
Di dalam ruangan kantor yudha, dari pagi hingga siang hari ini safa habiskan hanya duduk dan sesekali berbaring karena ia masib merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
Setelah di olesi obat memar safa hendak makan makanan yang dibawakan oleh rizky tadi sekalian dari apotek, sebelum minum obat ia harus makan dulu dan kini safa merasa kesusahan karena tangannya masih sakit. dirumah ia bisa minta tolong disuapi oleh ibunya, tapi ini di tempat kerja safa tidak bisa minta tolong, karna ia cukup tau diri disini hanya bawahan.
Safa mencoba makan dengan tangan kirinya perlahan tapi sangat kikuk hingga makanannya belepotan kemana mana. Hal itu tak luput dari pandangan yudha yang sedari tadi memperhatikan safa dari meja kerjanya. Walau yudha terlihat fokus dengan pekerjaannya tetapi matanya selalu melirik ke arah safa. Yudha yang merasa lucu dan kasihan pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri safa.
Yudha mengambil alih sendok yang dipegang safa hingga membuat safa sedikit terkejut.
" mas yudha ngagetin aja deh,. untung enggak jantungan." seru safa.
" lo itu dari tadi makan kesusahan napa gak minta tolong sih. tuh liat jadi belepotan kan." ucap yudha seraya menyeka mulut safa dengan tisu, membuat safa pipi safa merona malu.
" ee ehh ma mas yudha aku bisa sendiri." safa merebut tisu dari tangan yudha dengan cepat.
" udah sini buka mulut lo aaaa."
" mas yudha mau ngapain ?"
" nyuapin elo lah, tangan lo kan lagi sakit ."
" udah biar aku sendiri mas bisa kok. mas yudha kan atasan saya masa atasan nyuapin bawahan nggak etis ahh." safa mencoba merebut sendok yang di pegang yudha tapi dengan cepat yudha menjauhkannya.
" apa an sih, udah sini buka mulut lo kalau gak lo gue pecat mau." ancam yudha.
" lho lho lho jangan mas ,,, kredit motor saya belom lunas. kalau saya dipecat gimana bayar nya." safa memanyunkan bibirnya membuat yudha menjadi gemas.
" makanya cepet buka tuh mulut." titah yudha.
Mau gak mau safa pun menurut hingga makanan di piring habis tidak bersisa. Yudha pun mengambilkan safa minum yang ada dimeja dan menyodorkan nya ke depan mulut safa. Safa pun meneguknya sdikit lalu menelan obat yang sudah yudha berikan.
Tak terasa efek dari obat yang safa minum membuatnya ngantuk berat hingga safa pun tertidur menyender pada sofa. Yudha yang melihat safa tertidur pun tak tega melihat safa tidur dengan tidak nyaman langsung menggendong dan membawa safa kedalam kamarnya agar safa bisa tidur dengan nyaman.
Kantor dan kamar tempat tinggal yudha berada sangat dekat hanya berbeda lantai. Kantor yudha ada di lantai 9 dan kamarnya ada di lantai 10 dan hanya ada 1 kamar yang ada di lantai 10.
Yudha menidurkan safa di kasur miliknya dengan sangat hati hati karna tidak mau membuat safa terbangun. Setelah itu yudha keluar kamarnya dan melanjutkan pekerjaan nya di ruang kerja huniannya.
Di lantai bawah seorang OB tengah membersihkan lantai tidak sengaja menemukan selembar foto disela sela pot tanaman hias.
" foto anak siapa ini ? milik siapa ya ?"ucap OB itu. Dan kebetulan rizky tengah melintas pun disapa oleh OB itu.
" selamat siang pak ,"
" siang juga, yang rajin ya kerjanya semangat,."seru rizky yang memang terlihat ramah oleh semua karyawannya.
" siap pak, oh ya pak ini ada foto mungkin milik tamu yang tidak sengaja jatuh disini, sebaiknya saya taruh dimana ya." tanya ob itu.
" kamu taruh di meja reseptionis aja." jawab yudha.
" baik pak , tapi boleh saya minta tolong bapak yang membawanya. soalnya saya mau membereskan kerjaan saya ini dulu." pinta ob itu sedikit sungkan.
" ok mana ."
OB itu menyerahkan foto itu pada rizky. Rizky sekilas melihat foto itu, matanya memicing mengamati foto itu.
Ini kan foto yudha waktu kecil.? tapi siapa anak anak yang berfoto dengannya ini ?? apa saudaranya ?? tapi setau gue ini waktu dia umur 10 tahunan deh. dan juga dia tidak punya saudara seinget gue. tau lah gue taruh dimejanya aja . Gumam rizky.
Rizky melanjutkan langkahnya ke kantor yudha, tapi sesampai di sana ia tidak menemukan seorang pun. Dimana yudha dan safa ? kemana perginya, rizky pun mencoba hubungi yudha.
panggilan tersambung,
" gue ada di kamar gue, lo kesini aja."
" oke gue kesana."
sambungan terputus.
Rizky langsung keluar ruangan yudha dan langsung ke dalam lift naik satu lantai lagi menuju kamar yudha.
tok tok
ceklek
" napa gak langsung masuk aja sih."
" hehe ya kan gak sopan bro, ohh ya safa dimana, kok gak keliatan ?"
" ada dikamar lagi tidur habis minum obat."
" ohh gitu, ohh ya bro tadi ada OB nemuin foto lo nih." ucap rizky menyerahkan foto tadi. Yudha menerimanya dan alangkah kaget dan juga senangnya ia melihat foto itu.
" ini di temuin dimana ky ?" tanya yudha antusias.
" di lantai bawah tadi pas ob bersih bersih terus nemuin itu diselah pot katanya." jelas rizky.
" lo liat foto sendiri napa seneng banget gitu sih, ohh ya tu anak anak yang di foto siapa sih kok gue kagak tau."
" ini anak anak pak hendro yang nolong gue dulu. berarti tadi anak pak hendro ada yang kesini bro ."
Rizky hanya mengedikkan bahu karna ia sendiri pun tidak tau. Yudha menaruh foto itu dibingkai kecil yang ada di ruang tamu kamarnya. Ia memandangi foto itu lama sekali, ada kerinduan yang teramat dalam dimata yudha. Hingga membuat rizky heran, apa istimewanya foto itu.
" lo kenapa sih bro ngliatin foto gitu banget."
Yudha menyunggingkan senyum,
" gue kangen sama yang ada di foto ini ky.,, dimana gue di sayang di cintai layaknya keluarga sendiri. lo liat sendiri kan gimana ekspresi mereka di foto. gue juga bisa tersenyum tertawa lepas dan orang tua mereka ngerawat gue seperti anak kandung mereka sendiri."
" ia sih bro keliatan banget di foto itu kalau lo bahagia banget. gue jarang liat lo bisa kaya gitu."
" dan lo tau dari 3 bersaudara ini gue belum ketemu sama dedek ini. padahal gue sering main kesana tapi gue gak pernah ketemu sama dia ky, aneh kan."
" ya mungkin belum jodoh bro, ntar kalau jodoh ketemu ehh tau tau jadi bini lo,. hihi." celetuk rizky dengan candaannya.
" terus safa mau di kemanain.?"
" ohh hooo lo udah ngaku nih kalau suka ma safa." ucap rizky menaik turun kan alisnya.
" ya gue suka ma tuh anak. gue juga gak tau napa gue bisa nyaman kalau sama dia ky."
" ya udah nunggu apa lagi tembak aja bro."
" enak tuh kalau ngomong, dia masih deket ma cowom."
" astaga lo masih ngira kalau safa pacaran sama tuh cowok. heh dia itu bukan cowok safa ,dia it...."
" awww,, " suara safa dari dalam kamar yudha mengejutkan yudha dan rizky segera menemui safa dan tidak jadi melanjutkan kata kata nya tadi.