Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Bertemu kembali


Kini Shafa dan Yudha sudah berada di supermarket untuk berbelanja kebutuhan dapur dan rumah. Untuk menghemat waktu Safa berbagi tugas dengan Yudha. Mereka berdua berpencar mencari barang yang sesuai kebutuhan yang sudah dicatat oleh Safa, Safa bertugas untuk mencari barang kebutuhan dapur, sedangkan Yudha mencari barang untuk kebutuhan rumah.


" Dek Kita pisah di sini ya, nanti kita ketemu di dekat kasir oke, Ingat... jaga mata dan jaga hati kamu,."


" Ih apaan sih jangan lebay deh, Mas Yudha tahu persis hati ini untuk siapa, kalau bukan kamu. yang ada Mas Yudha itu yang harus jaga mata dan juga hati."


" kamu pun juga tahu seluruh yang ada pada diri ini hanya untuk siapa kalau bukan kamu. Aku hanya milik kamu seorang dan kamu hanya milik aku seorang tak ada yang boleh mengambil kamu dari sisi seorang Arya Yudha Pratama.!"


" iya iya aku tahu itu. udah sana buruan Mas Yudha cari barang barang yang udah aku catat di catatan yang Mas Yudha pegang."


" aaaa sayang kita cari bareng bareng aja ya... aku nggak mau pisah sama kamu barang semenit saja udah seperti sebulan bagi aku. ya ya ya sayang please......."rengek Yudha yang tak mau berpisah dengan Safa istrinya. padahal hanya berpisah untuk beberapa menit tidak sampai berjam jam untuk membeli barang yang sudah Safa catat.


" Mas Yudha Please deh kalau begini terus kita hanya membuang buang waktu. terus kapan kita pulangnya, aku udah sangat lelah, apalagi besok aku masih harus mengurus soal kuliah aku."


" ya sudah kalau kamu lelah, kamu istirahat saja di foodcourt di sebelah sana, biar Mas aja yang belanja barang kebutuhan, sini daftar belanjanya berikan kepada mas."


" aku nggak mau, ini sudah menjadi tugas aku sebagai seorang istri untuk membeli kebutuhan untuk rumah. jadi alangkah senangnya aku aku jika Mas Yudha sebagai suami membantu meringankan tugas istri hehehe, sudah ayo kita Cepat selesaikan tugas belanja ini agar kita cepat pulang dan beristirahat."


Yudha pun akhirnya hanya bisa tersenyum bahagia mendengar ucapan Safa dan segera menjalankan apa yang sudah dititahkan oleh sang istri tercinta.


.


Saat Safa berada di etalase sayur dan saat akan mengambil salah satu sayur yang ada ternyata juga ada seseorang yang akan mengambil sayur yang sama dipilih oleh Safa. Safa dan seseorang itu saling menatap.


" Eh kamu, Hai apa kabar?? masih ingat aku kan? yang waktu itu kamu tolong saat aku hampir tenggelam." ucap perempuan itu.


" kamuu??? Oh iya aku ingat kamu Sherly??" ucap Shafa dengan setengah berpikir mengingat-ingat nama itu.


" Iya aku Sherly yang kamu tolong waktu itu, jangan bilang kamu lupa ya! kita juga sempat bermain bareng loh dengan teman-teman kamu di pantai."


" Oh iya tentu aku ingat. Kamu apa kabar?"


" kabar Aku baik. Oh ya kamu di sini sama siapa? kamu liburan di sini atau gimana?"


" Aku di sini sama suami lagi belanja untuk kebutuhan rumah yang baru aku tempati bersama suami ku.Aku ada di sini di Bandung mengikuti pertukaran mahasiswa di kampus aku di Jogja dengan kampus yang ada di Bandung, dan Kebetulan juga suami aku orang Bandung."


" jadi kamu udah menikah ya, tapi Setahuku kamu masih sangat muda dan maaf umur kamu sama aku beda 2 tahun di bawahku tapi kamu bisa menikah lebih dulu dari aku, kamu hebat banget. sedangkan aku cowok aja nggak punya apalagi menikah, hah nasibku tak sebagus kamu." ucap Sherly lesu.


" Mbak Sherly kan cantik dan sempurna mosok cowok nggak punya aku nggak percaya ah," ucap Safa tak percaya.


" kita bisa jadi sahabat, dan sahabat aku juga sahabat Mbak juga. Itupun kalau mbak Sherly bersahabat dengan aku yang hanya orang biasa. hehehe."


" kamu serius Safa.... kamu mau jadi sahabat aku.???"


" serius lah Mbak ngapain juga enggak serius."


" Wah aku mau banget serius ya nggak bercanda kan... Berarti sekarang kita sahabat ya. Aku senang banget Safa bisa bersahabat dengan kamu dan juga sahabat sahabat kamu."


" hehehe iya mbak."


" oke sekarang aku minta nomor ponsel kamu biar kita bisa berkomunikasi."


Mereka pun bertukar nomor ponsel masing masing setelah itu Sherly memeluk Shafa sebagai tanda awal persahabatan mereka. setelah asyik mengobrol berdua akhirnya Sherly pamit untuk pergi dahulu karena ada urusan yang harus ia kerjakan.


" oh iya Safa Maaf banget aku nggak bisa berlama lama di sini, tapi beneran aku masih ingin sekali ngobrol banyak sama kamu sambil nongkrong di cafe tapi aku harus pergi sekarang karena masih ada urusan yang harus aku kerjakan. tapi kapan kapan kita masih bisa bertemu lagi kan?"


" Iya mbak kan kita juga bisa saling ngobrol lewat HP."


" Oh iya aku lupa hehehe, ya sudah aku pamit dulu ya, nanti aku hubungin kamu. Goodbye Safa." setelah ber cipika cipiki Sherly pergi meninggalkan Safa.


" dahhh... hati hati di jalan mbak Sherly."


Safa pun melanjutkan kembali acara berbelanja nya yang sempat tertunda karena asik berbincang dengan Sherly sahabat barunya. tak berselang lama Safa sudah selesai mengambil barang keperluan dapur dan segera mencari keberadaan Yudha yang ternyata sudah menunggunya di tempat yang tadi disepakati mereka berdua.


" Mas Yudha udah lama menunggu nya?"


" Enggak kok Baru juga sampai, Sudah selesai cari barang barangnya?"


" sudah kok ayo kita ke kasir Bayar terus pulang aku sudah ingin cepat sampai rumah."


Yudha pun mengangguk dan mengambil alih troli Safa yang sudah penuh dengan barang kebutuhan dapur. awalnya Safa enggan untuk memberikan troli nya yang penuh dengan belanjaan pada Yudha karena Safa melihat troli belanja milik Yudha juga penuh dengan barang kebutuhan rumah pasti berat jika harus mendorong troli miliknya juga, walau bagi Yudha itu tidak berat sama sekali. namun karena Yudha sudah menatapnya tajam Safa pun hanya bisa menurut dan hanya membantu mendorong troli itu.


Pikir Yudha lebih baik dirinya saja yang lelah membawa barang barang belanjaan mereka daripada melihat Safa istrinya tercinta kelelahan dan keberatan membawa belanjaan mereka.


.


.