
Safa kini berada di taman kampus bersama cowok berkacamata yang ia selamatkan tadi. Cowok berkacamata itu tanpa berkedip memandang kagum pada sosok perempuan berkerudung yang berada didepannya ini. Dengan berani perempuan itu menyelamatkannya dari si penguasa kampus Boy Adi Winata juga putra kedua pemilik yayasan kampus ini.
.
Tak ada satupun di kampus ini yang berani melawan Boy apalagi berkelahi dengannya. Tapi perempuan ini sungguh sangat berani sekali dan baru kali ini ada yang berani dengan Boy bahkan dengan sangat keras menendang wajah tampan seorang Boy. Cowok berkacamata itu hanya bisa berdoa untuk keselamatan dirinya juga perempuan ini.
.
" Heii!! kenapa bengong juga ngelihatin aku kayak gitu sih. Kamu nggak apa kan.?" tanya Safa.
" Eehhh ii..iya aku nggak apa kok, oh ya btw makasih banget ya kamu udah mau menolongku dari cengkraman Boy dan temannya tadi. Kamu bener bener hebat banget, aku kagum banget sama kamu." ucap cowok itu.
" Iya sama sama, tadi kebetulan aja aku lewat terus lihat. Aku nggak suka aja sama kelakuan mereka yang main keroyokan gitu, apalagi sama lawan yang nggak seimbang sama mereka."geram Safa.
" Oh iya kamu anak baru ya disini.? soalnya aku baru lihat kamu di kampus ini."
" Iya aku baru disini dan mungkin hanya beberapa bulan aja disini. Kenalin aku Safa Auliah mahasiswi dari Jogja yang ikut pertukaran antar mahasiswa dengan kampus ini."
" Oh jadi kamu mahasiswa pertukaran itu. Oh ya kenalin ak...."
" Dodi!!!!! ya ampun gue cari lo dari tadi kemana aja sih hah!! Gue kawatir tahu denger si Boy cari lo. Huh nggak kebayang deh gue kalau sampai elo ketangkep sama si Boy itu."cerocos gadis berkacamata yang sepertinya teman baik cowok yang dipanggil dengan nama Dodi itu, tanpa melihat ada orang lain yang bersama Dodi sahabat nya.
" gue mah udah ketangkap kali sama si boy, Untung ada Safa yang nolong gue. kalau kagak entah gimana nasib gue di tangan Si Boy sama antek anteknya."gerutu Dodi mendengar cerocosan sahabatnya.
" apa!!! Terus lu nggak papa kan.! eh ini siapa Dod ??" ucapnya sambil membenarkan letak kacamatanya, dan baru menyadari ada orang lain yang bersama Dodi sahabatnya.
" Ya ini orang yang udah nolong gue dari cengkraman si Boy tadi. Oh ya Safa kenalin aku Dodi dan ini Rere sahabat aku juga teman fakultas aku."
" Hai kenalin aku Safa." ucap ramah Safa mengulurkan tangannya sembari tersenyum manis hingga membuat Dodi terpana melihatnya.
" hai juga aku Rere sahabat Dodi. salam kenal ya juga terima kasih sudah mau menolong Dodi dari Preman Kampus itu." ucap Rere membalas uluran tangan Safa sembari tersenyum.
" sama-sama, aku juga nggak suka lihat orang yang suka menindas sama orang yang tak bersalah."
" eh tapi ngomong-ngomong kamu berani banget sama si boy yang notabennya Preman Kampus ini, penguasa kampus, juga anak dari pemilik Yayasan kampus ini, Apa kamu nggak takut jika nanti si boy bertindak yang nggak baik sama kamu. atau membalas kamu." ucap takut takut Rere.
" hah serius lo kagak bohong?!"
" Ya ampun Re gue serius kali, ngapain juga gue bohong."
" udah udah nggak usah dibahas lagi yang penting kamu udah selamat dari siapa tadi si boy.? dan kita nggak perlu takut dengan mereka sesama manusia, kita harus takut dengan yang maha kuasa juga orang tua." ucap Safa yang sedari tadi hanya diam mendengar celotehan kedua orang yang ada di depannya itu.
" tapi Fa,. kamu harus tetap hati-hati sama si boy Dia nggak pernah Mandang musuhnya cowok apa cewek dia akan meluluh lantakkan musuhnya itu." ucap Rere khawatir akan keselamatan teman barunya ini."
" Iya bener banget itu Fa, kamu tetap musti hati-hati sama si Boy. kamu teman kita jadi Kami khawatir sama kamu."
" Iya kalian tenang saja aja."
" Safa kamu mau berteman dengan kita.?" ucap Rere ragu-ragu.
" Kenapa nggak mau, kalian lucu juga baik." ucap Safa merasa sedikit lucu dan heran mendengar ucapan Rere.
" asal kamu tahu Safa, kita berdua di sini enggak punya teman sama sekali, mereka semua tidak mau berteman dengan kami orang yang miskin apalagi cupu. mereka hanya asik membully kami." ucap sedih Rere yang mendapat tepukan dibahu kecilnya oleh Dodi.
" hei jangan sedih dong,, aku nggak mau lihat sahabat aku sedih gini. yang namanya teman apalagi sahabat itu tidak memandang mereka dari asal-usul maupun Kasta mereka tinggi atau rendah. dan asal kalian tahu kita sama aku juga berasal dari keluarga sederhana. jadi jangan merasa jika kalian berbeda dengan yang lainnya ok."
" kamu serius Safa." ucap Rere yang dijawab anggukan dan senyuman oleh Safa.
" sahabat?" ucap senang Safa.
" SAHABAT " balas kompak penuh semangat Rere dan Dodi.
" sekarang Tugas kalian adalah menemani aku sahabat baru kalian untuk keliling mengenal dan melihat kampus ini oke."
Rere dan Dodi pun dengan senang hati menemani Safa sahabat baru mereka untuk berkeliling kampus.
.
.