Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Eps. 150


📖 📖 📖


.


🎬


.


🎶 🎶 🎶


Aku tak percaya lagi dengan apa yang kau beri


Aku terdampar disini tersudut menunggu mati


Aku tak percaya lagi akan guna matahari


Yang dulu mampu terangi sudut gelap hati ini


🎶


Aku berhenti berharap


Dan menunggu datang gelap


Sampai nanti suatu saat


Tak ada cinta ku dapat


🎶


Kenapa ada derita bila bahagia tercipta,?


Kenapa ada sang hitam bila putih menyenangkan


🎶


Aku pulang tanpa dendam


Ku terima kekalahanku


Aku pulang tanpa dendam


Ku salutkan kemenanganmu


🎶


Kau ajarkan aku bahagia


Kau ajarkan aku derita


Kau tunjukkan aku bahagia


Kau tunjukkan aku derita


Kau berikan aku bahagia


Kau berikan aku derita


🎶 🎶 🎶


Safa terus berjalan cepat dengan berderai air mata, ia bahkan tak peduli dengan banyak nya mata yang memandang dirinya dengan berbagai ekspektasi.


.


Kakinya terus melangkah dijalanan ramai tanpa mempedulikan keselamatan nya sendiri bahkan sepertinya ia sampai melupakan janin yang ada di dalam perutnya.


.


Hingga karna tak memperhatikan jalan Safa nyaris saja tertabrak mobil yang melintas.


*Tiiiiiinnnnnnn


Cekkkiitttttt*


Body depan mobil dan tubuh Safa kurang beberapa centi saja nyaris bersatu. Untung pengemudi mobil menginjak rem dengan cepat dan tepat, jika tidak entah apa yang terjadi.


.


Pengemudi mobil turun dengan marah menghampiri tubuh Safa yang masih berjongkok dengan tangan yang melindungi kepalanya.


Suara pintu mobil yang tertutup dengan keras nya oleh sang pemilik.


" Heh Mbak kalau jalan lihat lihat dong.!!! Kalau sampai ketabrak tadi gimana hah.!!! Saya itu buru buru tahu.!!"bentak pengemudi yang seorang laki laki tampan dan terlihat sangat buru buru.


.


Safa tak merespon, tubuh nya gemetar hebat, ia hanya bisa menangis tersedu sedu hingga membuat sang pengemudi itu menarik bahu Safa agar berdiri.


Dan saat pengemudi itu hendak membentak untuk yang kedua kalinya, ia terkejut bukan main hingga kedua bola mata nya pun membulat.


" Safa.??!!!" seru pengemudi itu.


Safa yang di panggil dan seakan familiar dengan suaranya pun mendongak menampilkan wajahnya yang kacau sebab banjir oleh air mata.


" Bang Ed.!!" dengan reflek dan tanpa sadar Safa menghambur memeluk erat tubuh tinggi tegap yang berdiri di depan nya. Safa tak peduli dengan apapun, yang hanya ia inginkan saat ini meluapkan semua rasa sesak di hatinya.


" Safa ini beneran kamu.?! Aku nggak lagi mimpi kan.?" gumam Edy yang masih syok dengan keadaan saat ini, namun saat merasakan baju kemejanya yang basah ia baru tersadar dan yakin jika ini bukan mimpi, di tambah kerumunan orang orang yang semakin ramai dan bertanya membuatnya segera membawa Safa masuk ke dalam mobilnya.


" Ada apa ini Mas ?"


" Oh tidak ada apa apa Pak, ini teman saya tadi hampir tertabrak mobil saya. Maaf saya permisi."


Edy melepas pelukan Safa dan merangkulnya." Ayo masuk mobil dulu Fa."


Safa hanya diam mengikuti langkah Edy yang membawanya masuk ke dalam mobilnya. Air mata Safa masih terus menetes tanpa jeda, hingga membuat Edy di pertemuan tak terduga nya dengan Safa merasa bingung dan panik karna sebab apa Safa menangis, kesal karna apa yang sudah membuat Safa menangis tersedu sedu bahkan hampir tertabrak olehnya, juga sesak dan sakit karna melihat gadis yang pernah ia cintai kini tengah menangis dan terlihat begitu sedih, sungguh sangat kacau keadaan Safa saat ini.


.


Sedangkan sekretaris Jo yang sudah berlari menyusul Safa keluar gedung melihat keramaian di dekat area kantor menjadi panik dan khawatir takut terjadi sesuatu pada Safa.


Dan benar saja Jo melihat dari kejauhan Safa tengah di rangkul oleh seseorang lelaki asing memasuki mobil yang sepertinya milik lelaki itu.


Saat Jo berlari mendekat dan berteriak ia sudah terlambat, mobil yang membawa Safa sudah melaju dengan cepat.


" Akkhhh sial.!!! Ya tuhan apa yang terjadi dengan Safa. Siapa lelaki yang membawa Safa tadi, dibawa pergi kemana Safa. Lindungi Safa dimana pun berada Tuhan.


Sekertaris Jo mencoba bertanya pada seseorang salah satu kerumunan tadi.


" Pak maaf tadi apa ya.?"


" Oh tadi itu ada cewek yang hampir ketabrak mobil Mas."


" Lalu cewek tadi di bawa kemana ya Pak."


" Mana saya tahu Mas, katanya sih tadi temen nya."


Jo pun terdiam memikirkan sesuatu sebelum kembali ke kantor kembali.


.


Edy meraih botol minum yang selalu tersedia di mobil nya lalu membuka tutup dan memberikan minum pada Safa agar Safa sedikit tenang.


" Minum dulu Fa biar kamu sedikit tenang."


Melihat tangan Safa gemetaran Edy berinisiatif untuk langsung membantu Safa minum dengan tangan nya yang memegang botol dan kepala Safa.


Setelah melihat Safa agak sedikit tenang walau masih terus meneteskan air mata, Edy mencoba untuk mengajak bicara Safa pelan.


" Kamu kenapa Fa.? Kenapa kamu menangis hem.?" Edy mengusap air mata Safa yang terus mengalir dengan jari jarinya penuh kelembutan.


Safa yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya. Ia menangis dalam diam. Melihat respon Safa, Edy kembali berinisiatif untuk mengantar Safa ke tujuan nya.


" Kamu disini sama siapa,? Kamu tinggal dimana.? Aku antar kamu pulang ya."


Safa menggeleng lemah, jujur ia tidak ingin bertemu dengan siapapun saat ini, apa lagi bertemu dengan Yudha. Ia ingin menenangkan hati nya lebih dulu.


" Ya sudah kalau kamu nggak mau pulang, tapi jangan nangis lagi dong, aku sedih kalau lihat kamu nangis kayak gini. Sekarang kalau kamu ikut aku dulu gimana,? Aku harus menghadiri pertemuan penting sekarang."


Safa mengangguk setuju Edy pun segera melajukan mobilnya kembali ke tempat tujuannya saat ini yang sempat terhenti tadi.


.


🎬 📖📖📖📖 🎬


.


.