
Malam hari itu akhirnya Rizky pergi juga sesuai ultimatum dari Yudha. Rizky pergi juga dengan Dhian walau awalnya penuh dengan drama antara Rizky , Dhian juga keluarga Dhian. Bagaimana Tidak penuh dengan drama, Rizky mengajak anak perawan orang pergi malam malam ke luar kota pula.
Drama di rumah Dhian...
Dhian yang tengah rebahan di kamar mendengar ponselnya yang ada di meja belajar berdering menandakan ada panggilan masuk. Ia melihat nama yang tengah menelfonnya itu seketika ia dibuat malas, walau ia sudah menerima pernyataan cinta Rizky kala itu namun ia masih mempertimbangkannya karna Dhian masih belum percaya dengan yang namanya lelaki. Namun di lihat dari perjuangan Rizky yang gigih untuk dekat dengannya Dhian jadi memutuskan untuk mempertimbangkannya.
" Ya halo ada apa ? "
" Uhm... beib, kamu lagi apa sekarang?, uhm sebenernya gini, anuu duhh bingung aku, jadi gini intinya ini gawat banget, si Yudha mau buat kacau di acara Safa, jadi kita harus menghentikannya. "
" Apa!! jangan becanda kamu. "
" Aku serius beib, malam ini Yudha terbang langsung ke Semarang karna ngamuk liat postingan di medsos Safa. "
" Serius kamu, terus ini harus gimana?!! Akhh temen kamu tu emang ukhhh, makanya kalau suka tuh langsung bilang nggak diam aja, sekarang dia kalah start ngamuk mau ngancurin acara Safa gitu. Nggak akan aku biarin. "
" Hehe kayak aku ya beib langsung bilang sama kamu. "
" Apa an sih, sekarang gimana ini. "
" Kita berangkat ke Semarang malam ini gimana beib, "
" Lhah mana di ijinin aku pergi keluar kota malam malam gini, apalagi sama cowok. "
" Terus gimana beib, atau aku ke rumah kamu buat minta ijin langsung sama orang tua kamu. "
" Jangan gila kamu.!! "
" Iya aku memang lagi gila sekarang beib gara gara si Yudha ini. "
" Ya udah terserah kamu aja, semoga orang tua aku ngebolehin, soalnya aku khawatir juga sama Sahabat aku kalau sampai acaranya rusak gegara teman kamu itu. "
" Ya udah kamu siap siap ya beib, aku otw sekarang buat minta ijin sama keluarga kamu. "
" Ehm. "
" Kissnya beib, "
" *Assalammu'allaikum "
tuttt tuttt tutt
Ya ampun punya cewek gini amat yakk, untung cinta ma sayang. huhhh*
Setelah telfon mati Rizky bergegas keluar dari apartemennya dan melajukan mobilnya menuju rumah Dhian sang pujaan hati. Perasaannya begitu tegang karna ini untuk yang pertama kalinya Rizky meminta ijin orang tua Dhian untuk mengajak anak prawannya pergi malam malam.
Setelah menempuh waktu 15 menit Rizky sampai di depan rumah Dhian. Ia keluar dari mobilnya dengan perasaan yang campur aduk. Ia sangat gugup dan sedikit khawatir jika Dhian tidak di ijinkan pergi. Dengan memantapkan hatinya Rizky segera melangkahkan kakinya dengan yakin langsung mengetuk pintu rumah Dhian.
Satelah mengetuk pintu beberapa kali akhirnya pintu rumah Dhian terbuka dari dalam dan keluarlah seorang wanita paruh baya.
" Sinten nggeh ( siapa ya ) ? " tanya orang itu.
" Assalammu'allaikum Bu permisi maaf saya lancang malam malam bertamu. "
" Wa'allaikumsallam, iya tidak apa apa, anak ini siapa ya.? "
" Saya Rizky bu teman dari anak Ibu, Dhian. " ucap Rizky sambil menyalami Ibu Dhian.
" Oh temen Dhian ya sudah monggo masuk dulu. " ucap Ibu Dhian ramah mempersilahkan masuk Rizky.
Rizky pun masuk setelah di persilahkan dan Ibu Dhian pergi ke dalam untuk memanggil anaknya.
" Nduk, ono cah lanang sek nggoleki awakmu, jare kancamu. ( nak, ada anak lelaki yang mencari kamu katanya temenmu.) "
" Oh iya Bu. "
Dhian bergegas keluar kamar dan menghampiri Rizky namun langkahnya terhenti saat melihat Rizky duduk berhadapan dengan seorang lelaki paruh baya yang tengah menatap lekat diri Rizky. Dhian kembali melanjutkan langkahnya menghampiri keduanya dan duduk di sebelah Ayahnya.
" Jadi kamu teman Dhian apa PACAR Dhian ? "
" Sebenarnya saya pacar Dhian Pak, tapi insyaallah Saya serius sama Dhian anak bapak dan ibu, " Ucap mantap Rizky yang penuh dengan keseriusan.
Dhian yang tengah minum minuman yang di sajikan Ibunya itu pun seketika terbatuk batuk.
brurrr uhukk uhukk
Dhian pun membelalakan matanya menatap tajam pada Rizky yang hanya tersenyum manis padanya.
" Kamu serius dengan anak saya? Apa kamu tidak salah,? kamu mau dengan anak saya yang suka berpenampilan laki seperti ini.? hahaha... " Ayah Dhian terbahak setelah mengatakan itu.
" Baiklah, apa kamu bisa menerima anak saya apa adanya,? Kamu lihat sendiri kan penampilan Dhian dari atas sampai bawah laki bamget, cuma dia berambut panjang juga cantik pastinya. "
" Ayah ihh masa ngatain anak sendiri gitu sih. " Ucap Ibu Dhian membela sang anak yang terlihat cemberut.
" Tauk tu ayah, seneng banget ngeledek Dhian. "
" Bagi saya Dhian perempuan terbaik buat saya Pak, dan soal penampilan saya tidak pernah mempermasalahkannya. "
" Baiklah saya pegang kata katamu anak muda, namun sekali kamu menyakiti anak saya, tanggung sendiri akibatnya. "
" Siap Pak, saya tidak akan pernah menyakiti anak Bapak. "
" Ya sudah ayo diminum dulu, "
Mereka pun berbincang bincang sebentar sebelum Rizky mengatakan niat kedatangannya.
Ini orang gimana sih,, tadi katanya buru buru tapi sekarang malah asik ngobrol gitu. Dasar cowok labil. Ehh tapi tadi dia kata serius sama aku itu beneran ?? Emang nekat nih orang. batin Dhian.
Rizky yang tengah tertawa bersama Ayah dan Ibu Dhian karna membahas soal kehidupan Dhian sehari hari seketika tawa itu hilang saat melihat tatapan tajam Dhian juga saat melihat Dhian menunjukkan arloji di tangannya membuat Rizky panik karna saking asiknya ngobrol ia melupakan kepanikannya dengan ultimatum Yudha.
" Ekhem Bapak Ibu maaf sebelumnya jika saya lancang, maksud kedatangan saya kesini karna ingin meminta ijin sama Bapak juga Ibu buat mengajak Dhian untuk ke Semarang malam ini, karna besok pagi pagi sekali sudah harus ada di acara Safa. "
" Ke Semarang ? Safa ? acara apa memangnya ? Safa anak Kang Endro itu kan Dhi ? "
" Iya yah, Safa nikahan besok pagi, makanya ini Dhian sama Mas Rizky mau ke Semarang. Soalnya acaranya pagi. " tanpa sengaja menyebut Rizky dengan panggilan Mas, dan itu membuat Rizky senyum senyum sendiri.
" Owalah, pantes kok enggak dengar kabar beberapa hari ini sama rumahnya sepi ternyata Safa nikahan, tapi kok enggak kabar kabar ya. "
" Iya yah, makanya ini mau minta ijin buat berangkat malam ini soalnya juga ada sedikit ada masalah disana dan Safa butuh bantuan Dhian yah. Boleh ya yah ?? " rengek Dhian.
" Terus kalau berangkat sekarang mau naik apa sampai sana, terus nanti tidur dimana kamu disana. "
" Saya bawa mobil kok Pak tenang saja, dan soal tidur kami nanti menginap di rumah.... saudara Safa,.. Iya saudara Safa pak, hehe. "
" Bener Dhian ? "
" Ii,, iya ayah, "
" Ya sudah boleh tapi setiap setengah jam kabari ayah, jangan sampai tidak. Dan kamu Rizky , kamu jaga anak Ayah baik baik, kalau sampai ada yang lecet atau kurang secuil pun habis kamu sama Ayah. "
" Siap yah,, ehh Bapak. "
" Ya sudah kalau begitu hati hati berangkatnya, dan kamu Dhian tidak lupa kan jurus yang Ayah ajarin kalau kamu dalam bahaya. "
" Hehe enggak dong yah, "
" Ya sudah Pak Bu kami pamit dulu keburu kemalaman nanti sampai disana. "
" Ya hati hati, inget pesan Ayah. "
Akhirnya setelah beberapa waktu terbuang Rizky dan Dhian bergegas pergi meninggalkan kota Jogja menuju Semarang. Rizky melajukan mobilnya dengan sangat cepat karna ia tidak mau harus menerima amukan Yudha lagi.
.
.
Di perjalanan Dhian hanya diam menikmati pemandangan malam, sedangkan Rizky terlihat senyum senyum sendiri dan itu membuat Dhian bergidik sendiri.
" Kamu gila apa senyum senyum sendiri gitu. "
" Iya, aku gila karna kamu,. Aku sangat senang sekali saat tadi kamu sebut aku dengan sebutan Mas, terdengar indah di telinga aku. "
" Kapan ? salah dengar kamu, "
" Heii, telingaku masih normal dan sangat baik ya, jadi aku tidak mungkin salah dengar. "
" Terserahlah. Udah fokus sama jalan ntar nyasar lagi. "
" Hehe nggak mau ngaku nih, "
" Berisik ihh. "
.
.