Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Gerak reflek yudha


*Cinta yang sebenarnya indah sekali yeah


Kadang menipu dan bikin sakit hati yeah


Tapi lihatlah burung tetap bernyanyi ye ahh


Terlalu indah untuk ditangisi yeah


 


Nyanyi lagu pantai


Nyanyi lagu santai yeah


 


Nyanyi lagu pantai


Nyanyi lagu santai yeah


Cantik, mengejar sesuatu yang belum pasti


Kadang kau gagal lalu frustasi


Tapi hidup yang indah cuma sekali yeahh


Terlalu singkat untuk ditangisi


 


Nyanyi lagu pantai


Nyanyi lagu santai yeahh


Nyanyi lagu pantai


Nyanyi lagu santai yeahh


 


huoo o o huoo o o


huoo yo yo yo


santailah*


Terdengar sayup sayup gadis bernyanyi dengan di iringi petikan gitar, membuat suasana malam di pantai itu terlihat lebih ramai lagi. Riuh tepuk tangan serta suara orang orang yang ikut bernyanyi menambah suasana lebih menyala.


Yudha dan rizky yang tengah istirahat dikamar penginapan pun jadi ingin keluar kamar dan melihat apa yang membuat keramaian diluar.


Yudha dan rizky pun kini tengah membelah kerumunan orang orang yang ada disitu. Rizky pun terperangah melihat aksi safa dan juga teman temannya, rizky seakan melihat konser mini yang dadakan.


Berbeda dengan yudha, ia terkejut dan berfikir dunia sangat sempit hingga bisa bertemu dengan safa terus. Tapi tidak memungkiri ada rasa senang dihatinya saat bertemu.


Yudha melihat sekeliling ramai sekali, banyak para pengunjung yang berkerumun menikmati suara safa, ada yang berjoged ada yang tepuk tangan ada yang melambaikan tangan ikut bernyanyi.


Dan pandangan yudha berhenti tepat di rizky. Yudha melihat rizky yang tengah terpesona dengan apa yang dia lihat, sejenak yudha diam berfikir dan ia teringat jika rizky kesini karna ingin mengejar cintanya. Yudha mengikuti arah pandangan rizky yang tertuju pada safa dan teman temannya. Yudha berfikir siapa diantara mereka yang disukai oleh rizky. Tidak mungkin safa karna safa sudah punya heru anak pak endro. Ya setau yudha safa dekat dengan heru. padahal setau yudha safa baru saja putus dengan kekasihnya. Dasar cewek labil pikirnya.


Yudha pun memilih duduk agak menjauh dan menikmati deburan ombak, menikmati malam yang beratapkan langit dan bertaburan bintang. Meninggalkan rizky yang tengah kasmaran entah dengan siapa.


Sedangkan rizky mendekat ke arah safa dan teman temannya hingga membuat safa terkejut akan kehadiran bosnya itu. Tapi tatapan rizky masih tertuju pada satu titik yaitu teman safa. Ada yang berbeda di tatapan matanya itu.


" ehh pak rizky ada disini juga ". tanya safa yang telah selesai bernyanyi.


" iya fa bosan di apartemen terus. oh ya kalau tidak dikantor jangan panggil pak dong. maluu keliat tua aku." ucap rizky basa basi.


" oh maaf pak, ehh terus panggil apa dong pak.?"


" kamu kan umurnya jauh dibawahku, udah kaya adekku. uhmm jadi panggil kakak, mas, abang bisa ."seru rizky seraya tersenyum manis tapi matanya .menatap teman safa.


" baiklah mas rizky aja ya sama seperti saya panggil mas saya."


" baiklah terserah kamu, ohh ya kamu sama siapa aja fa ?"


" sama sahabat sahabat saya mas." jawab safa seraya tersenyum dan melihat para sahabatnya yang juga tersenyum.


" aku gak dikenalin nih fa sama temen temen kamu. ya itung itung nambah temen kan aku disini gak punya temen selain yudha." ucap rizky cekikikan.


" oh ya mas ini yang ujung kiri saya namanya alifah, terus sebelahnya ambar, lalu erni dan yang paling ujung kanan yang main gitar ini dhian ." ucap safa mengenalkan para sahabatnya pada rizky.


" hai semua kenalkan saya rizky." ucap rizky dengan senyum termanisnya.


" hai mas rizky kita sahabatnya safa." ucap sahabat safa serempak.


" ohh ya boleh gabung duduk disini kebetulan saya sendirian." rizky duduk di sebelah dhian membuat dhian agak menggeser tubuhnya menjauh. Tapi rizky malah tersenyum penuh arti.


" ohh ya gaess aku ke toilet dulu ya." pamit safa pada semuanya.


" aku temenin ya fa ." tawar dhian.


" gak usah mbak dhian, dewe wani kok."


Safa pun melangkahkan kakinya menuju toilet.


Itukan heru,? tapi dia sama siapa ? dia kan deket sama safa tapi kenapa sekarang sudah gandengan sama cewek lain .? wahh playboy juga ternyata heru. kasian safa cintanya selalu tersakiti. ck ck ck." gumam yudha.


Saat yudha tengah asik dengan pikirannya sendiri dia terjingkat saat ada yang menegurnya.


" woyyy ."


Yudha terjingkat dan menoleh.


" safa !" pekik yudha.


" ngalamun aja, ntar ada nemenin baru tau rasa anda."


" apa an sih lo ganggu orang aja. ngapain lo kesini , bukannya temen lo pada ada disana."


" iya aku tau, aku mau ketemu sama orang disebelah sana jadi lewat sini ehhh ternyata ada patung ." ucap safa cengengesan.


" lo bilang gue patung ! enak aja tuh mulut kalau ngomong."


" hihi trus apa dong kalau orang ngelamun , kan kaya patung."


" terserah !"


". udah ahh dahh aku mau kesana dulu."


Yudha mengikuti arah langkah kaki safa. Saat yudha sadar itu langkah menuju tempat heru yudha terus segera berdiri memanggil safa.


" safa tunggu !"


" ya ada apa ?"


" lo bisa gak temenin gue keliling, gue gak tau daerah sini. gue lagi males sama rizky yang lagi kasmaran."


" ya sebentar saya nemuin seseorang dulu."


" gue mau sekarang."


" ihh maksa banget sih, kalau mau tunggu kalau enggak ya silahkan sendiri.!" seru safa sambil berjalan meninggalkan yudha.


" batu banget sih jadi cewek, serah lo kalau mau sakit hati." gerutu yudha kembali duduk lagi menunggu safa.


Kenapa gue jadi gini ya sama si safa, gue kan bukan siapa siapa dia, tapi kenapa gue gak tega liat dia tersakiti gitu. ahh yaa kasian . gue cuma kasihan sama dia. tidak lebih .. ahhh come on yudha, safa bukan apa apa buat lo. gumam yudha frustasi mengacak acak rambutnya.


Tak berselang lama safa kembali tetapi dengan raut wajah yang sedih. Yudha yang melihatnya pun langsung berdiri, dia berfikir pasti safa sudah patah hati lagi gara gara heru jalan sama cewek lain. Saat safa sampai dihadapan yudha, safa langsung mengajak yudha untuk jalan.


" ayo ." ucap safa lemah.


" gue udah bilang kan tadi gak usah kesana, batu banget sih." ketus yudha.


" apa an sih, jadi enggak ini kalau enggak aku pergi nihh.!" gerutu safa cemberut.


" jadilah,, gue dari tadi udah nungguin juga, gak nyadar apa dia ." gumam pelan yudha.


" ya udah ayo jalan." ajak safa.


Yudha jalan mendahului safa, dan safa mengikuti dibelakangnya. Keduanya tampak diam tak ada satu kata pun yang terucap. Yudha sesekali melirikan matanya ke arah safa yang sedari tadi hanya jalan menunduk. Hingga...


***Brukkh


Awww***


Safa yang jalan menunduk pun tidak mengetahui jika yudha menghentikan langkahnya. Hingga ia menabrak punggung yudha yang keras.


" ya allah,, kalau berhenti bilang kek.! sakit tau ni kepala kejedot mulu." gerutu safa.


" siapa suruh lo jalan gak liat liat. makanya angkat tu kepala jangan nunduk mulu yang ada nabrak kan lo." bentak pelan yudha.


Entah kenapa yudha tidak suka melihat safa yang sedih begitu. Ia sengaja membentak safa agar safa mau melawan omongannya seperti biasa. Tapi yang terjadi malah sebaliknya safa semakin menunduk dan terdengar isak tangis dari safa. Yudha yang bingung lalu dengan reflek ia memeluk safa. Entah kenapa hatinya ingin menenangkan safa.


" maaf bukan maksud gue ngebentak elo." ucap yudha yang masih memeluk safa.


" iya saya tau, tapi jangan peluk peluk juga kali." ucap safa menyadarkan yudha.


Yudha pun segera menjauhkan tubuhnya menunduk malu dengan apa yang sudah dia lakukan.


" maaf ."


" dimaafkan, terus ini mau ditemani kemana ?"


Yudha berjalan ke parkiran dan mengambil motornya dan menyalakan mesinnya.


". ayo naik ," titah yudha.


" kita mau kemana kok bawa motor segala.?" tanya safa.


". udah naik aja dulu, ntar lo juga tau."


Safa pun segera naik dan duduk membonceng yudha. Yudha segera melajukan motornya mengikuti arahan dari google map. Sepanjang perjalanan safa dan yudha saling diam dan sibuk dengan pikiran masing masing hingga akhirnya tiba di tempat tujuan yudha. Yudha segera mematikan motornya.


" ayo turun."


Safa mengamati sekitarnya , hening tidak terlalu ramai berbeda saat seperti di pantai tadi. Safa pun segera turun dari motornya. Satu kata yang terucap dari mulut safa 'indah' .Sejenak ia melupakan kejadian tadi dan berjalan menikmati pemandangan. Yudha pun ikut berjalan beriringan dengan safa. Yudha mencari tempat duduk yang dirasa nyaman.