Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Hujan II


Rizky yang mendengar suara gemuruh hujan seketika dengan gerak cepat menarik tangan dhian untuk berlari ke tempat yang bisa untuk berteduh berlindung dari air hujan yang jatuh dengan derasnya.


Tadi setelah selesai berdebat dan akhirnya dimenangkan oleh rizky, jadi semua belanjaan makanan juga minuman rizky yang membayarnya dengan senang hati. Dhian pun hanya bisa diam dan menggerutu dalam hati. Setelah selesai membayar dhian yang melihat gerimis sudah mulai membasahi bumi pun segera bergegas untuk kembali ke tempat safa berada.


Dan saat di pertengahan jalan hujan pun turun dengat sangat deras. Untung rizky langsung gerak cepat menarik tangannya untuk di ajak berlari mencari tempat berteduh dari derasnya hujan.


Hujan turun dengan derasnya, membuat suhu udara menjadi lebih dingin dari biasanya. Yudha dan safa berdiri saling berdempetan karna air hujan yang terbawa angin pun jadi membasahi tempat duduk disekitarnya, cipratan cipratan air hujan membuat tubuh mereka saling ingin berlindung agar tubuh mereka tidak basah kuyup.


Hawa dingin yang merasuk ke dalam pori pori kulit membuat safa sedikit kedinginan. Ia pun juga meurutuki diri sendiri karna kenapa tadi ia tidak membawa jaket.


Aisssshh dinginnya,, ahh bodoh kamu safa... kenapa tadi gak bawa jaket sih., sekarang kalau udah gini gimana coba. Mana hujannya deres banget lagi. semoga aja gak ada petir.. batin safa sambil kedua tangannya bersidekap di depan dadanya.


Wahhh hujannya lebat sekali. Ini kapan redanya kalau gini. Rizky juga gitu. Beli makanan aja lama banget. Tau Gitu kan tadi mending turun bareng bareng aja. Sekarang gue sama safa jadi terjebak hujan disini kan. Kasian safa dia sampai ketakutan gitu. Mana udara jadi dingin gini, pasti safa juga kedinginan. Batin yudha.


Yudha yang selalu membawa jaket kulit kemana pun ia pergi langsung memakaikannya pada tubuh safa agar ia tidak kedinginan. Jaket yudha yang besar pun mampu menutupi setengah badan safa yang mungil itu. Safa yang merasakan ada sentuhan di tubuhnya pun menoleh ke arah yudha. Ia lihat jaket besar milik yudha telah melekat di tubuh kecilnya. Safa yang merasa tidak enak pun hendak melepas tapi segera di hentikan oleh yudha.


" Udah kamu pakai aja. Udara dingin banget nanti kamu bisa sakit. "


" Ehhh mas yudha gak salah?? bukannya yang gak tahan dingin itu mas yudha ya. Mas yudha inget kan dulu pernah kedinginan terus langsung sakit. " ledek safa.


Yudha yang merasa safa ledek pun hanya diam tak menjawab.


" Ya udah sini jaketnya . "😏 Yudha pun menyeringai sambil meraih jaket yang ia pakaikan ke tubuh safa tadi dan langsung memakainya. Jaket kulit yang yudha pakai sudah melekat pada tubuhnya yang kekar itu. Setelah itu Yudha langsung menarik tubuh safa membawanya kedalam dekapannya dan sedikit merentangkan jaketnya agar juga bisa menutupi tubuh safa yang kecil yang sekarang ada dalam dekapannya.


Safa yang tiba tiba ditarik oleh yudha dan berakhir dalam pelukan yudha pun hanya bisa diam terpaku. Dirinya terlalu terkejut akan tindakan yudha itu. Degub jantungnya berpacu kencang seirama dengan degub jantung yudha yang terdengar oleh telinga safa. Saat kesadaran safa telah kembali ia ingin berontak tapi dekapan tangan yudha sangat kuat dan itu bukan tandingan safa yang tenaganya jauh dibawah dari tenaga milik yudha.


" Mas yudha lepas,. jangan peluk peluk gini dong. "


" Udah diam aja. ini juga darurat kan, dari pada kita debat soal jaket karna jaket cuma ada satu jadi begini lebih baik., udah gak usah protes ,. "


" Ta,, tapi mas yudha ,, kan gak enak dilihat sama orang orang. "


" Gak usah ngaco., disini cuma ada kita berdua. , Biar seperti ini dulu sampai hujan sedikit reda. " ucap yudha yang lebih mengeratkan pelukannya karna merasa tubuhnya lebih hangat dengan posisi seperti itu. Karna memang yudha gampang sakit jika kehujanan atau kedinginan.


.


.


.