Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Pertolongan


Selesai kelas Safa bersama kedua sahabatnya melangkahkan kaki mereka ke kantin untuk sekedar mengisi perut juga membeli minuman.


Saat asik berbincang ponsel Safa bergetar, terlihat satu panggilan masuk. Wajah Safa terlihat senang ketika melihat nama yang tengah menghubungi nya, ia segera mengangkat panggilan itu.


" Halo assalammu'allaikum Mas,? udah sampai tujuan.?"


" Wa'allaikumsallam sayang, udah baru aja. Kamu lagi dimana kok kayak yang rame bener."


" Lagi di kantin Mas habis selesai kelas yang pertama. "


" Oh pantesan, ya udah Aku mau langsung kerja aja ya Dek, biar bisa pulang cepat."


" Iya Mas, yang semangat ya kerja nya. Dedek tunggu di rumah."


" Daahhh sayang."


tutttt panggilan di akhiri.


" Telpon dari siapa Fa,? kok kayak nya bahagia bener." tanya Dodi yang sedari memperhatikan.


" Hehe dari seseorang Dod."


" Cieeee cowok kamu ya Fa.?? "


" Hehe apa an sih, udah buruan makan ntar keburu jam kelas lagi."


" Yeee santai kali Fa, ini juga baru dateng pesenan kita."


" Ya udah buruan makan."


Di sudut lain seseorang tengah memperhatikan aktifitas Safa di kantin itu. Walau tidak mendengar apa yang sedang di bahas Safa dan teman teman nya, namun orang itu ikut tersenyum saat melihat tawa renyah Safa.


.


Jam terakhir kelas Safa telah usai, kini Safa berpisah dengan teman teman nya di parkiran untuk pulang ke tempat tujuan masing masing.


Safa melajukan motor nya dengan kecepatan sedang. Di belakang Safa berjarak sedikit jauh dari posisi Safa ada sebuah mobil tengah mengikuti Safa diam diam hingga Safa pun tak menyadari jika ia di buntuti oleh satu mobil yang terus mengikuti nya sejak keluar dari parkiran kampus.


.


Saat melintas di jalan yang tidak terlalu ramai Safa tak sengaja melihat seorang wanita paruh baya juga anak kecil yang sepertinya sedang dalam masalah dan butuh pertolongan.


Safa yang punya rasa simpati juga empati yang tinggi pun memberhentikan laju motor nya dan segera menghampiri orang orang itu.


" Tolong Kang, jangan paksa kami. Jangan bawa anak saya." ucap Ibu itu seraya berusaha menarik anaknya yang akan di bawa oleh lelaki yang beparas preman.


" Ambu tolong Cici mbu, Cici nggak mau jadi pengemis."tangis anak perempuan yang sepertinya baru berusia delapan tahun.


" Hahhh gua kagak peduli, laki elu punya utang sama gue sebelum dia mati. Jadi kalau elu mau anak lu bayar utang suami lu. Mana.!!! kalau lu kagak bisa bayar terpaksa gua bawa anak lu buat ngemis di jalanan.!!"


" Ampun Kang, tolong jangan bawa Cici. Beri saya waktu buat membayarnya."


" Hei Pak, lepasin anak itu.!" ucap Safa seraya mendekat ke arah mereka bertiga.


" Siapa lu mau ikut campur urusan gue.!!"


" Aku bukan siapa siapa, tapi yang jelas aku manusia, nggak sperti anda yang bukan manusia . Anda tega memisahkan anak sama ibu nya?? dimana nurani anda!!!"ucap Safa dengan berani.


" Bukan urusan lu!! bapak ni anak punya utang sama gua. Dan ni istrinya kagak bisa bayar ya udah terpaksa gua bawa ni anak buat bayar utang bapaknya."


" Mana ada utang di bayar sama anak. Nggak bener itu. Emang berapa sih utang nya.?"


" Lima ratus ribu, dan bunga nya tiga ratus, . nah karna mereka telat bayar nya jadi tambah lima ratus, jadi total nya satu juta tiga ratus ribu."


" Wahhh , anda lintah darat ternyata. Orang pinjam lima ratus jadi tambah berlipat banyak. Dosa itu Pak. "


" Pake ceramah lagi lu, udah minggir kagak usah ikut campur. Ayo kamu harus ikut gue buat nyari duit."


" Jangan Kang, tolong lepasin Cici."


" Berhenti pak!! Saya bayar utang ibu itu."


Safa pun memgambil uang tunai yang selalu tersedia di dompetnya sebanyak lima lembar uang seratusan.


" Nih pas, jadi lepasin adek itu."ucap Safa sambil menyerahkan uang nya dan menarik tangan anak kecil itu menjauh dari si preman.


" Heh!! lu budek apa, ni uang kurang .!"


" Eh pak, tadi kan bilang nya utang lima ratus ribu, ya itu pas kan lima ratus."


" Wah berani lu permainin gua."


Preman itu hendak mendekat ke arah Safa dan menarik anak kecil itu namun belum sempat teraih Safa sudah mencegah nya dengan gerakan cepat ia memlintir tangan preman itu.


" Akhhh brengsek sakit, lu cewek berani lawan gue hah!!"


Dan terjadilah baku hantam antara Safa dan preman itu. Tak butuh waktu lama Safa berhasil menumbangkan preman itu.


" Ini pelajaran buat bapak yang udah semena mena sama orang. Jangan jadi rentenir Pak, dosa." setelah berucap Safa mengajak Ibu dan anak itu pergi menjauh.


" Cuihh sialan cewek itu cari mati dia sama gue." preman itu pun mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya dan segera berdiri setengah berlari ke arah Safa yang tidak menyadari serangan dari belakang nya.


*Mampus lu cewek sialan..!!!!


Bugh bugh brukk klontang


Akhhhh*


.


.