Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Happy birthday


Di kegelapan malam itu sungguh sangatlah aneh, siapa yang kurang kerjaan bermain piano di tengah malam yang gelap ini. Namun pikiran Safa kosong, hatinya hampa sakit tak ter peri ketika seseorang yang sangat ia cinta dan sayangi telah pergi meninggalkannya lagi, ya lagi.


.


Saat pertama Yudha meninggalkannya ketika mereka masih kanak kanak, dan sekarang ketika mereka sudah dewasa dan saling terikat satu sama lain, katakanlah mereka terikat oleh cinta.


.


Safa melamun namun matanya terus saja mengalirkan air mata yang tak kunjung surut.


.


 I smell a familiar fragrance in the air


the breeze that blew around you now blows across to me


In my heart, maybe it was the light you made shine upon me


that light shields me from hurtful sorrows


Love you, thinking if you now


I close my eyes again


I love you, if i  could fill your two eyes


I love you, if I could show you my smiles


I could give you all the bright stars in the sky


I love you If I could show you my love


I love you, if you could teach me you heart


I'd follow whatever you do


love you love you love you forever


I'm walking right behind you beneath the moonlight


look at me a little more closely


Should I ask the cloud to let the rain fall for you once again


So I could hold on to your wet heart


Love you, thinking if you now


I close my eyes again


love you, if i  could fill your two eyes


I love you, I f I could show you my smiles


I could give you all the bright stars in the sky


I love you If I could show you my love 


I love you, if you could teach me you heart


I'd follow whatever you do


love you love you love you  only you


.


Safa mendengar seseorang bernyanyi setelah mendengar suara piano, dan lalu suara seseorang itu bernyanyi dengan iringan piano. Safa tertegun saat menyadari pemilik suara itu. Secercah harapan mulai muncul di hati Safa, ia mencoba bangkit dari duduknya, walau kakinya gemetar namun tak menyurutkan langkahnya untuk mencari sumber suara itu.


.


Safa berjalan sambil bertumpu pada tiang infus yang ia seret kemana pun ia berjalan. Langkah Safa terhenti ditengah tengah, ia bingung harus ke arah mana, suara itu menggema di sekelilingnya. Safa menangis frustasi tak bisa menemukan asal suara itu, setiap ia datang mendekat ke asal suara ternyata itu suara yang keluar dari speaker.


.


hiks hiks... MAS YUDHAAAAAAA.........hiks hiks.....kamu dimana huhuhu Massssss.....


Tubuh Safa ambruk di atas pasir pantai. Tanpa Safa tahu banyak orang yang menyaksikan kepiluan Safa, mereka ikut bersedih melihatnya menangis seperti itu, namun itu tak kan lama karna...


Byakk


Tiba tiba ada lampu menyala dan menyorot seseorang yang tengah memainkan piano sambil bernyanyi merdu, seseorang yang Safa cari sedari tadi.


Safa masih belum jelas dengan apa yang ia lihat karna kedua matanya buram akibat air mata yang menumpuk. Safa masih terdiam mengamati orang itu, namun ada yang aneh dengan orang itu, kenapa pakaiannya terlihat sangat rapi sekali. Ia memakai pakaian resmi seperti akan menghadiri acara.


.


Seseorang itu sudah menyelesaikan lagunya dan bangkit dari duduknya. Safa masih terdiam merasa tidak percaya dan bingung dengan apa yang sedang ia lihat. Safa mencoba bangkit dan menajamkan pandangannya. Saat matanya bisa melihat dengan jelas siapa yang ada dihadapannya ia langsung berjalan cepat meski tertatih tatih menuju tempat seseorang itu berdiri dengan merentangkan kedua tangannya seolah menanti diri Safa yang akan menghambur ke dalam dekapannya.


.


Safa berjalan cepat dan melepaskan infusnya lalu melemparnya ke sembarang arah tanpa orang diseberang itu tahu apa yang dilakukan oleh Safa karna lampu hanya menyorot ke arah orang itu saja.


.


Semakin dekat dengan orang itu jantung Safa semakin berdetak cepat, berharap ini bukanlah mimpi belaka.


Ini bukan mimpi kan, ini bukan khayalanku saja kan, ini nyata kan... Safa seperti merapal doa sepanjang kakinya melangkah mendekat ke orang itu berdiri.


.


Kini Safa sudah hampir sampai tinggal beberapa langkah ia langsung berlari memeluk erat orang itu seperti takut jika tidak erat orang itu akan meninggalkannya lagi.


Hiks hiks,. ini bukan mimpi... hiks hiks Mas Yudha.... Aku minta maaf Mas,, aku janji nggak akan bersikap yang menyakiti seperti itu lagi sama Mas Yudha, hiks aku janji Mas, tapi ku mohon jangan tinggalin dedek sperti dulu lagi huhuhu,. jangan tinggalin dedek sendiri lagi....Safa terisak di pelukan orang itu yang tak lain adalah Yudha.


Yudha tersenyum mendengar ucapan Safa.


Iya sayang, ini aku . Kamu tidak sedang sedang bermimpi.. apa benar yang kamu ucapkan itu sayang ? kamu jangan berjanji jika kamu tidak bisa menepatinya., Yudha mencium pucuk kepala Safa dengan penuh cinta.


*Hiks hiks. Iya aku janji Mas janji... hiks Mas Yudha kemana aja.,, kata mereka hiks nggak bisa nemuin tubuh Mas Yudha di laut. hiks hiks mereka cuma nemuin potongan baju Mas Yudha aja...hiks hiks huhuhu....


Mas selama ini ada di dekat kamu sayang, Mas nggak kemana mana., Mas juga nggak tenggelam.


Hehe maafin Mas ya.,,


Kenapa Mas Yudha minta maaf ? aku yang seharusnya minta maaf Mas,.


Enggak sayang, aku juga harus minta maaf karna sudah buat kamu menangis sedih seperti ini., tapi Mas juga sangat bahagia karna semua yang terjadi ini Mas tahu jika kamu benar benar nggak bisa kehilangan Mas, seperti aku yang nggak bisa kehilangan kamu dekk., I love You baby...


Hiks Love you too Mas Yudha*.


.


Yudha melepas pelukannya lalu menghapus air mata Safa yang masih terus mengalir.


*Udah dong nangisnya.,


Nggak bisaaaa, ini keluar sendiri terus air matanya*... ucap manja Safa.


*cup


cup*


Yudha mencium kedua mata Safa. Dan ampuhnya Safa langsung berhenti mengeluarkan air matanya. Safa masih tertegun dengan apa yang dilakukan Yudha. Melihat Safa sudah tak menangis lagi Yudha mengeluarkan kotak kecil beludru berwarna biru tua dari saku jasnya.


.


Yudha lalu membuka kotak itu dan mengarahkannya pada Safa. Safa dapat melihat sepasang kalung di dalam kotak itu.



Happy birthday sayang... semoga Tuhan memberikanmu umur panjang, sehat selalu, terus setia mendampingi aku saat suka maupun dukaku, tidak usah bertambah cantik karna bagiku kamu sudah sangat cantik, karna aku nggak mau kamu jadi lirikan mata lelaki lain. kecantikanmu hanya untukku.


.


Safa terdiam terpaku mendengar ucapan Yudha., Apa iya sekarang hari ulang tahunnya, kenapa ia bisa lupa akan tanggal kelahirannya sendiri.


.


Mas Yudha ingat tanggal ulang tahunku?


Kalau Mas nggak inget mana mungkin Mas susah payah merencanakan ini semua untuk kejutan kamu., Sekarang kamu tutup mata dulu, Mas akan tunjukin kamu sesuatu.


Ngapain pake tutup mata sih Mas, .


Kalau enggak bukan surprise dong namanya. ,tapi sekarang Mas pakaikan dulu ini kalungnya., yang emas buat kamu, dan yang perak buat aku, karna lelaki nggak mungkin pakai emas.


Aku juga pakaikan kalungnya Mas, .


Oke, kamu tahu nggak arti lambang dari kalung ini.


Apa emangnya, bulan dan bintang kan.


Bener tapi maksud dari lambang ini itu, aku bulannya dan kamu bintangnya. Bintangnya ada di tengah bulan yang melingkari bintang, itu artinya kamu tidak akan bisa lepas dari aku bulan kamu. dan kamu bintang aku,, hanya milikku.,


.


Safa tersenyum mendengarnya. Kini matanya pun di tutup kain oleh Yudha, dan Yudha meraih tangan Safa untuk digenggamnya, namun Yudha terkejut saat melihat darah keluar dari tangan Safa.


Ya ampun dekk, tangan kamu kenapa bisa berdarah., Yudha pun membersihkan darah di punggung tangan Safa yang hampir mengering itu dengan jasnya, tak peduli jas mahalnya terkena darah itu.


*Tadi infusnya aku lepas Mas,. tapi nggak sakit kok beneran.,


Beneran nggak papa??


Iya*.,,


Yudha pun menuntun langkah Safa untuk menuju tempat yang sudah di persiapkan Yudha untuk Safa. Dan saat setelah sampai Yudha pun membuka penutup mata Safa. Kedua mata Safa terbelalak saat melihat apa yang ada di hadapannya kini.


SURPRISE...........


.


.


^^^Aku mencium aroma yang akrab ini di udara^^^


^^^     angin yang berhembus di sekitarmu kini mengarah padaku^^^


^^^     dalam hatiku, mungkin itu adalah cahaya yang kau buat untukku^^^


^^^     cahaya yang membungkusku dari penderitaan yang menyakitkan^^^


^^^     mencintaimu, memikirkan mu saat ini^^^


^^^     aku memejamkan mata lagi^^^


^^^     aku mencintaimu, jika aku bisa mengisi kedua matamu^^^


^^^     aku mencintaimu, jika aku bisa menunjukkan senyummu padaku^^^


^^^     aku bisa memberikanmu semua bintang terang di langit^^^


^^^     aku mencintaimu, jika aku bisa menunjukkan cintaku^^^


^^^     aku mencintaimu, jika kau mau mengajariku tentang hatimu^^^


^^^     aku akan mengikuti apapun yang kau lakukan^^^


^^^     mencintaimu, selamanya....^^^


^^^     aku berjalan tepat di belakangmu dibawah sinar bulan^^^


^^^     lihat aku sedikit lebih dekat^^^


^^^     haruskah aku meminta pada awan untuk menurunkan hujan untukmu sekali lagi^^^


^^^     sehingga aku bisa memeluk hatimu yang basah^^^


^^^     mencintaimu, hanya kamu..^^^


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️