
Pagi ini yudha sudah mulai berangkat kerja lagi setelah sehari kemarin ia libur karna tidak enak badan.
Hari ini ada yang berbeda dari raut muka yudha, ia selalu tersenyum bila ada yang menyapanya. Berbeda dari yang sebelumnya ia selalu datar bila ada yang menyapanya kecuali dengan sahabatnya rizky.
Rizky pun menyadari perubahan pada diri yudha pagi ini. Apa karena seharian kemarin ia dirawat safa terus yudha bisa seperti sekarang ini? Berarti dia tidak salah jika mengirim safa untuk merawat yudha seharian kemarin.
Rizky bertenya tanya dalam hatinya, apa yang bisa membuat yudha bisa seperti skarang ini. Tidak ingin semakin penasaran pun rizky segera menghapiri yudha diruangannya.
Rizky masuk tanpa mengetuk pintu hingga membuat pemilik ruangan pun terkejut.
" lo itu ngagetin aja tau gak !, masuk maen nyelonong aja. untung mood gue lagi baik." ucap yudha.
" sory gue buru buru bro, gue lagi penasaran aja sama diri lo." saut rizky.
" hah ?? emang kenapa sama gue ?"tanya yudha yang mengernyitkan dahinya heran.
" ya itu kenapa sama lo, gak kaya biasanya datarrrrr aja kalau sama orang. lhahh ini napa sekarang lo murah senyum gitu ma orang orang. aneh kan ." ucap rizky dengan tatapan penuh selidik.
" apa an sih lo gak jelas banget. gue biasa aja kali. lagian lo kenapa juga ribet amat, gue datar lo cerewet gue murah senyum pun lo cerewet juga." yudha geleng geleng kepala heran dengan sahabatnya itu.
" ohh gue tau ini pasti karna kemarin safa ngerawat elo kan, iya kan ngaku deh,"
" apa an sih, udah sana kerja ,gak usah kepo deh."
Rizky pun hanya mendengus dan berlalu meninggalkan ruangan yudha. Ia sangat yakin jika dugaannya benar. Rizky pun jadi lebih semangat lagi menjalankan misinya.
Kini hari hari yudha dilewatinya penuh dengan senyuman, ia selalu mencari cari alasan agar safa bisa dekat dengannya. Dari yang meminta safa menata ruang kerjanya, untuk datang membersihkan tempat tinggalnya, bahkan terkadang ia juga menyuruh rizky agar dia memerintahkan safa untuk datang pagi pagi ke tempat tinggalnya hanya untuk memasak.
Aneh dan lucu memang apa yang dilakukan yudha. Tapi ia merasa sangat bahagia. Hingga kebahagian yang tengah yudha rasakan hilang karena yudha salah paham saat melihat kedekatan safa juga heru.
" pak rizky saya boleh minta ijin pulang lebih awal ?" pinta safa sopan pada rizky saat diruangannya.
" boleh aja, tapi boleh saya tau apa alasannya kamu minta ijin pulang cepat ?" tanya rizky seraya bersedekap.
" saya ada janji dengan seseorang pak untuk membantu mengisi acara di kafe, ya itung itung buat tambahan pak hehe."
" emang kamu ngisi apa ?"
" saya ngisi nyanyi pak, ya saya enggak enak aja pak soalnya itu permintaan dari calon kakak ipar saya insya allah."
" oh begitu emang di kafe mana? temen temen kamu ada gak fa ?" tanya rizky dengan penuh harap.
" uhm ya kalau jadi sih mereka juga dateng pak, tapi yang pasti sih si dhian yang dateng soalnya pas dia libur kerja sih." jawab safa .
" ohh ya kamu nanti WA saya ya alamatnya saya juga mau liat kamu perfom. hehe."
" ok siap pak kalau begitu saya pamit sekarang ya pak trimakasih ijinnya." safa pun bergegas pergi karna memang dia sudah ditunggu yang laiinnya di kafe milik kekasih heru kakak safa.
Rizky juga bergegas pulang karna dia ingin berjumpa dengan seseorang yang sudah menarik hatinya. Ya rizky jatuh hati pada pandang pertama dengan teman safa, siapakah dia ???
Saat rizky hendak jalan pulang yudha pun mencegahnya .
" mau kemana lo buru buru.?!" tanya yudha.
" ohh gue mau ketemu sama seseorang, sama mau liat safa perfom nyanyi. udah ya gue duluan."
" ee eeh tunggu riz, gue bosen dikamar gue ikut lo ya ." pinta yudha yang salah tingkah.
" ya udah buruan soalnya ini udah mau mulai." Yudha dan rizky pun bergegas pergi menuju tempat dimana safa akan menyumbangkan suaranya.
Di kafe yang mengadakan acara amal pun ramai pengunjung, safa dan kakaknya heru akan berduet untuk menyumbangkan suara suara indah mereka guna meramaikan acara itu.
Sang pemilik kafe yang tak lain kekasih heru pun yang mengadakan acara ini secara khusus meminta heru dan safa untuk mengisi acara dikafenya. Karna heru punya gruop band bersama teman temannya dan herulah sebagai vokalisnya sering berduet nyanyi dengan safa dikafe milik kekasihnya itu.
Penampilan pertama di isi oleh group band heru menyanyikan musik dari pop, dangdut, maupun reggae. Suara riuh penonton pun menyambut penampilan heru dan band'nya.
Rizky dan yudha baru saja masuk ke dalam kafe yang sudah penuh hingga mereka berdua tidak kebagian tempat duduk jadi dengan terpaksa mereka berdua berdiri.
Kini tiba safa yang menyanyikan sebuah lagu pun naik ke atas panggung. Riuh tepuk tangan fans menyambut safa.
" Selamat sore semuanya " sapa safa ramah dengan senyuman manisnya dan disambut sapa an dari peminatnya.
" terimakasih, saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk teman teman semua dan lagu ini juga mewakili hati saya ." ucap safa, dan band heru yang mengiringi safa.
saat aku tertawa di atas semua
saat aku meratapi kesedihanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang
selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan ku kan slalu memujamu
meskipun tak tau lagi engkau ada dimana
dengarkan aku , ku merindukanmu
itulah sepenggal lagu yang dinyanyikan safa dengan penuh penghayatan. karna memang benar ia sangat merindukan seseorang itu yang kini entah ada dimana safa pun juga tidak tau.
Dan tiba saatnya safa dan heru berduet menyanyikan lagu lagu romantis yang menghanyutkan pendengarnya. Tidak ada yang tau jika heru dan safa itu kakak beradik kecuali mereka yang sering menyaksikan penampilan safa dan heru.
Tembang iki tak gawe (lagu ini ku buat)
Mung kanggo kowe (hanya untukmu)
Seng paleng tak tenani nganti saiki
(yang paling ku cintai hingga sekarang)
*Tumetese banyu moto iki (menetesnya air mata ini)
Seng dadi seksi sumpah lan janji
( yang menjadi saksi sumpah dan janji)
Sehidup semati
Sampai kapan kan kau buktikan
Tresno tulus yo mung kanggo awakku
(cinta tulus ya cuma untuk diriku)
Sampai mati kan ku pastikan
Mergo mung kowe sek tak tresnani tekane mati
(karna cuma kamu yang ku cintai sampai mati)
Cahyo lintang ing wengi
(cahaya bintang di malam)
Gawe ayeme ati (membuat tenang hati)
Nambah nggegowo roso kangen neng sliramu ,tresnaku
( tambah membuat rasa kangen kepadamu, cintaku*)
Suasana yang diciptakan oleh chemistri antara heru dan safa membuat semua pendengar hanyut dalam keromantisan.
Tapi tidak dengan yudha, melihat keromantisan antara safa dan heru membuat hatinya panas, sangat panas.
kenapa gue datang kesini tadi kalau hanya untuk melihat ini, akkhh siall,, kenapa hati gue panas dan sakit gini, sesak sekali dada gue ya tuhan melihat apa yang ada di depan mata ini. gue pengen teriak tapi apa alesan gue ?? batin yudha.
Yudha berusaha mengontrol emosinya yang entah kenapa melanda hatinya. Tangannya terkepal erat. Ingin sekali ia menarik tangan safa menjauh dari heru. Tapi apalah daya yudha bukan siapa siapa safa. Ia juga tidak ingin membuat keributan di situ. Ini kah yang dinamakan dengan cemburu ?
Sakitt teramat sakit melihat keromantisan safa dan heru. Yudha yang sudah tidak tahan pun memilih meninggalkan tempat itu dengan hati yang berkecamuk.