
Setelah kepergian orang tua Safa kini hanya ada Yudha yang dengan sabar dan setia menemani dan menunggu Safa bangun dari lelapnya. Yudha menarik tempat tidur yang memang disediakan untuk keluarga pasien yang menunggu lalu ia satukan dengan ranjang pasien agar ia bisa istirahat dan tidur dekat dengan Safa.
.
Digenggamnya erat tangan Safa lalu di kecupnya dengan penuh cinta kasih sayang. Ia pandangi lama wajah Safa yang terlelap namun dering ponsel mengalihkan pandangannya dari wajah Safa ke ponsel yang ia letakkan di meja dekat tempat tidur.
.
Terlihat nama Rizky yang tengah menghubunginya.
" Halo ky. "
" Halo Yud, ini udah gue udah sampai rumah sakit bawain baju ganti buat lo tapi gue di tahan sama satpam depan pintu masuk bangsal. Nggak boleh masuk karna udah larut malam. "
" Ya udah gue samperin lo bentar. "
" Ya gue tunggu. "
Panggilan pun terputus dan Yudha bergegas menghampiri Rizky yang menunggu di depan pintu masuk bangsal tempat Safa dirawat, dikarenakan sudah larut malam satpam pun tidak memperbolehkan Rizky masuk berdasarkan peraturan dari rumah sakit yang tak bisa dilanggar jadi Rizky tak bisa semaunya.
.
Sebelum Yudha keluar ruang kamar perawatan Safa ia kecup kening Safa dan segera melangkah keluar karna tak mau meninggalkan Safa sendiri terlalu lama.
.
Namun saat Yudha baru saja keluar dan menutup pintu, Safa siuman dan membuka perlahan matanya lalu mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan cahaya yang ada.
Aku dimana..?? tempat apa ini..?? ini bukan kamarku.. gumam Safa.
Dan saat menggerakkan tangan kirinya ia bingung karna tak bisa bergerak bebas dan saat matanya melihat tangannya disitu tertancap jarum infus.
.
Safa mencoba mengingat apa yang terjadi. Dan saat ingatannya kembali ia menangis dan menjerit dan berteriak pilu.
.
Hiks hiks...Aaaaaaa hiks hiks... tidakkkkk.. ibuuuukkkkk.. hiks hiks aku kotorrr. ...haaaaaaa..... huhuhu.. aku .. aku sudah kotorrrr.. Mas Yudha maafin aku... hiks hiks.. aku nggak bisa jaga kehormatanku sendiri.. hiks hiks maafin aku Masss.. huhuhu
Tangis pilu Safa, dengan kasar Safa menarik lepas jarum infus yang tertancap di tangannya hingga menimbulkan sedikit luka robekan sampai mengeluarkan darah.
.
Ia turun dari ranjang namun karna kakinya tak ada tenaga dan tubuhnya lemas Safa pun terjatuh dan selimut yang ia pakai sampai terseret jatuh dan tangannya pun menyenggol tiang infus hingga jatuh menimpanya keningnya hingga menimbulkan sedikit memar.
.
Safa terduduk dibawah dan menangis terisak, ia sudah tidak peduli dengan darah yang terus keluar dari tangannya yang terluka, pikirannya kalut, yang ada dipikirannya hanya dirinya sudah kotor dan juga sudah mengecewakan seluruh orang terkasihnya terutama Yudha calon suaminya. Ia berharap segera tiada karna kehabisan darah.
.
Sedangkan Yudha yang kini sudah bertemu Rizky segera mengambil tas yang berisi baju ganti untuknya.
" Makasih ya Ky lo udah mau gue repotin. "
" Lo itu kayak sama siapa aja, kita sahabat rasa keluarga bro, jadi jangan ngomong kaya gitu, udah tugas gue . Ohh ya ini sama makanan buat lo, gue tahu lo belum makan kan dari siang. "
" Makasih banyak ya bro, ya udah gue masuk dulu takutnya Safa siuman dan nggak ada orang yang menjaga. "
" Iya sama sama, ya udah sana masuk, gue pulang dulu, kalau ada apa apa kabari gue langsung. "
" Oke, hati hati di jalan. "
Rizky menepuk pelan bahu Yudha lalu beranjak pergi dari sana, Yudha pun segera melangkah kembali kedalam bangsal menuju ruangan Safa.
Dan saat Yudha masuk....
SAFAA!!!
Alangkah terkejutnya Yudha saat masuk melihat ranjang Safa kosong berantakan juga suara isakan tangis yang ia dengar dari bawah ranjang rawat Safa.
.
Mata Yudha kembali terbelalak saat melihat darah yang bercecer di atas ranjang, Yudha segera menekan tombol untuk memanggil suster jaga.
" Dedek ya ampun!!! "
Yudha pun segera mengangkat tubuh Safa dan meletakkan kembali diatas ranjang rawat.
... Suster!!! suster!!!. " Teriak Yudha disambungan langsung darurat.
" Hiks hiks.. Mas Yudha maafin aku.. hiks hiks.. "isak Safa.
" Sssttt kamu nggak salah apa apa. " ucap lembut Yudha sambil memeluk tubuh Safa yang masih lemah, seraya tangannya menekan luka Safa mencegah darah keluar lebih banyak lagi.
Suster jaga langsung datang terburu buru masuk ruang rawat Safa dan langsung mengobati luka robek ditangan Safa.
" Suster tolong cepat ini darahnya terus keluar. " ucap panik Yudha saat melihat suster berlari masuk.
" Ini kenapa bisa begini Pak.? "tanya suster itu memegang tangan Safa yang luka dan segera mengobatinya.
" Saya juga tidak tahu sus, tadi saya baru keluar sebentar, dan masuk sudah sperti ini."ucap gusar Yudha dengan masih tetap merengkuh tubuh Safa yang terus menangis.
Setelah Suster selesai mengobati luka Safa dan kembali memasang infus ditangan yang tidak luka ia pun berpesan.
" Tolong jangan sampai pasien melepas paksa infus lagi ya, apalagi kemungkinan pasien tadi melepasnya dengan kasar jadi sampai sedikit robek seperti ini. Untung saja yang robek bukan saluran vital pasien. " ucap suster sebelum pergi.
" Baik sus terimakasih. "
" Sama sama, tolong segera panggil suster jika terjadi sesuatu. "
Suster pun keluar meninggalkan dua insan yang dilanda kepedihan.
" Kamu kenapa nekat gini sih dek, apa kamu udah nggak sayang sama Mas, juga keluarga kamu hah?? "
" Aku udah ngecewain semuanya Mas, aku juga udah ngecewain Mas Yudha. hiks hiks,,, aku sudah kotor Mas, huhuhu. Aku udah nggak pantas buat Mas Yudha..."
" Sssstt ... Dedek dengerin Mas,. Kamu enggak mengecewakan siapa pun.. nggak ada yang kecewa sama kamu.. oke.. Dan satu lagi.. kamu enggak kotor. Kamu masih suci sayang.. "ucap lembut Yudha.
" Aku nggak mungkin masih suci Massss.., Mereka hiks hiks... me..mereka udah.. hiks hiks huhuhuuuu.... " Safa tak sanggup melanjutkan kata katanya, itu terlalu menyakitkan untuk Safa.
" Ssssttt ... percaya sama kata kata Mas.. Mas nggak akan pernah meninggalkan kamu apapun yang sudah terjadi sama kamu oke. Jadi stop bicara seperti itu. "
" Tapi Mas... hiks.. "
" Udah, stop, jangan bicara lagi. Kamu harus tenang, lupakan yang sudah terjadi. Nggak usah di ingat ingat. Kamu ingat saja kenangan indah dan manis yang pernah kamu lalui. Tutup kenangan buruk. Kamu nggak mau kan membuat semua sedih akan kondisi kamu. "
" Iya Mas, maaf udah membuat semua khawatir dan sedih dengan apa yang udah terjadi sama aku.. hiks.. " Safa pun memeluk Yudha erat dan menumpahkan tangisannya dipelukan Yudha.
Yudha membelai lembut rambut dan punggung Safa untuk menenangkannya.
" Udah dong jangan nangis terus, nanti kalau matanya bengkak gimana??? " Namun tangis Safa pun tak juga reda.
The road that shined exceptionally
Standing there
I am waiting for you
It’s not cold
If you are in my arms
I can feel the warmth
You’re my everything
Your day and night
I want to protect you
You are a miracle to me
Hope to see
Smeared inside me
A gift called you
You’re my night and day
Waiting for this street
Drawing you again
An extraordinarily long day
I need you to be warm
Just like that
Do nothing
Because I can live with it alone
You’re my everything
Your day and night
I want to protect you
You are a miracle to me
Hope to see
Smeared inside me
A gift called you
You’re my night and day
Waiting for this street
Drawing you again
There seemed to be no end
At the end of the long wait
You’re the one
You’re my everything
Your day and night
I want to protect you
You are a miracle to me
Hope to see
Smeared inside me
A gift called you
You’re my night and day
Waiting for this street
Drawing you again
Suara merdu Yudha bagai mengandung obat penenang yang langsung bisa membuat Safa tenang dan terlelap dalam pelukan Yudha. Setelah merasa Safa lelap Yudha segera membaringkan kembali tubuh Safa, dikecupnya dengan hati hati luka Safa lalu beralih ke kening yang terdapat memar sebelum Yudha beranjak membersihkan diri dan berganti pakaian bersih.
.
.
.
________&&&&
Jalan yang sangat bersinar
Berdiri disana
aku menunggumu
Tidak dingin
Jika kamu dalam pelukan ku
ku bisa merasakan kehangatan
Kaulah segalanya bagiku
kamu siang dan malam
Aku ingin melindungimu
kamu adalah keajaiban bagi ku
Berharap untuk melihat
Diolesi di dalam diriku
Sebuah hadiah memanggilmu
Kamu adalah siang dan malam bagiku
Menunggu jalan ini
Menggambarmu lagi
Hari yang sangat panjang
Apa yang benar-benar oke
Aku ingin kamu hangat
Seperti itu
Tidak melakukan apapun
Karena aku bisa hidup dengan itu sendiri
Kaulah segalanya bagiku
kamu siang dan malam
Aku ingin melindungimu
kamu adalah keajaiban bagi ku
Berharap untuk melihat
Diolesi di dalam diriku
Sebuah hadiah memanggilmu
Kamu adalah siang dan malam bagiku
Menunggu jalan ini
Menggambarmu lagi
Sepertinya tidak ada akhir
Di akhir penantian panjang
Kamu satu-satunya
Kaulah segalanya bagiku
kamu siang dan malam
Aku ingin melindungimu
kamu adalah keajaiban bagi ku
Berharap untuk melihat
Diolesi di dalam diriku
Sebuah hadiah memanggilmu
Kamu adalah siang dan malam bagiku
Menunggu jalan ini
Menggambarmu lagi
💕💕💕💕💕💕💕💕