Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Menggigil


Ke esokan paginya yudha terbangun karna mendengar suara berisik dari belakang rumah. Ia mengerjapkan matanya menyesuaikan mata dengan cahaya terang yang menyeruak dari celah ventilasi kamar milik heru. Ya ia ingat ini bukan kamarnya yang selalu hening dan temaram.


Yudha meregangkan otot ototnya yang kaku dan mengumpulkan segenap tenaga untuk bangun dan beranjak dari peraduannya. Entah Mengapa ia merasakan lemas di pagi ini dan punggungnya yang sedikit perih.


Yudha mengingat kejadian semalam ia kembali panas dan merintih seakan menahan rasa nyeri di sekujur tubuhnya. Heru yang kebetulan lewat di depan kamarnya dan mendengar suara rintihan yudha segera masuk dan melihat tubuh yudha yang menggigil kedinginan. Heru segera mengambil selimut bedcover milik safa karna hanya safa yang memiliki selimut tebal karna terkadang safa juga sering mengalami hipotermia mendadak di malam hari.


" Dekk,, wes turu durong? ( sudah tidur belum) "


" Mlebu ae mas, ( masuk aja mas ) "


" Dekk selimut bedcovermu mana.? Iku si mas bro ndrodok awake. Mriang tenanan kayane dekk. ( itu si mas bro menggigil badannya. Meriang beneran sepertinya dek.) "


" Itu mas dalam lemari. Ayo adek ikut. "


Heru dan safa melangkah ke dalam kamar heru dan melihat keadaan yudha yang masih sama seperti yang di katakannya tadi. Safa segera pergi ke dapur untuk membuat teh hangat untuk yudha dan sedangkan heru menyelimuti yudha dengan selimut tebal. Safa masuk ke dalam kamar heru dengan membawa segelas teh hangat untuk segera di minumkan yudha.


Safa duduk di pinggir ranjang mencoba mendudukkan yudha membantunya untuk meminum teh hangat agar badannya sedikit menghangat.


" Apa panggil ibuk ae dekk. "


" Ampun mas, kasian ibuk nembe sare kecapekan. "


" Lha terus gimana., "


" Udah biar safa aja yang ngrawat mas yudha. "


" Kamu yakin dek. "


" Enggeh mas, ambilkan minyak kayu putih aja biar aku kerokin badannya. , kaya ibuk kalau ngerawat kita sakit mas. ini juga kayanya sama kaya aku mas yang suka hipotermia ,jadi aku bisa nanganinnya."


" Ya sudah, ini minyaknya, kalau ada apa apa panggil mas di ruang tamu ya. "


Yang di jawab safa dengan anggukan dan senyuman. Heru pergi keluar dan menghampiri teman temannya yang malam akan menginap di rumah.


" Kenapa ru kok tadi kaya panik gitu. "


" Oh itu tadi sodara jauh sakit, sekarang udah dirawat sama safa. "


" Oh gitu, adekmu memang top, udah manis, pinter, perhatian lagi. "


.


.


Di dalam kamar safa tengah membalur kaki serta tangan yudha dengan minyak agar tubuhnya menghangat. Lalu safa menaikkan baju yudha sampai leher lalu menggunakan koin dan minyak ia gunakan untuk mengerik punggung yudha membuat pola memanjang ke samping. Cara pengobatan tradisional jawa jika seseorang masuk angin.


Setelah selesai safa menurunkan lagi baju yudha dan kembali memberikan teh hangat untuk di minum yudha. Setelah Itu safa merebahkan badan yudha kembali dan menggulung badan yudha dengan selimut bedcover miliknya. Memang sedikit kesusahan karna badan yudha yang lebih besar dari badan safa juga tubuh yudha yang kekar dan atletis membuat safa sedikit kewalahan. Kemudian safa membalut kepala yudha menggunakan selimut yang agak tipis hingga hanya wajah tampan yudha saja yang terlihat.


Safa sedikit tertawa geli melihat tubuh yudha yang seperti lemper itu.


Hihi lucu banget kalau kaya gini. Aku foto buat kenang kenangan ahh hihi.


Kasian mas yudha, untung tadi ikut pulang kalau enggak siapa yang ngrawat dia kalau kaya gini.


Safa memandangi yudha yang masih menggigil itu. Kemudian ia mengambil bantal juga guling untuk membantu menghangatkan badan yudha. Lalu safa duduk di samping yudha tidur, ia menyenderkan punggungnya di sandaran tempat tidur dan tak lama ia pun tertidur.


Tengah malam yudha terbangun karna merasakan gerah di tubuhnya. Ia membuka matanya dan tatapannya terpaku pada sosok yang tengah tertidur pulas dengan posisi duduk menyender disandaran tempat tidur.


Seulas senyum tercipta di bibir sexinya melihat gadis yang merawatnya tidur di sampingnya. Saat ingin menggerakkan tubuhnya, yudha merasa kesusahan dan ia baru tersadar jika tubunya sudah seperti kepompong.


Yudha dengan perlahan membuka lilitan selimut tebal yang menggulung tubuhnya itu. Setelah terbuka semua yudha menggendong tubuh safa membawanya dan membaringkan safa di kamarnya, tak lupa pula yudha menyelimuti tubuh mungil safa agar tidak kedinginan karna malam ini udara terasa sangat dingin sekali. Dan sebelum yudha beranjak


cup


Yudha mencium kening safa dengan penuh perasaan. Lalu ia beranjak keluar dari kamar safa tak lupa menutup kembali pintu kamar. Yudha berjalan ke depan ruang tamu dan ia sedikit terperangah dengan tubuh orang orang yang tergelatak di lantai beralaskan karpet.


Ini semua teman teman heru ya, apa mereka tidak kedinginan tidur dengan alas karpet gitu.


Yudha kemudian melangkah masuk ke dalam kamar lalu keluar lagi membawa selimut yang tadi ia pakai untuk menyelimuti badan heru,. Ia merasa tidak enak karna kamarnya ia pakai sedangkan heru tidur beralas karpet.


Yudha kembali membaringkan tubuhnya yang sudah sedikit mendingan itu dan kembali memejamkan matanya seraya senyuman yang tak luntur dari wajahnya. .


.


.


.