
Saat ini Safa dan Alifah sudah berada dalam kelasnya duduk menunggu dosen masuk, namun Alifah masih terlihat emosi, berbeda dengan Safa yang terlihat diam sambil membaca buku namun entah bagaimana suasana hatinya hanya Safa yang tahu.
Alifah terlihat masih mengatur nafasnya yang naik turun.
" Kamu kenapa Fah kok nafasnya gitu banget. "
" Aku masih emosi tingkat tinggi ni Fa, "
" Ya udah sih, lupain dan lebih baik kita sekarang konsen belajar aja oke beb. "
" Kamu mah enak ngomong gitu karna kamu udah makan, lha sedangkan aku baru habis setengah, ehhh cunguk tu nongol gitu aja jadi berhenti kan aku makannya keganggu ma cunguk satu itu. "
" Udah ahh nggak usah bahas lagi. Nanti aku traktir gimana? "
" Beneran yaa... Awas kalau enggak. Aku masih laper Safaaaaaa huaaaaa,, ditambah emosi aku jadi tambah laparrrrr. "
" Udah ahh berisik kamu, nanti selesai kuliah kamu ikut aku jalan oke. "
" Hu'um okelah kalau gitu. "
Tak berselang lama dosen pun masuk untuk memberi pembelajaraan. Safa terlihat serius mengerjakan namun hatinya masih terasa tak nyaman.
_____________________
Yudha pov
Ahhhh enaknya bisa istirahat tidur sebentar, untung aku hidupin alarm jadi aku tidak akan telat menjemput dedekku tercinta nanti. Aku enggak mau lagi sampai kecolongan kaya kemarin, Safa pulang diantar sama cowok entah siapa yang jelas cowok itu pasti suka sama dedek, dan itu nggak bisa aku biarin gitu aja.
Untung aku nyuruh orang buat mantau dedek selama aku di Bandung jadi aku tahu siapa saja yang dekat sama dedekku. Lebih baik aku mandi dulu terus nengok kantor sebentar baru jemput dedek.
Setelah rapi aku langsung pergi ke kantor sebentar untuk melihat kerja para pegawai kantor. Kemarin aku tanya Rizky ada kendala atau tidak dan dia bilang no problem, oke kerja bagus memang sahabatku satu itu sangat bisa di andalkan walau kadang yaaa begitulah.
Tiba di kantor mereka semua menyapa ramah padaku, dan aku hanya balas dengan anggukan.
" Hai bro, gimana selama gue tinggal nggak ada masalah kan. "
" Santai aja boss semua terkendali kok. Oh ya itu pembangunan hotel yang ada di selatan udah hampir selesai tinggal masukkin barang barang sama melengkapi furniture aja. "
" Oke, kalau begitu segera urus buat grand openingnya bro. Ohh ya kalau gitu gue pergi dulu ya. Ntar kalau ada laporan penting atau apa kirim lewat email aja. "
" Oke, lo mau kemana.? "
" Biasalah, gue udah kangen banget sama dedek gue, mau jemput dia di kampus. "
" Oke, hati hati bro. "
Aku pun segera melangkahkan kaki keluar kantor menuju mobil yang sudah di bawa supir kantor ke depan loby jadi aku tinggal tancap gas saja menjemput dedek.
Tadi dedek bilang masih setengah jam lagi selesai kelasnya, oke nggak papa gue tunggu aja sekalian lihat lihat kampusnya.
Mobilku masuk ke halaman kampus dan langsung menuju parkiran. Semua mata nampak memandang ke arahku dengan berbagai spekulasi. Namun aku cuek saja. Aku keluar mobil untuk menghirup udara dari pepohonan sekitar sambil menunggu aku melihat email masuk.
Aku sengaja tidak memberi tahu Safa kalau aku udah menunggu di parkiran depan gedung fakultasnya. Sengaja ingin memberi kejutan. Tak berapa lama banyak mahasiswa yang sudah keluar gedung, dan mungkin dedek juga sudah selesai. Banyak mahasiswa yang menatapku, terutama cewek, ada yang terang terangan menyapa juga menggodaku, ada pula yang bilang ngajak kenalan tapi aku tak menggubris mereka semua ku pasang wajah datarku karna aku tidak suka dengan cewek yang agresif mengajak kenalan duluan.
Saat ku lihat wajah yang selalu menghiasi hati dan pikiranku senyumku mengembang. Ahh betapa bahagianya aku jika Safa jadi milikku seutuhnya. Tapi tunggu, itu kenapa raut wajahnya berbeda saat pagi tadi, ada apa dengannya, apa ada masalah.
.
.
Jam menunjukkan pukul sebelas siang dan dosen pun mengakhiri kelasnya. Safa dan Alifah keluar kelas dengan sedikit obrolan kecil.
" Habis ini kamu mau kemana Fah. "
" Aku mungkin mau ke warung padang deh Fa, soalnya aku udah laper banget nggak tahan. Mau balik kantin males banget kalau sampai ketemu mereka lagi. "
" Ikut aku aja yukk, aku juga mau ke supermarket belanja kebutuhan dapur. Nanti sekalian mampir makan, kan aku janji mau traktir kamu. "
" Wahh ayo cuss berangkat, hehe. "
Akhirnya mereka keluar gedung juga dan melihat banyak para mahasiswi berkumpul di depan dekat parkiran. Dan seperti sedang membicarakan yang sangat menarik perhatian.
" Ini pada kenapa sih kumpul kumpul, lihat apa an sih. "
" Nggak tahu, coba tanya aja. "
Alifah yang jiwa keponya tinggi pun segera bertanya pada salah satu mahasiswi itu.
" ehh ada apa an sih kok kaya heboh banget. Liatin apa.? "
" Mana cowoknya tampan sekali . " Ucap mahasiswi lampung.
" Beneran!!! Cowoknya gimana? "
" Sana coba lihat sendiri di parkiran kalau belum pergi. "
Alifah pun segera menyeret tangan Safa keluar menuju parkiran tempat dimana yang ada cowok ganteng itu berada. Safa hanya geleng geleng kepala ketika sahabatnya itu berjalan tergesa gesa. Dan saat sampai Alifah memekik sangat keras sekali hingga menarik perhatian sekitar. Mulutnya hingga menganga lebar saat melihat sosok pria tampan yang saat tadi pagi ia lihat bersama Safa.
" SAFA!!!! OMG itu Mas Mas yang tadi pagi kan, siapa namanya aku lupa. Ya ampun Safa sempurna banget itu. Ahhh beruntungnya kamu bisa sama itu cowok. "
" Apa sih kamu lebay banget. Udah ayo kesana, kasian Mas Yudha jadi bahan perhatian para cewek disini. "
" Cieeeee, cemburu nih ceritanya. Adu duhh Safaaaa. "
" Apa an sih udah ayo jadi makan nggak.? "
" Makan sama Mas Yudha mu itu? "
" Iya lah kan aku pergi belanjanya juga sama Mas Yudha. "
Safa pun mengajak Alifah untuk berjalan mendekat ke Yudha hingga membuat para mahasiswa disana heboh sendiri.
Eeh tuh lihat si Safa sama Alifah ngapain mendekat ke cowok ganteng itu.
Mungkin mereka kenal.
Iya kali, ahh mau juga dong di kenalin.
Ihhh itu ngapain mereka nyamperin tuh cowok idaman aku. Sok kecakepan banget sihh.
Iya tuh, kecentilan banget..
Semua membicarakan Safa dan Alifah yang sepertinya sangat dekat dengan cowok tampan itu yang tak lain adalah Yudha.
" Mas Yudha udah lama nunggu? Kok nggak kasih tahu aku sih. "
" Salim dulu dong, bukan malah langsung brondong pertanyaan gitu. "
Safa pun menurut saja apa yang di kata Yudha, sedangkan Alifah? Jangan ditanya lagi bagaimana ekpresinya melihat adegan yang menurutnya itu sangat sangat manis sekali hingga Alifah menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya. Sedangkan para mahasiswa yang melihat itu pun tak kalah histerisnya.
" Sekarang jawab, udah dari tadi disini.? "
" Iya sengaja mau kasih surprise ke kamu. Dari kantor langsung kesini tadi. "
" Jadi belanja sekarang? "
" Iya dong, kan dapur udah kosongkan. "
" Tapi makan dulu ya Mas, oh iya Mas kenalin ini sahabat aku selain Mbak Dhi. "
" Ohh hai, Yudha. " Ucap Yudha seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Alifah.
" Alifah Mas sahabat Safa. " Ucap Alifah dengan membalas uluran tangan Yudha.
" Ya sudah ayo, " Yudha menggandeng tangan Safa.
" Ee ehh tunggu Mas Yudha ihh main tarik aja. Aku ngajak Alifah boleh ya, soalnya aku juga udah janji buat traktir dia makan tadi. "
" Tapi kan... " Yudha tak melanjutkan ucapannya yang merasa enggan di ganggu waktunya saat bersama Safa. Namun melihat Safa yang terlihat sedih Yudha pun jadi tak sampai hati, dan dengan berat hati ia pun menganggukkan kepalanya demi Safa.
" Yeeee, ayo Fah masuk. " Ucap Safa seraya membuka pintu mobil belakang.
" Ehh kamu mau ngapain ? "
" Aku duduk sama Alifah Mas di belakang. "
" Nggak.. Nggak ada, kamu duduk depan sama Mas. Tidak apa kan Alifah kamu duduk sendiri.? " Ucap Yudha dengan menatap dingin Alifah hingga Alifah di buat beku oleh tatapan Yudha yang sangat mengintimidasinya.
" Ii.. Iya Fa kamu di depan saja, aku biar sendiri aja di belakang. "
Safa pun dengan muka di tekuk berjalan ke arah Yudha yang sudah membukakan pintu depan samping kemudi untuknya duduk.
.
.