Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Ijin cuti


Banyak orang yang mengatakan cinta itu buta dan banyak orang yang rela melakukan hal apa pun untuk mendapatkan seseorang yang dicintainya.


Namun, menanggapi perasaan cinta dengan berlebihan bukan hal yang baik untuk dilakukan. Jadi, saat kamu jatuh cinta cobalah untuk selalu berpikir dengan logis.


Dicintai dan mencintai adalah dua hal yang selalu diinginkan banyak orang, akan tetapi selalu tanggapilah dengan bijak agar tidak kelewat batas.


Dengan menyikapi perasaan cinta secara bijak, akan membuatmu tidak terlalu sakit hati apabila suatu hari cintamu bertepuk sebelah tangan atau harus bubar di tengah jalan.


Perasaan cinta terkadang memang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata karena saat jatuh cinta, perasaan kita akan terasa campur aduk tak keruan.


Banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan untuk memilih siapa yang terbaik untuk menjadi pendamping hidup, sebenarnya itu salah! Hanya satu hal yang terpenting, ialah dia yang mampu menjaga hatimu.


Safa pov


Ya allah,, perasaan apa ini, . Jantungku seakan kehilangan kendali untuk bekerja dengan baik, dan nafas,, ahh kenapa tiba tiba udara terasa sesak, seakan tak ada oksigen untuk ku hirup. Mas Yudha, kenapa kata kata yang diucapkan Mas Yudha membuatku seperti ini. Tidak,, dia pasti hanya bercanda, walau kedengarannya dia serius tapi aku tidak boleh menanggapi gitu aja.


Saat telfon tadi dia bilang sangat merindukanku, ahh tidak mungkin. Kalau Mas Yudha benar benar rindu kenapa dia pergi tidak pamit juga kenapa baru sekarang, setelah 3 hari tak ada kabar kenapa baru sekarang dia menghubungiku. Dan tidak ada angin tidak ada hujan dia bilang rindu??? Kalau boleh aku jujur aku merasa sangat senang jika benar Mas Yudha merindukanku, karna aku juga merindukannnya.


Rasa kantuk yang mendera seketika lenyap begitu saja saat menerima telfon dari Mas Yudha, apalagi mendengar kata rindu darinya. Ahhh hatiku jadi berbunga,,,. Namun aku harus tetap sadar diri kalau rasa ini tidak boleh lebih. Yaa lagi lagi aku teringat pesan bapak dan ibu, Jikalau ingin menjalani suatu hubungan pilihlah yang sederajat dengan kita, sama dari kalangan kita, jangan yang melebihi dari kita, karna itu tidak menjamin untuk kedepannya. Carilah yang sepadan namun juga sangat sayang pada pasangan juga keluarga.


Aku tersentak saat ibu menegurku,


" Sopo sek nelpon malem malem nduk.? "


" Ehh ibuk, ini Mas Yudha tanya kabar aja. hehe. "


" Kabar opo kabar,? napa musti malem gini nelponnya. kaya gak ono wayah ae nduk. "


" Safa ndak ngerti juga buk, "


" Awakmu seneng ya nduk sama nak Yudha, "


" Ehhh, ibuk kok ngomong gitu. "


" Ya dari wajahmu aja udah terlihat kok, "


" Nopo enggeh buk. "


" Tapi nduk, ibuk cuma kasih nasehat aja ya, ibuk juga nggak ada bosennya ingatkan kamu kan, "


" Enggeh buk, safa inget kok. "


" Ya uwis kalau gitu kamu cepet tidur, besok kerja to. "


" Iya buk, "


Ibu pun keluar dari kamarku meninggalkan aku dengan perasaan yang campur aduk. Hahh aku harus bisa mengendalikan perasaanku ini, aku nggak mau mengecewakan bapak ibuk. Rasa sakit yang tertoreh di hati bapak sama ibuk sebab harga diri yang di injak injak oleh orang berada di masa lalu menyebabkan trauma yang membekas di hati. Oleh sebab itu bapak dan ibuk selalu melindungi dan mengingatkan anak anaknya agar kejadian di masa lalu tidak terulang pada kami para anak.


Dan kenapa Mas Heru bisa berhubungan dengan Mbak Indah yang seorang pemilik kafe, ya karna itu usaha Mbak Indah sendiri yang ia rintis dari nol sejak tamat SMK dan itu pun tak luput dari dukungan Mas Heru juga karna Mbak Indah seorang yatim piatu. Jangan tanya dapat modal usaha dari mana, ya karna ia sendiri sejak kecil sudah rajin menabung juga ia sekolah sambil bekerja, jadi tabungannya dari kecil dan ditambah dengan sedikit warisan dari orang tuanya ia dirikan usaha kafe yang awalnya hanya warung kecil semakin lama menjadi besar dan berdirilah sebuah kafe yang cukup ramai pengunjung. Dan bapak juga ibu tahu perjalanan hidup Mbak Indah karna satu sekolahan dengan Mas Heru dan sering belajar bersama di rumah. Itu sepenggal kisah dari Mbak Indah calon iparku.


.


.


Pagi ini aku kembali bekerja di resto, duduk diam hanya mengawasi keadaan. Aku sendiri bingung kenapa aku hanya di suruh begini. Membosankan sekali, ditambah Mas Yudha yang selalu mengirim pesan namun tak ku baca sama sekali. Yahh karna aku hanya ingin sedikit menjaga jarak darinya saja karna aku sadar aku ini siapa.


Siang ini resto terlihat sedikit sepi namun di dapur sangat sibuk karna selalu mendapat pesanan nasi box yang lumayan banyak. Aku ingin membantu namun malah mereka menyuruhku untuk mengawasi keadaan dalam resto saja dengan dalih sudah ketentuan bos. Sudahlah kalau begitu lebih baik aku kembali ke ruangan saja.


Dan saat aku baru saja mendudukan diri di sofa terdengar dering panggilan masuk dari ponselku. Ahhh siapa lagi yang telfon, semoga bukan Mas Yudha. Dan saat ku lihat ternyata Mas heru, syukurlah, segera ku angkat panggilan itu.


" Assalammu'allaikum Mas, "


" Wa'allaikumsallam dek, kamu besok ambil cuti bisa nggak selama beberapa hari ? "


" Emang kenapa Mas ? "


" Ohh gitu, yaudah aku coba ijin cuti mulai besok deh mas, ini kan hari rabu, jadi aku bisa stay disana beberapa hari buat bantu bantu. Kebetulan ini juga nggak ada kerjaan akunya. Semoga aja bisa cuti dari besok. "


" Iya semoga aja, soalnya acaranya mau besar besaran dek, tamunya juga di jadwal biar enggak umpek umpekan. Oh ya sama ini bapak sama ibuk udah berangkat duluan sama aku juga Indah, kamu sama Dona besok naik bis aja ya, sama bapak kamu nggak boleh bawa motor sendiri soalnya. "


" Oke siap Mas, yaudah aku coba ngomong dulu sama atasan. *assalammu'allaikum, "


" wa'allaikumsallam* "


Setelah telfon terputus aku segera beralih menghubungi Mas Rizky yang pasti jelas ada.


Saat dering yang kedua Mas Rizky menjawab panggilanku.


" Hallo fa, ada apa ? "


" Uhm Mas Rizky, saya boleh minta ijin cuti tidak Mas,? untuk beberapa hari kedepan. "


" Emang kamu mau ngapain ijin cuti lama banget,? kaya cuti nikahan aja. "


" Iya memang mau cuti nikahan Mas, dan besok pagi saya udah harus berangkat ke Semarang. "


" HAHH!!! SERIUS KAMU FA,!!?? "


Duhh terkejut aku mendengar teriakan Mas Rizky sampai aku menjauhkan ponsel dari kupingku. Kenapa dia kaget gitu, hihi aku kerjain sekalian aja ah, sekali kali nggak papa, maaf ya Mas.


" Iya serius Mas, makanya saya mau minta ijin, boleh ya ???? "


" Ta tapi Fa, bentar bentar, kamu mau nikah tapi enggak undang undang gitu ? tega kamu fa. "


" Hah tega gimana, ini juga dadakan Mas,, jadi gimana ini boleh tidak saya ijin cutinya., kalau tidak boleh ya sudah jika mau di pecat juga tidak apa apa Mas saya pasrah. "


Aaaa semoga aja aku nggak beneran di pecat, cari kerja lagi susah apa lagi cuma lulusan SMA kaya aku.


" Lho lho tunggu fa, siapa juga yang mau pecat kamu, bisa bisa ada yang ngamuk kalau mau pecat kamu. ya udah kamu ijin cuti nggak papa yang penting selesai itu kamu kerja lagi. "


" Terimakasih Mas Rizky, ya sudah kalau begitu saya tutup telfonnya. "


" Eee eeh tunggu, emang acara akadnya kapan.? terus Aku boleh nggak hadir ?? Ya nanti biar aku datang sama Dhian kesana. "


" Ngapain Mas?? Jauh lho di Semarang. "


" Udah nggak papa , kirim aja alamatnya lewat WA ya. "


" Ya sudah kalau gitu. "


Setelah panggilan berakhir aku bersorak kegirangan, juga tawa yang aku tahan sejak tadi akhirnya pecah juga. Hahaha maaf Mas Rizky udah bohong, hihi nggak maksud bohong juga sih.


Yess akhirnya setelah sekian lama aku bisa pulang kampung, hahh nggak sabar pengen cepet cepet pulang. Aku dengan girang menyelesaikan karjaanku dan menunggu jam pulang.


.


.


Berbeda dengan Rizky yang saat ini tengah kalang kabut mendengar Safa ingin meminta ijin cuti nikahan. Dia bingung untuk memberi tahu Yudha atau tidak, kalau ia beri tahu nanti malah bisa kacau acara nikahan Safa, tapi kalau tidak di beri tahu bisa ngamuk juga orangnya.


Ahhh bingung gue kalau gini, kalau nggak kasih tahu kasian Yudha cintanya bertepuk sebelah tangan dan juga bisa ngamuk dia. Tapi kalau kasih tahu ntar malah Yudha bisa ngerusak acaranya kasian Safa juga. Ahhhh pusing.......


.


.


.