Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Rencana ke Bandung


Safa.. kamu jadi terpilih buat pertukaran mahasiswa ?


Iya Fah, tapi aku bingung, Bapak Ibuk pasti nggak bakal biarin aku pergi jauh dari jogja.


Kenapa nggak boleh Fa ? kan itu juga buat kebaikan kamu untuk bisa sukses. Kan juga kalau kamu bisa lolos lagi bakal terpilih buat pertukaran ke luar negri lho Fah.


Iya sih Fah, ini juga cita citaku bisa buat bangga orang tua aku walau kami cuma dari kalangan tidak mampu.


Nahh, kan kamu juga pernah cerita kalau siapa Mas kamu yang abdi negara itu kan yang udah biayain kamu kuliah, dan kalau dia tahu ini pasti dia bakal senang dan bangga sama kamu Fa. Jadi kamu jangan sampai mengecewakannya. Ini juga untuk kebaikan kamu Fa.


Iya bener kamu Fah, oke deh aku bakal ngomong pelan pelan sama bapak ibuk.


Nah gitu dong, kita semua bakal dukung kesuksesan kamu.,


.


Di kantor Yudha.


Gimana Ky dengan permintaanku kemarin, apa kamu udah dapat seperti yang aku mau.


Udah boss, tenang aja, ini orang udah masuk seleksi gue. Dan ni orang juga sepupu gue.


Baguslah kalau begitu.


Ini data data miliknya.


Yudha pun membaca dengan detail dan cermat data data calon sekretarisnya yang baru yang akan membantu Yudha di kantor pusat, karna Rizky sendiri sudah Yudha beri tanggung jawab untuk menjadi wakilnya di kantor area jogja dan jawa tengah.


Waoww amazing, masih sangat muda tapi prestasinya cukup mengagumkan.


Iya itu masih seumuran Putra. Tapi lo bisa mengandalkan orang itu. Cuma dia orangnya sedikit kaku dan cuek. Yahhh macam lo dulu gitu boss.,hehe


Sialll lo, tapi gue sekarang udah berubah Ky.


Ya lo berubah sejak ada Safa di sisi lo kan. Safa yang udah ngerubah lo menjadi kembali ke Yudha yang ceria dan hangat.


Yudha tersenyum bahagia mendengar ucapan Rizky yang memang benar adanya.


Iya lo bener banget Ky, gue juga ngerasa Safa itu penerang hidup gue, penyemangat gue, obat pesakitan gue, sumber kebahagiaan gue, pokoknya Safa adalah segalanya buat gue Ky, gue nggak tau apa yang terjadi kalau gue sampai kehilangan Safa.


Rizky sangat tahu apa yang sahabatnya itu kini tengah rasakan.


Lo tenang aja bro, gue dan bokap gue akan selalu ada di belakang lo.


Iya, makasih ya Ky, gue nggak tahu gimana jadinya gue kalau nggak ada lo sama bokap lo.


Iya sama sama, kita kan sahabat rasa keluarga, hehe...


.


.


Siang harinya Yudha sudah stand by di parkiran kampus Safa untuk menjemputnya seperti biasa.


Safa aku pulang duluan ya, sampai jumpa besok.


Iya hati hati,


Safa berjalan menuju tempat dimana Yudha sudah menunggunya. Senyumnya mengembang ketika melihat sang kekasih hatinya setia menunggu dirinya pulang.


Mas... udah lama ?


Enggak kok dek, baru juga tiga menit yang lalu sampai, ohh ya kita cari makan siang dulu gimana ?


Langsung pulang aja Mas, nanti biar aku masakin.


Ide bagus tuh, ya udah yukk... Yudha pun membukakan pintu mobil untuk Safa dan setelah Safa masuk dengan aman juga duduk dengan nyaman Yudha lekas menutup pintunya. Yudha pun melajukan mobilnya keluar kampus.


Di perjalanan Yudha terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu, dan Safa pun tahu itu.


Mas...


Iya dek, ada apa ?


Lagi mikirin apa Mas, ?


Nggak apa apa kok, ohh ya kita pulang ke apartemen dulu ya, nanti setelah makan baru Mas antar kamu pulang.


Iya aku terserah Mas Yudha aja.


Yudha pun tersenyum senang mendengarnya. Tak berapa lama mereka sudah sampai di tempat tujuan. Safa pun segera mengerjakan tugasnya untuk memasak makanan untuk mereka makan siang. Sedangkan Yudha memilih untuk berganti pakaikan santai yang lebih nyaman.


Yudha pun menyusul Safa yang tengah memasak di dapur, Yudha berjalan tanpa suara dan setelah sampai di dapur Yudha memeluk Safa dari belakang. Safa pun tersentak saat merasa ada tangan yang memeluknya dari belakang.


Astaga Mas Yudha ngagetin aja deh.


Hehe sengaja, masak apa dek.


Cuma masak ayam kecap aja Mas, sesuai persediaan di kulkas. Mas lepas dong aku nggak bisa gerak ini nanti gosong.


Oke aku lepas tapi.... tanpa kata Yudha menyodorkan pipinya ke dekat wajah Safa. Safa yang sudah sangat hapal pun langsung mencium cepat pipi Yudha, karna percuma saja Safa menolak yang ada urusan nggak kelar kelar. Yudha pun tersenyum senang dan langsung melepaskan Safa dan duduk dengan nyaman di meja makan sambil menikmati pemandangan yang menghangatkan hatinya. Memandangi calon istrinya sedang memasak dan juga melayaninya makan. Sungguh Yudha sangat bahagia sekali andai Safa sudah menjadi istri seutuhnya.


Setelah selesai makan Yudha mengajak Safa untuk berbicara di tepi kolam renang yang ada di samping ruang tamu.


Dekk, ada yang mau aku bicarain penting bisa.?


Bicara apa Mas ?


Kita duduk disana biar santai.,


Kini mereka tengah duduk di kursi santai dengan posisi berhadapan, Yudha menggenggam kedua tangan Safa erat, kedua mata mereka saling menatap dalam dan intens.


Dekk...


Dekk... aku tahu ini terlalu cepat buat kamu, tapi Mas nggak ada waktu lagi.


Maksud Mas apa, langsung intinya aja.,


Gimana kalau kita secepatnya menikah dekk, Mas nggak mau menundanya lagi. Mas tidak lama lagi akan pulang untuk mengurus kantor pusat disana dan menetap disana dek. Mas ingin kamu ikut Mas tinggal disana, sedangkan bapak sama ibuk pasti nggak akan ngijinin kita untuk tinggal bersama tanpa ikatan yang diperbolehkan agama untuk tinggal satu atap. Dekk... Mas mohon kamu mau ya..


Safa cukup tercengang dengan apa yang dikatakan Yudha, Ia sangat bingung harus bagaimana,. Disatu sisi dia ingin sekali bersama Yudha dan menikah, namun Ia juga tidak mau menikah tanpa adanya restu dari pihak keluarga Yudha.


Cukup lama Safa terdiam memikirkan semua ucapan Yudha.


Dekk... gimana ?? kamu mau kan segera menikah dengan Mas secepatnya.


Tapi Mas... Menikah itu butuh restu dari kedua belah pihak. Dan aku ingin menikah setelah kita mendapat restu dari orang tua Mas Yudha., tolong Mas Yudha ngerti..


Tapi dekk, itu akan butuh waktu lama, sedangkan aku nggak mau jauh dari kamu., aku nggak bisa ninggalin kamu disini... Kamu juga harus ngertiin aku dong.


Massss...


Safa beralih duduk disamping Yudha untuk menenangkan kegusaran Yudha, Safa tidak ingin berbicara dengan emosi Yudha yang pasti akan meledak jika Safa tidak segera mendinginkannya.


Massss.... aku juga mau ngomong bentar., begini, dikampus aku terpilih buat pertukaran mahasiswa antar kampus, dan kampus aku akan bertukar dengan universitas yang ada di bandung untuk waktu yang sudah ditentukan pihak kampus. Jadi nanti mungkin aku bisa sama Mas Yudha di bandung juga untuk berjuang meminta restu orang tua Mas Yudha. Kan juga paling enggak aku ada waktu mungkin beberapa bulan untuk mencoba pendekatan dengan keluarga Mas Yudha. Gimana ?? Dan semoga aja Bapak sama ibuk ijinin aku buat ke bandung.


Kamu serius dekk,??


Iya Mas aku serius, kita berjuang bersama ya untuk restu orang tua kamu.


Terimakasih sayang.. Aku akan terus bersama kamu, disisimu.,


Yudha memeluk Safa erat, dirinya senang Safa akan ikut dirinya ke bandung walau karna acara kampus ,namun Yudha tak peduli yang penting dirinya bisa bersama Safa.


.


Setelah mereka berbicara Safa dan Yudha memutuskan untuk langsung membahasnya dengan orang tua Safa. Berharap orang tua Safa akan menyetujuinya dan memberikan ijinnya.


Dan kini, disinilah semuanya berkumpul diruang tamu rumah Safa. Terlihat Safa sangat tegang saat ingin mengutarakan maksudnya. Yudha yang duduk disampingnya menggenggam tangan Safa agar tidak terlalu tegang.


Kamu mau bicara apa nduk ? kenapa mukamu tegang begitu. tanya Bapak setelah tak mendengar satu kata pun dari dua anak muda yang ada dihadapannya.


Safa menghirup nafas dalam dalam sebelum mengeluarkan kata kata yang sudah tersusun di memori kepalanya.


Begini Pak, di kampus kan diadakan acara pertukaran mahasiswa antar kampus, nah dikampus dari sekian banyak mahasiswa Safa terpilih untuk menjadi salah satu kandidat untuk bertukar dengan kampus yang ada di bandung.


Kenapa jauh sekali nduk, .terus nanti kamu mau tinggal dimana? sama siapa ? terus siapa yang akan jagain kamu selama di sana.


Bapak, bapak sama ibuk tenang saja, kebetulan Yudha juga minggu depan pulang ke bandung dan kemungkinan akan sangat lama berada disana, jadi bapak sama ibuk tenang saja Yudha akan jagain dedek selama disana.


Terus nanti Safa bakal tinggal dimana selama disana? kalau ngekos bapak nggak ijinin.


Bapak tenang saja, Yudha sudah menyiapkan rumah buat tempat tinggal kami disana.


Kalian bakal tinggal serumah ?


Jika bapak mengijinkan.,


Jelas bapak tidak mengijinkan, kalian kan bukan muhrim nggak baik tinggal satu rumah.


Kalau gitu biar nanti Safa tinggal di rumah yang Yudha siapkan dan Yudha akan tinggal diapartemen untuk sementara.


Terus Safa sendirian tinggal dirumah itu. Kalau nanti terjadi apa apa sama Safa gimana.? udahlah nduk kamu nggak usah kemana mana, kuliah disini aja. Bapak sanksi mau melepas kamu pergi jauh apa lagi itu kota besar.


Iya nduk... benar apa kata bapakmu. timpal Ibuk.


Tapi buk, pak, itu juga buat kemajuan Safa untuk menggapai cita cita Safa. ucap Safa yang masih kekeh.


Hening, semua terdiam sibuk dengan pikiran masing masing hingga suara Yudha memecah keheningan.


Kalau gitu ijinkan Yudha untuk menikahi Safa secepatnya bapak ibuk., ucap Yudha dengan mantap.


Dan diluar dugaannya, orang tua Safa langsung menyetujuinya.


Bapak setuju kalian menikah, karna tidak mungkin bapak buat melepas anak perawan bapak pergi jauh tanpa saudara apalagi tinggal satu rumah dengan perjaka, walau itu dengan alasan pendidikan namun bapak tetap melarang keras. Bagaimana buk.?


Kalau ibu gimana Safa saja pak, gimana nduk ?


Bapak sama ibuk kan tahu keinginan Safa jika menikah dengan Mas Yudha itu harus dengan restu orang tua Mas Yudha.


Bapak tahu tapi ini juga untuk kebaikan kamu nduk, bapak nggak mau kalau nanti kalian berbuat khilaf, tanpa sengaja melakukan dosa karna tinggal satu atap, bukannya bapak sama ibuk tidak mempercayai kalian berdua, tapi kita kan harus bisa menghindari hal yang tidak kita inginkan kelak nduk., Bapak harap kamu paham. ucap Bapak mencoba memberi pengertian pada Safa.


Tapi pak.... rengek Safa.


Ya sudah begini saja, kalian menikah secara agama dulu saja, sesuai keinginan Safa kalian menikah resmi sah agama dan negara jika sudah mendapat restu dari orang tua Yudha. Bagaimana ?


Putusan tetakhir Bapak yang tak bisa diganggu gugat jika Safa tetap memilih untuk pergi walau demi pendidikan untuk masa depannya namun sebagai orang tua yang sangat menyayangi putrinya bapak sangat khawatir jika melepas pergi anaknya sendiri di kota besar.


Baiklah pak jika itu yang terbaik. ucap pasrah Safa yang tak bisa lagi membantah Bapaknya.


Ya sudah, kapan kalian akan melaksanakannya.


Sebelum kami berangkat ke bandung Pak. timpal Yudha.


Ya sudah, bapak akan persiapkan semuanya, Yudha siapkan mas kawinnya. *Besok kita akan selenggarakan ijab qobul di masjid sini saja. Kamu siapkan saksi dari pihak kamu. Besok pagi jam sembilan kamu sudah harus siap..


Baik pak*., Yudha begitu lega dengan putusan orang tua Safa yang akan menikahkannya walau hanya secara agama namun itu sudah membuat Yudha senang.


..


..