Sssstttt sudah, tidurlah, besok kamu ke kampus pagi kan."


Safa hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil, sungguh ia sangat merasa berdosa pada suaminya karena belum bisa memberikan haknya malam ini. Safa menatap dalam Yudha yang tengah memejamkan kedua matanya dan tidur telentang tanpa memeluk dirinya seperti biasa yang mereka lakukan jika tidur. kedua mata Safa sudah berkaca-kaca saat menatap wajah Yudha. apa yang harus ia lakukan, dirinya merasa egois karena mementingkan dirinya sendiri tanpa mempedulikan perasaan Yudha suaminya.


.


Kedua mata Yudha terbuka saat mendengar suara isakan kecil keluar dari mulut Safa. Yudha segera memiringkan tubuhnya menghadap Safa yang sudah menghadap padanya. Yudha menangkup wajah Safa Seraya menghapus air mata yang menetes membasahi wajah cantik Safa.


" hei kenapa menangis? Kamu kenapa sayang?" ucap Yudha lembut.


" Mas Yudha marah ya sama aku."


" enggak Mas gak marah kok, Mas tahu kamu belum siap. Mas enggak akan maksa kamu jika memang belum siap."


" tapi kenapa Mas Yudha tidurnya enggak peluk aku?? Pasti Mas Yudha marah kan?"


Yudha pun tersenyum mendengar ucapan istrinya. bukannya dirinya marah sebab Safa yang belum siap memberikan apa yang menjadi haknya, Yudha hanya ingin menenangkan hatinya, jujur memang ada rasa kecewa Namun bukan berarti marah.


" sini sayang," ucap Yudha sembari merengkuh tubuh Safa ke dalam dekapannya.


" sekarang tidurlah. selamat malam sayang mimpi yang indah emuah." kecup Yudha di kening Safa.


Bukannya tidur Safa malah menghirup dalam-dalam aroma tubuh suaminya yang sangat menenangkan baginya. Safa mengusap-usap kan hidungnya pada dada bidang Yudha yang terbuka karena Yudha memakai kaos yang bagian depannya terbuka sehingga mengekspos bagian dada.


.


.


Yudha yang sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi langsung menangkup wajah Safa.


" Dek..."ucap lirih Yudha serak menahan segala gejolak yang ada.


Safa yang wajahnya ditangkup oleh Yudha pun menatap Yudha polos dengan mata yang berkedip kedip yang mana membuat Yudha semakin tak bisa menahannya lagi.


Cup


Yudha langsung menyerang Safa dengan ciuman yang sangat memabukkan hingga membuat Safa yang awalnya menolak menjadi terlena hingga mereka mencapai puncak yang tak bisa lagi dihentikan, apabila terhenti akan sangat menyiksa buat Yudha yang sudah dikuasai oleh hasrat yang menggebu untuk segera tersalurkan.


.


Awalnya Safa takut, yang lucunya takut jika nanti hamil. Yudha tersenyum geli juga gemas pada istrinya itu, Yudha kembali meyakinkan Safa agar percaya padanya, percaya pada suaminya. Safa pun pasrah karna tidak ingin menambah dosa lagi hingga terdengar teriakan Safa yang tertahan.


Aaakhhh


Air mata Safa menetes mengalir membasahi pipi sebab merasakan sakit yang teramat luar biasa rasa perih juga panas yang menjadi satu karna ini yang pertama untuknya begitupun Yudha, hingga membuat Yudha sedikit tidak tega untuk melanjutkannya namun juga sudah kepalang tanggung kurang sedikit lagi Safa akan benar benar menjadi miliknya seutuhnya. Yudha mengesampingkan rasa tidak tega itu dan terus melanjutkan aksinya menjadikan Safa istri satu satunya untuk seumur hidupnya. Yudha menciumi kedua mata Safa yang terus mengeluarkan air mata, juga seluruh wajahnya tak luput dari kecupan Yudha.


" Terimakasih Sayang, I love you so much. Maaf sudah membuatmu kesakitan seperti tadi." bisik Yudha di telinga Safa yang sudah terlelap karena kelelahan akibat perbuatan Yudha yang entah berapa lama waktu yang dihabiskannya untuk menjalankan aksinya. Dan Yudha beralih mengusap perut Safa juga berbisik lembut.


" Semoga cepat tumbuh didalam sini sayang."


Setelah puas bermonolog Yudha ikut berbaring disisi Safa dan menarik tubuh Safa ke dalam dekapannya dan tak lupa membenarkan selimut tebal yang tadi melorot untuk ditarik hingga menutupi tubuh mereka berdua hingga leher.


" Sekali lagi terimakasih Sayang, selamat tidur." ucap Yudha seraya mencium lama kening Safa sebelum dirinya benar benar memejamkan matanya.


.


.


.


.