
Hari yang sangat ditunggu tunggu Yudha pun tiba, tepat hari ini di jam ini Yudha akan sah menjadi suami dari gadis pujaan hatinya Safa, walau hanya sah secara agama namun tak menyurutkan kebahagiaan Yudha, ia berjanji dan bertekat dalam hatinya akan segera mensahkan pernikahannya secara resmi dimata negara dan agama.
.
Dari pihak Yudha ada Rizky, Putra, dan juga Papah Rizky yang kebetulan datang ke jogja pagi tadi untuk tinjauan perusahaan milik Papa Yudha. Yudha pun meminta Papah Rizky yaitu Pak Darmawan untuk menjadi walinya di pernikahan dadakan itu. Awalnya Pak Darmawan sedikit terkejut dengan tindakan cepat Yudha dalam mengambil keputusan. Namun sejurus kemudian Pak Darmawan pun dengan senang hati menjadi wali nikah Yudha, walau ia sanksi dengan apa yang akan terjadi kedepannya, namun Pak Darmawan akan selalu ada untuk Yudha.
.
Ini kali pertamanya Pak Darmawan bertemu dengan Safa secara langsung. Beliau pun merasa bangga dengan wanita pilihan Yudha yang terlihat cantik dan anggun dalam balutan baju kebaya dengan kepala yang terbalut hijab yang menambah kesan cantik dan muslimah.
.
Waoww, apa ini gadis pilihan kamu Yudha? Kamu benar benar sangat pandai memilih pendamping ya, dan sepertinya dia perempuan yang baik. bisik Pak Darmawan.
Hehe iya om, dia cinta pertama aku, Yudha nggak menyangka kalau gadis kecil cengeng yang dulu suka Yudha gendong sekarang jadi istri Yudha.
Pak Darmawan pun hanya tersenyum dan menggangguk seraya menepuk bahu Yudha yang duduk disampingnya. Acara pun dilangsungkan secara kidmat, Yudha mengucapkan kalimat ijab kobul dengan sangat lancar dan mantap dalam satu tarikan nafas.
.
Setelah kata sah terucap dari mulut orang orang yang hadir, Safa segera mencium punggung tangan Yudha dan Yudha membalas dengan mencium kening dan pucuk kepala Safa. Pancaran kebahagiaan terpatri jelas di wajah pengantin juga orang orang menyaksikan.
.
Setelah acara ijab qabul selesai dilanjutkan ke acara ramah tamah di rumah Pak Endro dan nanti malam akan diadakan acara pengajian tasyakuran. Papah Rizky terlihat sedang mengobrol dengan Pak Endro dan Bapak Dhian. Mereka terlihat akrab dan sesekali mereka tertawa bersama.
.
Sedangkan pengantin YuSa tengah bersama sahabat dan teman mereka. Semua memberi selamat pada Yudha dan Safa serta mendoakan untuk kebahagiaan mereka kedepannya.
Safa selamat ya, semoga menjadi keluarga yang samawa, cepet dikasih momongan, wahh kita bakal kangen banget nih sama kamu, apa kamu nanti menetap di bandung Fa ?
Iya nih, nggak seru kalau nggak ada Safa, nggak ada yang bakal nyanyiin lagu buat kita, menghibur kita dengan suara merdunya lagi., personel kita bakal kurang lagi kalau nanti Mbak Dhi juga nikah sama Mas Rizky terus dibawa pulang ke bandung juga,, aaaaaaa aku nggak mau pisah sama kaliannnnn,... rengek Alifah.
Apaan sih kamu lebay banget. Udah adatnya kali istri itu ikut suami.
Diem kamu dasar Siput,.
Udah diem napa sih kalian tuh, siapa juga yang mau nikah sama dia, orang pacaran aja dia yang ngebet.,
Idihh beib, itu mulut kejam banget, kamu lihat tuh calon mertua kamu lagi ngobrol asik banget sama Bapak kamu. Jadi aku mau sekalian bilang ke Papah buat secepatnya lamar kamu.
Mata Dhian membulat mendengar ucapan Rizky yang terlihat nampak serius.
Kamu jangan sembarangan kalau ngomong, .
Kamu tunggu disini.. Rizky pun pergi menghampiri Papahnya dan terlihat Rizky seperti membicarakan sesuatu hingga membuat Papahnya menatap Bapak Dhian lalu tertawa sambil menepuk pundak Bapak Dhian. Dhian, Safa dan yang lainnya hanya diam memperhatikan dengan sangat penasaran kira kira Rizky bicara apa dengan Papahnya.
.
Dan setelah itu Bapak Dhian memanggil Dhian untuk mendekat padanya.
Nduk Ian, mrene nduk...
Aduhhh Bapak napa coba panggil aku, mana ada Bapak kamu Fa sama Papahnya tuh Rizky..
Uwis sana udah dipanggil Pakde tuh...
Ehhh ngapain ngajak Safa,. Udah sana tuh calon mertua kamu pengen kenal..
Ahhh Mas Yudha gitu mentang mentang udah SAH....
Yudha dan lainnya hanya tertawa menikmati kegugupan Dhian yang terlihat dan menurut mereka itu sangat langka terjadi oleh seorang Dhian.
Dhian dengan perasaan was was mendekat dan sesekali melirik ke arah teman temannya yang terkikik menikmati kegugupannya.
Bapak Dhian menarik tangan Dhian agar lebih mendekat padanya.
Ini dia anak perempuan saya Pak Darma. Ya walau dia sangat tomboi tapi dia manis bukan.,
Apa apa an ini Bapak, kenapa Bapak malah kayak promosiin aku sih?! Bapak aku anak Bapak bukan barang., batin Dhian dengan senyum paksa namun tetap terlihat kecantikannya.
Putri Pak Yanto memang benar cantik dan manis, pantas saja Rizky tergila gila dengan putri anda., benar kan Ky kata Papah.,
Hehe iya pah, mumpung Papah disini dan ada Bapak juga dan Pak Endro sebagai saksinya, Rizky ingin melamar Dhian sebagai istri Rizky Pah. Bagaimana menurut Papah.?
Dhian tercengang mendengar ucapan Rizky yang menurutnya sangat ambigu. Dhian melirik kepada para tetua didepannya berharap jika mereka akan menolak keinginan ambigu Rizky. Namun harapannya musnah saat ia malah mendengar tawa renyah semuanya bukannya malah kalimat penolakan.
Hahaha, Papah setuju saja Ky kalau kamu memang sudah mantap dengan pilihan kamu. Jika kamu bahagia bersamanya Papah dan mamahmu hanya bisa mendukung saja. benar kan Pak Yanto.
Haha benar Pak Darma, baru kali ini ada laki laki yang bisa menaklukan putri saya yang ganas ini. Rizky pantang menyerah untuk mendapatkan anak saya, walau Dhian sudah mengeluarkan semua taringnya tapi nak Rizky tidak pernah mundur. hehehe saya sangat salut dengan anak anda Pak Darma.
Dhian entah kenapa benar benar tidak bisa berkutik dihadapan semuanya, ia yang biasanya sangat lancar mendebat Rizky namun tidak untuk sekarang. Ia pun melirik tajam ke arah Rizky namun hanya dibalas Rizky dengan senyum kemenangan.
.
Kini setelah acara ramah tamah itu Papah Rizky pamit untuk melaksanakan tugasnya meninjau perusahaan.
Oh ya semuanya maaf jika saya tidak bisa berlama lama ikut bergabung karna saya harus menyelesaikan pekerjaan saya, namun anak saya akan tetap disini, mohon maaf semua saya pamit undur diri dulu. Rizky papah pamit dulu karna pekerjaan papah harus segera papah selesaikan.
Baiklah pah, tapi nanti malam apakah papah bisa ikut serta pengajian disini ?
Benar sekali itu Pak Darma, saya sebagai tuan rumah akan sangat senang sekali jika Pak Darma bisa disini untuk menemani Yudha sebagai walinya.
Pak Darma nampak berpikir dan sejurus kemudian ia mengangguk menerima undangan Bapak Safa.
Baiklah Pak Endro, insya allah saya akan usahakan untuk datang. Ini juga untuk kebahagiaan Yudha, . ucap Pak Darma sambil tersenyum menatap Yudha.
Yudha pun memeluk Papah Rizky yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri.
Terimakasih Om, terimakasih sangat karna selama ini Om sudah sangat baik sama Yudha. ucap haru Yudha.
Kamu ini ngomong apa, Om sama tante sudah menganggap kamu sperti anak kami sendiri. Jadi jangan berterimakasih.
Setelah drama haru itu kini ada yang beristirahat pulang dulu, dan sebagian ada yang mempersiapkan untuk acara pengajian nanti malam tak terkecuali Safa dan Yudha, Safa membantu yang wanita dibagian konsumsi sedangkan Yudha dan Rizky membantu yang pria untuk tempatnya, memasang tenda dan lain sebagainya.
.
.
.
Lanjut nanti malam lagi oke,.mohon sabar menungguππππ