Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Selingan


" Kepiye iki Mas, udah bisa di hubungi belum Mas Yudha, Aku udah coba telfon Safa tapi nggak aktif." Ucap Dhian penuh kecemasan dengan keadaan sahabat nya.


" Belum bisa beib, nomer Yudha juga nggak aktif ini. Tadi aku udah coba telfon sekretaris nya Yudha, tapi dia juga nggak tahu Yudha kemana. Cuma tadi dia bilang Yudha sangat kalut dan marah sehabis jumpa sama Papa nya. Terus Yudha pergi dari kantor dan kembali pergi lagi sama Safa." Terang Rizky yang juga sama sama mencemaskan   sahabatnya.


" Aduhh terus mereka kemana ini Mas.... Kamu nggak ada pemikiran dimana gitu tempat yang bisa aja dia datangi atau dia tempati saat saat dia kalut gini. Maksud aku tempat biasanya Mas Yudha pergi kalau lagi galau atau sedih misalnya gitu." Tanya Dhian juga memberi sedikit masukan.


Rizky terlihat berfikir sebentar sebelum dia langsung tersenyum lebar sambil memeluk erat Dhian sebagai rasa bahagia nya saat teringat sesuatu.


" Eeehhhh apa apa an sih ini main peluk peluk aja.!! Lepas nggak.!!" Ucap Dhian yang sifat garang nya keluar.


Bukan nya takut Rizky malah tersenyum manis dan tanpa peringatan ia melayangkan satu kecupan ringan di bibir Dhian dimana langsung membuat wajah Dhian memerah antara kaget, juga kesal karna main nyosor aja.


" Kamu.!!!"


" Hehe jangan marah dong beib, itu karna aku seneng banget, karna masukan kamu aku jadi ingat suatu tempat dimana Yudha pasti pergi kesana."


" Ya tapi jangan asal nyosor aja dong. Ini di rumah orang tua kamu, dimana sopan santun kamu tuh."


" Ohhh jadi kalau enggak di rumah boleh gitu cium kamu." Ucap Rizky kesenangan.


" Mau kanan atau kiri." Ucap Dhian seraya menunjukkan kedua kepalan tangan nya.


" Hehe jangan gitu dong beib... "


" Udah nggak usah bahas yang lain nambah edan aku ngadepin kamu. Sekarang kembali ke Safa, dimana tempat itu."


" Hidden Villa."


" Hah.?? Maksud nya Villa tersembunyi gitu."


" Ya bisa dibilang semacam itu, karna tempat itu tersembunyi dan hanya aku dan Yudha yang tahu."


" Ya udah tunggu apa lagi, ayo kita kesana." Saut Dhian cepat dan semangat.


" Hah... kamu serius beib. Itu tempat jauh banget lhoh. Villa itu ada dikawasan puncak juga jalan menuju kesana masih minim penerangan juga jalan nya sangat ekstrim." Jelas Rizky.


" Aku nggak peduli, pokok nya aku mau sekarang juga kita kesana. Kalau kamu takut biar aku pergi sendiri. Kasih aku map alamat kesana." Seru Dhian.


" Beib kamu jangan ngarang deh, aku bukan nya takut, aku cuma khawatir karna aku membawa kamu, mengajak kamu pergi ke tempat yang jalan nya aja udah ekstrim dan juga nggak bisa di lewati pake mobil..."


" Motor bisa kan."


" Ya kalau motor masih bisa tap...."


" Kamu punya motor kan.?"


" Ya punya tap...."


" Siniin kuncinya."


" Beib...."


" Kamu mau berangkat apa enggak.!!!"


" Dari tadi kek oke nya, bukan cuma bisa tapi tapi mulu dasar cemen macam gadis aja."


" Apa kamu bilang,?? Cemen macam gadis.? Oke.. kita buktikan." Ucap Rizky dengan seringaian tak terima dengan ucapan Dhian, Rizky langsung mendorong tubuh Dhian ke tembok yang tepat ada di belakang Dhian lalu mengunci pergerakan Dhian dan langsung menyerangnya dengan ciuman lembut di bibirnya dan sedikit **********.


Dhian benar benar terkesiap dengan gerakan cepat Rizky. Sudah ketiga kalinya Rizky mengambil ciuman nya, dan yang saat ini cukup lama Rizky mendaratkan bibirnya di bibir Dhian di bandingkan saat first kiss nya yang saat itu karna ketidaksengajaan dan yang kedua kecupan sekilas tadi.


Tubuh Dhian seketika kaku di buatnya, dan itu membuat Rizky senang tidak kepalang, karna saat dulu ia dan Dhian tidak sengaja berciuman walau hanya sekilas namun imbasnya ia mendapat bogeman hangat dari Dhian.


Saat itu,.....


Dhian tengah duduk bersantai di taman kota setelah lelah seharian bekerja jadi saat pulang dari kerjaan nya dia ingin mengistirahatkan diri sejenak di taman yang tak jauh dari tempatnya bekerja.


Dan saat Dhian menikmati udara malam hari tiba tiba pundak sebelah kanan nya ada yang mencoleknya, ia pun dengan malas menolehkan kepalanya ke samping kanan namun tak ada seorangpun di sebelah kanan nya dan saat mata Dhian masih menyisir sisi kanan nya pundak kiri nya ada yang kembali mencoleknya, dengan cepat Dhian menoleh ke sisi kiri namun kedua matanya langsung terbelalak saat wajahnya dan wajah seseorang bertubrukan bahkan bibirnya dan bibir orang itu menempel dengan sangat sempurna.


Seseorang itu pun juga cukup terkesiap dan dadanya juga bergemuruh seketika pikiran nya blank, namun dengan cepat pula kesadaran nya kembali saat bogeman hangat menghantam pipi kirinya.


Bugh


Aaarrkkhhh


" Aaahhhhh sampean meneh sampean meneh.!!! " teriak sengit Dhian.


" Awww sakit beib.. kamu mukul gak kira kira banget sih, aku itu pacar kamu lhoh." rintih Rizky sambil mengusap usap pipinya yang sakit.


" Terus kenapa kalau pacar, pacar paksaan. Lalu kalau pacar terus kamu bisa seenak nya main nyium kayak gitu hah.!"


" Aku nggak maksa beib, aku cuma langsung minta kamu ke Bapak kamu aja. Dan Eitsss itu tadi aku beneran nggak ngrencanain buat cium kamu, kamu aja yang langsung noleh pas depan muka aku, jadi aku nggak salah dong. Juga harusnya kamu seneng karna kamu udah jadi yang pertama untuk ciuman sama aku."


" Terus aku kudu percaya gitu sama bebek kayak kamu yang suka nyosor sembarangan. Sekarang mulut aku udah nggak perawan karna kamu.!"


" Sama dong, mulut aku juga jadi nggak perjaka lagi, jadi kita sama sama beib, jangan kamu kira disini seolah olah cuma kamu yang jadi korban nya dan aku tersangka ya."


" Terserahlah, kesel ngomong karo sampean." Ucap Dhian seraya beranjak dari tempat duduknya pergi meninggalkan Rizky.


" Lhoh beib mau kemana,? Kok aku di tinggal sih." Seru Rizky yang juga ikut beranjak mengikuti jalan Dhian.


" Ngapain lagi sih ngikutin aku.!?"


" Ya kan aku tadi emang sengaja mau jemput kamu beib. Ehhh tapi aku lihat kamu udah duduk disini ya udah aku langsung kesini aja. Tapi sekarang kamu malah mau ninggal aku yang udah ngebelain jemput kamu beib nganter kamu pulang."rajuk Rizky.


" Siapa juga yang minta jemput, males banget deh."


Dan perdebatan mereka pun terus berlanjut hingga akhirnya tetap Rizky lah yang menang dan berakhir mengantar Dhian pulang sampai rumah nya bahkan sempat ngopi duduk bersama dengan Bapak Dhian.


.


.


.