Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Kedatangan Rizky dan Dhian


.


.


Pagi hari nya Safa yang terbangun lebih dulu memutuskan untuk segera beranjak membersihkan diri lalu pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk sang suami.


.


Safa keluar dari kamar dan saat hendak menuruni anak tangga dirinya melihat seseorang yang tengah berada di dapur yang memang terlihat dari lantai atas.


.


Safa pun berteriak histeris hingga membuat orang yang di dapur dan juga orang orang yang masih tertidur terperanjat mendengar teriakan Safa yang sangat kencang.


" Mataku nggak salah lihat kan.?? Aww sakit ( Safa mencubit tangan nya sendiri karna merasa ini mimpi ) . ,mmbakk Aaaaaaaaa...!!!!"


Safa berlari dengan cepat menuruni anak tangga dan langsung memeluk erat orang yang membuatnya berteriak histeris tadi nya terperanjat mendengar teriakan Safa kini berubah tersenyum senang.


.


Sedangkan dua orang yang tengah tertidur pulas di kamar masing masing terperanjat langsung terbangun dari tidurnya dan segera berlari ke arah asal suara teriakan keras tadi.


.


Dua pintu kamar yang berbeda namun saling berhadapan itu pun terbuka secara bersamaan.


Ceklek


" Sayang..."


Ceklek


" Beib..."


Teriak keduanya bersahutan saat pintu terbuka lebar, namun dua orang yang di landa kepanikan itu pun saling tatap, yang satu dengan tatapan terkejut juga heran, dan yang satunya lagi tatapan sayu.


" Elo.!!! Kapan lo kesini.??"


" Hehe Bro, gue nyampe sini tadi jam 11 an malam. Gimana kabar lo.?"


" Gue baik, lo sendiri gimana,? Kenapa lo datang kesini nggak kabarin gua."


Yudha dan Rizky pun saling bersalaman dengan ciri khas cowok cool.


" Gue kesini begitu dapat kabar dari Papa."


" Sorry.. maafin gue Ky." Ucap Yudha lirih seraya menunduk.


" Haissss.. Lo nggak salah apa apa bro, ngapain lo minta maaf hah.," jawab Rizky menenangkan seraya merangkul Yudha.


.


Sedangkan di dapur masih dengan kehebohan dua sahabat yang lama tak bertemu.


" Mbak Dhiiiiii... hiks aku kangen."


" Hehe awakmu iki nak bengok sek kiro kiro, kaget aku ngerti ora, untung piring sek tak gowo ora tibo pecah. ( kamu ini kalau teriak yang kira kira, terkejut aku tahu nggak, untung piring yang ku bawa tidak jatuh pecah.)"


" Hehe sorry, aku kaget pagi pagi lihat ada cewek di dapur, aku kira Bibi yang bantu disini, tapi pas aku amati ternyata sampean Mbak.. uuuu aku kangen banget."


" Enak aja ngomong aku Bibi bibi, emng ada Bibi yang masih kinyis kinyis gini hah."


" Haha.. Mbak Dhi kapan kesini nya terus aama siapa.? Kok tahu aku ada disini.? Kok pagi pagi udah di dapur, terus ini udah mau masak aja.?"


" Ihhh nerocos bae, siji siji nopo takon ki. ( Satu satu kenapa tanya tu.) Aku sampai sini tengah malam kalau nggak salah jam 11 an aku sampai sini, sama siapa lagi kalau buka Rizky. Kamu udah pada tidur mungkin, orang yang bukain pintu bapak bapak penjaga, katanya sejak selesai makan malem kamu nya masuk kamar sama Mas Bojo mu."


" Ouw gitu, iya sih habis makan aku sama Mas Yudha langsung naik ke atas tapi kita juga ngabisin waktu di balkon sampai mungkin jam 9 an aku baru masuk kamar soalnya nggak kuat dingin nya."


" Yeee terusin aja nikmati dingin nya malam habis itu ntar pada jentol tuh badan kamu. Udah tahu punya alergi dingin juga masih aja seneng nikmati dingin nya malam."


" Hehe inget bae,.. uhhh aku kangen banget Mbaaaakkkkkk, piye kabare nang ndeso.( gimana kabarnya di desa.)"


" Ndeso apek apek wae ( desa baik baik saja.), ya cuma biasalah adikmu slalu jadi bahan bully sama temen pemuda."


" Huh biasa mereka tuh bikin orang gedeg aja, pada nggak kapok apa udah aku semprot juga masih berani."


" Ya itu kan saat kamu masih di sana, lhah wong sekarang kamu aja di sini kok. Tapi Tenang aja, adekmu itu udah ada pahlawan nya yang selalu membela. Haha."


" Oh ya ,?? Siapa,?"


" Adit."


" Heii ladies,.. tadi siapa sih yang teriak kenceng banget, bikin orang lagi enak tidur kaget aja." Seru Rizky saat sampai di dapur.


" Ehh Mas Rizky, apa kabar Mas, hehe tadi aku yang teriak, soalnya aku kaget banget pas lihat Mbak Dhi disini, seakan nggak percaya tapi aku yakin kan kalau ini nyata aku langsung teriak dehh ,hehe maaf ya."


" Kabar aku baik Fa. Ohh gitu, ya kita nyampe disini tengah malem dan yang bukain pintu Pak Jono karna kalian pasti udah pada tidur kan."


Mereka berempat pun berbincang bersama meluapkan rasa rindu dan saling bertukar cerita yang mereka lalui semenjak kepergian Safa ke Bandung.


.


.


.