
Yudha mencoba bangkit dari pembaringannya dan membuka jendela kamar, menghirup udara segar khas pedesaan yang tenang dan damai. Yudha masih mengingat ingat kembali kejadian semalam yang membuatnya kembali tersenyum bahagia. Namun lamunannya buyar saat mendengar teriakan safa dan gelak tawa ibu, pak endro juga ada suara gadis yang sepertinya itu suara adik safa dari arah belakang.
Yudha keluar kamar dan berjalan menuju ke arah belakang rumah asal suara keributan di pagi itu. Ibu yang berjalan masuk menyadari kehadiran yudha yang terlihat baru saja keluar kamar segera menyapanya.
" Nak yudha sudah bangun,? gimana, udah mendingankah ? "
" Iya bu tadi kaget dengar suara teriakan dedek dari belakang. Alhamdulillah sudah mendingan buk badannya ."
" Hehe maaf ya jadi keganggu tidurnya., iya itu safa di ajak bapak buat menjaring ikan di kolam belakang. Padahal safa kan paling takut sama ikan lele, ,ehh tapi malah sama bapakmu di ajak buat nangkep." ucap ibu safa yang masih tergelak dengan kelakuan kedua bapak anak itu.
" Oh gitu,, hehe ya sudah buk yudha ke belakang dulu mau lihat bapak. "
Yang dijawab dengan anggukan oleh ibu safa dan kembali melanjutkan langkahnya ke dapur untuk memasak. Saat yudha sudah sampai di pintu belakang rumah suara teriakan serta tawa yang pecah terdengar semakin nyaring di telinga yudha.
" Hahaha,, mbak kakean ( kebanyakan ) teriak ikannya pada kabur mbak,. "
" Ahhh diem kamu dek. Mending kamu nih gantiin mbak. "
" Haha emohh,, aku mau bantu ibuk buat bumbu aja,. dadah mbakkkk, selamat berjuang., hahahahaha, "
" Dasar adek nyebelin. " teriak safa yang langsung di tegur bapak.
" Husss kamu tuh berisik ae ntar pada keganggu itu mas masmu,, "
" Ahhh bapak,. habis tuh adek gitu. "
" Udah nggak usah dengerin,, tuh yang kenceng pegang jaringnya., pada lepas kan.. kamu sih teriak terus. "
" Bapak kan tau safa takut lele, kenapa nggak bangunin mas heru aja sih. "
" Udah jangan cemberut gitu., Tuhh lelenya dekat kakimu., "
Safa yang mendengar ucapan bapak langsung berlari mendekati bapak yang tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi anak perawannya itu. Semua itu tak lepas dari pandangan mata yudha yang sedari tadi memperhatikan dari pintu rumah. Yudha berjalan mendekat ke kolam dan menyapa bapak safa.
" Tangkap ikan pak. "
" Ehh nak yudha., iya ini udah masanya buat di panen. Ibumu pengen masakin buat anak anak sarapan nanti., "
" Biar yudha bantuin aja pak, kasian itu safa cemberut terus dari tadi. "
" Eehhh nggak usah, kamu kan baru enakkan badannya. Kalau kamu masuk kolam yang ada meriang lagi nanti. Udah kamu mending lihat saja duduk santai,. oke. "
" Baiklah kalau gitu. " Yudha pun duduk manis di pinggir kolam sambil sesekali ia tertawa melihat tingkah lucu safa yang selalu di jahili oleh bapaknya.
Tak lama safa dan pak endro naik dan keluar dari kolam, safa segera mandi dan pak endro membersihkan ikan lele yang cukup banyak dan besar besar agar bisa segera di olah menjadi masakan lezat oleh ibu safa.
Yudha pun pamit masuk pada pak endro untuk membersihkan diri. Namun sebelum pergi mandi ia menunggu safa yang tengah mandi untuk membersihkan badannya yang penuh lumut dan bau amis yang menyengat.
Tak berselang lama safa keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan wajah yang terlihat segar sehabis mandi. Safa menghampiri yudha yang tengah menunggu untuk bergantian membersihkan diri.
" Mas yudha mau mandi,? "
" Iya, tapi aku gak bawa alat mandi sama handuk juga baju ganti. "
" Alat mandi biar aku ambilin yang baru, sama handuk bersih juga. Tapi kalau baju,?? pake punya bapak kedodoran, pake punya mas heru kekecilan. Aku beliin di pasar dulu aja gimana. ? "
" Boleh, tapi aku ikut ya, sekalian mau beli CD juga., atau mau kamu yang beliin juga itunya. " ucap yudha bermaksud menggoda safa tapi ia malah terkejut sendiri.
" Boleh, ukuran berapa ? "
" Hahh,,,, kamu serius dek. "
" Kenapa? kan aku juga udah biasa beliin bapak sama mas heru., "
" Nggak nggak,, aku ikut aja., ayo . ehh aku cuci muka dulu sama sikat gigi. "
Yudha berjalan ke kamar mandi setelah ia mendapat alat mandi dari safa.
.
.
.