Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
I love you and i like so much


Kini keluarga besar Safa tengah beristirahat semua, ada yang rebahan di dalam kamar masing masing ada pula yang masih bercengkrama di ruang keluarga yang sudah di bersihkan dari tumpukan barang barang sisa resepsi.


Terlihat kedua orang tua Safa tengah berbicara serius di suatu ruangan.


" Pak gimana kalau anakmu bener bener suka sama nak Yudha. "


" Ya mau gimana lagi Buk yang namanya perasaan kan nggak bisa di cegah juga di paksa. "


" Tapi nak Yudha orang berada Pak, anak orang kaya. Ibu nggak mau kalau sampai Safa tersakiti hati dan pikirannya pak. Cukup kita saja yang merasakannya dulu. "


" Terus Ibu mau gimana,? Safa kan juga bekerja ikut nak Yudha. mana mungkin kita suruh berhenti. "


" Tapi Pak, kalau Safa terus dekat sama nak Yudha yang ada perasaan mereka akan tambah besar nantinya. "


" Ter.. " ucapan Pak Endro terpotong saat seseorang menyelanya.


" Pak Lik... boleh Yono ikut bicara. "


" Ehh ya gimana Le? "


" Begini Pak Lik,, Bu Lik.. Bukannya Yono ingin ikut campur urusan kalian,, tapi disini Yono cuma bicara sebagai kakak nduk Safa. Sebaiknya semua serahkan pada Safa, biarkan Safa yang mengambil keputusan yang terbaik buat dirinya. Dan Pak Lik juga Bu Lik bisa memberi masukan pada Safa, namun keputusan biar tetap Safa yang ambil. Karna semua juga nanti kan Safa yang menjalaninya. Jika di larang atau di cegah kasihan Safa nanti, Dia akan merasa sedih juga tertekan. Dan Yono nggak mau lihat atau dengar adek Yono yang paling Yono sayangi jadi merasa sedih karena orang tua yang melarang cintanya. Pak Lik,, Bu Lik,, cinta itu muncul dengan sendirinya. Tidak bisa di pastikan atau di tentukan kemana cinta itu akan tumbuh atau berlabuh. Soal pantas atau tidaknya hanya mereka yang bisa menentukan. Kita sebagai orang tua hanya bisa menasehati dan memberi masukan nilai saja. "


" Tapi Le, nak Yudha anak orang berada, orang kaya, sedangkan Safa cuma anak orang biasa. Tidak akan bisa bersama karna perbedaan derajat yang sangat jauh. "


" Bu Lik,, yang membedakan derajat itu bukan kita, Tapi yang kuasa. Kita manusia hanya bisa berusaha menjadi yang terbaik, menjalani dengan penuh keyakinan yang baik baik. Sudahlah, kalian tidak usah khawatir, serahkan semua sama Yono. Percayakan ke Yono. Biar Safa dan Yudha , Yono yang akan urus. "


" Baiklah, Pak Lik percaya sama kamu Le. "


" Ya sudah Yono permisi mau ganti baju dulu gerah. Pak Lik sama Bu Lik istirahat saja pasti sangat lelahkan. Sudah tidak usah ikut bersih bersih di luar. "


" Ya Le. "


Yono pergi meninggalkan kedua orang tua yang tengah memikirkan semua perkataan keponakannya itu. Yono menghembuskan nafas lega setelah bisa memberikan pengertian pada orang tua adik kesayangannya itu agar adik kesayangannya tidak bersedih lagi.


Di taman samping rumah besar itu duduk Dhian, Rizky, juga Yudha, dan Safa sedang di dalam rumah entah sedang apa.


" Lo udah mendingan bro ?. atau masih pusing . "


Ya tadi setelah sampai di rumah Yudha terlihat pucat dan jalan sempoyongan. Safa menuntunnya ke bangku taman samping rumah besar yang sedikit sepi. Dan kebetulan Rizky dan Dhian sedang duduk berbincang dengan Heru dan Indah di situ. Melihat Yudha sempoyongan di samping Safa dan wajahnya yang pucat Heru dan Rizky segera memapah Yudha untuk duduk.


" Masih pusing sih ini. Perut gue juga sedikit perih. "


" Tunggu bentar ya Safa lagi cari obat juga ambil makan buat Mas bro. " timpal Heru.


" Nah tuh dia dedek. "


Safa berjalan membawa nampan berisi sepiring nasi, segelas air putih dan segelas teh manis hangat serta obat untuk pusing.


" Makan dulu Mas Yudha, terus obatnya di minum. Sekarang minum teh hangatnya dulu. "


" Makasih ya dekk, " ucap Yudha dengan senyum lembutnya.


" Kok bisa sampai sakit gini sih Mas. "


" Itu gegara kamu juga Fa. "


" Lhoh kok aku sih Mas Rizky tuh. Aku nggak ngapa ngapain jugaa. "


" Ya iyalah, semenjak liat postingan kamu itu dan lebih parahnya mengira itu kamu beneran nikah dia jadi nggak mau makan. Dia dari kemarin sampai sekarang belum kemasukan makanan, cuma minum doang. Udah kaya orang gila dia ."


" Bisa diem nggak lo. "


" Kan aku cuma bilang apa adanya bro. Biar Safa tahu kalau kamu bisa gila kalau dia pergi dari sisi kamu. "


Safa yang mendengar penuturan Rizky menjadi merona dan salah tingkah sendiri, dan itu membuat Yudha gemas juga senang.


" Ihhh ngapain kamu jadi salting gitu dek... " ledek Heru.


" Apa an... enggak kok. Udah pada diem napa, biar Mas Yudha makan dengan tenang. "


" Aku nggak papa kok dek, aku senang lihat kamu merona gitu. "


ciiieeeeeeee seru kompak Heru, Rizky, Dhian dan Indah..


.


____


Malam pun tiba, Yudha Rizky dan Dhian memutuskan untuk menginap di rumah saudara Safa, namun sebelum pergi ke rumah saudara Safa mereka berbincang bincang di taman rumah sambil menikmati kudapan dan berbincang bincang bercengkrama bersama, bernyanyi dengan iringan gitar saudara saudara Safa yang masih muda muda karena mungkin hanya malam ini mereka semua bisa berkumpul bersama dan akan kembali ke rumah masing masing yang entah kapan bisa seperti ini lagi. Dan sedangkan para orang tua memilih untuk mengistirahatkan tubuh renta mereka karen lelah setelah pesta seharian ini.


.


" Mas Yudha udah mendingan ? "


" Udah kok. Kan udah kamu obati. "ucap Yudha dengan senyuman mengembang karena perhatian Safa.


" Apa an sih... " Safa pun merona malu.


" Dek Safa nyanyi dong. Biar tambah rame. " ucap salah seorang saudara Safa.


" Nyanyi apa?? Lagi enggak mood, hehe. "


" Boleh aku aja yang main gitar ? " pinta Yudha.


" Boleh Mas monggo, Mas yang tadi nyanyi itu kan. Wahhh suaranya bagus lho Mas'e.. dan denger denger itu tadi lagu spesial buat Safa ya. "


" Iya tuh bener, wahh beruntung Safa punya pacar udah ganteng, pinter nyanyi pula. wahhh pasangan serasi itu. "


ciieeeee


ciieeeee


" Ihhh apa toh, kita enggak pacaran kok. " ucap Safa malu malu.


" Beneran,??? Wahh Mas gimana itu Safa bilang gitu. " ucap saudara Safa.


" Baiklah mungkin lagu ini akan mewakili perasaan aku ke kamu dekk. "


Yudha pun mulai memetik gitar di tangannya dan mulai menyanyikan sebuah lagu.


I like your eyes you look away when you pretend not to care


Aku suka matamu, kamu palingkan wajah seolah tak peduli


I like the dimples on the corners of the smile that you wear


Aku suka lesung pipi di sudut senyumanmu


I like you more, the world may know but don't be scared


Aku sangat menyukaimu, dunia mungkin tahu tapi jangan takut


'Cause I'm falling deeper, baby be prepared


Karena perasaanku semakin dalam, sayang bersiaplah


I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell


Aku suka bajumu, aku suka jarimu, begitu juga aroma tubuhmu


To be your favorite jacket, just so I could always be near


Aku ingin jadi jaket favoritmu agar bisa terus dekat denganmu


I loved you for so long, sometimes it's hard to bear


Aku sudah lama mencintaimu, terkadang sulit menahannya


Tapi setelah sekian lama, aku harap kamu menunggu dan melihatku


Love you every minute, every second Mencintaimu setiap menit, setiap detik


Love you everywhere and any moment


mencintaimu di mana pun dan kapan pun


Always and forever I know I can't quit you


Selalu dan selamanya, aku sadar tak bisa lepas darimu


'Cause baby you're the one, I don't know how


Karena sayang, kamulah satu-satunya, aku tak tahu kenapa


Love you 'til the last of snow disappears


Mencintaimu hingga salju terakhir menghilang


Love you 'til a rainy day becomes clear


Mencintaimu dari hujan hingga reda


Never knew a love like this, now I can't let go


belum pernah merasakan cinta seperti ini, kini aku tak bisa lepas


I'm in love with you, and now you know


Aku jatuh cinta padamu, dan sekarang kamu menyadarinya


I like the way you try so hard when you play ball with your friends


Aku suka perjuanganmu, kamu berusaha keras saat bermain bola bersama teman-temanmu


I like the way you hit the notes, in every song you're shining


Aku suka cara kamu menekan nada, di setiap lagu kamu bersinar


I love the little things, like when you're unaware


Aku suka hal-hal kecil tentangmu yang tak kamu sadari


I catch you steal a glance and smile so perfectly


Aku memergokimu mencuri pandang dan tersenyum dengan sempurna


Though sometimes when life brings me down


Meski kadang hidup membuatku jatuh


You're the cure my love


Kaulah obat cintaku


In a bad rainy day


Dalam hujan badai yang buruk


You take all the worries away


Kamu menyingkirkan semua kekhawatiran


Love you every minute, every second


Mencintaimu setiap menit, setiap detik


Love you everywhere and any moment


Mencintaimu dimanapun dan kapanpun


Always and forever I know I can't quit you


Selalu dan selamanya, aku tak bisa melepaskanmu


'Cause baby you're the one, I don't know how


Karena sayang, kamulah satu-satunya, aku tak tahu kenapa


In a world devoid of life, you bring color


Dalam dunia tanpa kehidupan, kamu membawa warna


In your eyes I see the light, my future


Di matamu aku melihat cahaya, masa depanku


Always and forever I know I can't let you go


Selalu dan selamanya aku tahu aku tidak bisa membiarkanmu pergi


I'm in love with you, and now you know


Aku jatuh cinta padamu, dan sekarang kamu tahu


I'm in love with you, and now you know


Aku jatuh cinta padamu, dan sekarang kamu tahu


prokkk prokkk prokkk


" Wahhh so sweet banget pacar kamu Fa. "


" Iya dekk gimana itu jawaban kamu. "


Semua yang ada di sana menggoda Safa hingga membuat wajah Safa menjadi merah merona panas karena malu di goda oleh semua saudara saudaranya. Semua itu pun tak lepas dari mata Yono yang sedari tadi berdiri tak jauh dari tempat mereka berkumpul.


Yono pun ikut tersenyum saat melihat reaksi adiknya itu. Ia senang melihat adik tersayangnya bahagia dengan orang yang disukainya. Yono menghampiri mereka setelah pamit pada sang istri yang tengah istirahat di kamar untuk berbincang dengan adik adiknya sebentar. Sang istri pun mengijinkan karena tahu sang suami sangat menyayangi keluarganya.


" Sudah sudah, kalian ini suka banget menggoda Safa. Sudah malam ayo semua istirahat. Biar besok bisa sarapan pagi bersama sebelum pulang ke asal masing masing. "


" Ya Mas Yon.. "


Setelah mendengar titah sang kakak tertua semua membubarkan diri kecuali Safa, Yudha, Rizky, dan Dhian.


" Heru tunggu dulu, tolong kamu antar temen Safa ke rumah Pak Lik No biar istirahat disana karna disana agak lega tempatnya. Dan kamu Yudha saya mau bicara sama kamu sama Safa juga. "


" Baik Mas siap laksanakan. Ayo Mas Rizky sama Dhian aku antar ke rumah saudara. "


Kini tinggal mereka bertiga yang ada di taman itu, suasana begitu tegang yang Safa rasakan, namun tidak dengan Yudha yang terlihat santai.


__________


.


.


________&&&


To be continue ya,,, mataku udah nggak bisa di ajak kompromi karna dari tadi benahi kata kata yang salah mulu gegara mata yang semakin lengket.


.


.