
Yudha dan safa duduk menikmati pemandangan dari ketinggian. Yudha mengajak safa naik ke atas bukit yang ada didekat pantai, melihat deburan ombak dari ketinggian. Indah pemandangan dan juga sepoi sepoi angin yang tertiup sdikit kencang membuat safa sedikit kedinginan tapi ia masih bisa menahan dinginnya malam ini.
" anda tahu tempat ini tapi kenapa tadi menyuruh saya menemani anda ?" tanya safa tanpa mengalihkan pandangannya ke yudha.
Yudha menatap safa, walau disitu sangat minim cahaya tetapi yudha masih bisa dengan jelas melihat raut wajah safa yang penuh kesedihan.
Ingin sekali hatinya menghibur safa, tapi lagi lagi egonya masih menguasai pikiran yudha. Yudha beranjak berdiri kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya serta menjawab safa dengan santai.
" gue liat di internet dan ngikuti arahan dari map." ucap yudha.
" nah tu pinter," ucap safa dengan tatapan masih lurus ke depan.
" apa lo bilang ? jadi selama ini gue bodoh gitu ?"
" saya tidak bilang gitu, anda sendiri yang bilang." ucap safa pelan, tangannya ia sedekapkan di atas perutnya yang merasa dingin.
Sejenak safa tidak mendengar jawaban yudha pun menoleh kesampingnya, safa tergelak dan mengedarkan pandangannya dan terhenti pada sosok yang ia cari sedang berdiri didekat dipedagang yang menjajakan minuman hangat.
Kenapa hatiku berkata kalau aku mengenal anda tuan, dari sikapmu, cara bicaramu mengingatkanku pada seseorang yang lama ku rindukan ? tapi itu tidak mungkin dia. memang nama boleh sama yudha, tapi orang bisa saja berbedakan. Dimana kamu mas ? apa kamu juga merindukanku sama sepertiku ? Ibuk bilang dia ada di jogja, tapi kenapa tidak pernah menemuiku ? apa kamu sudah melupakanku mas ?gumam safa dalam hati, ia tersenyum pedih.
" ini minum dulu biar hangat badan lo." ucap yudha seraya menyodorkan segelas wedang jahe yang masih panas.
" terimakasih mas,"
Apa dia bilang ? mas ? tumben biasanya formal banget kalau sam gue.batin yudha tersenyum tipis .
Safa dan yudha pun menikmati minuman masing masing yang ada ditangan keduanya.
drrttt drrttt
Getar ponsel safa mengalihkan perhatiannya pada benda yang ada disakunya. ada satu panggilan dari dhian. Safa segera menerima telfonnya.
" ya halo mbak ."jawab safa.
" kamu dimana fa ? ke toilet lama amat gak balik balik." tanya dhian diseberang.
" ehh iya maaf, tadi aku dapet WA dari mas heru pas lagi ditoilet, ya udah aku samperin dulu mas herunya."
" emang mas heru disini ?"
" iya tadi sama temen dan pasangan masing masing."
" trus sekarang kamu masih sama mas heru ? kalau gitu kita gabung aja biar tambah rame."
" ehhh gak usah, aku udah enggak sama mas heru. aku udah pindah tempat ini. aku di atas kalian . di bukit belakang kalian."
" hah kamu ngapain diatas sana ? kamu mau loncat apa gimana fa."ucap dhian panik.
" enak aja mau loncat, aku masih waras yaaa."
" trus kamu ngapain disana, sama siapa, naik apa kok bisa sampai sana aja."
" nerocos aja tuh mulut .satu satu napa kalau nanya.," safa tertawa mendengar cerocosan dhian.
" aku tadi nemenin pak yudha temennya mas rizky yang tadi sama kita. Beliau kan bukan orang sini jadi aku jadi tour guide dadakannya. " ucap safa yang langsung dapat pelototan dari yudha. Safa tertawa garing melihat ekspresi yudha.
" halo fa ? kamu masih disitu ?"
" iya kenapa ? ntar kalau pak yudha udah bosen disini kita langsung turun kok tenang aja."
" ya udah jangan lama lama, aku risih tau sama bos kamu ."
". lhoh emang kenapa pak rizky ?"
" dia tuh ngeliatin aku mulu tau nggak. jadi risih aku."
" mungkin dia suka sama kamu mbak." goda safa pada dhian.
tuttt tutt tutt
" hahahaa dimatiin ." ucap safa sambil cekikikan.
Safa menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan minumnya hingga habis. Yudha sedari tadi matanya tidak lepas memperhatikan safa. Hingga safa menegurnya.
" biasa aja kali ngeliatnya. gitu banget ." ucap safa.
" iya kenapa ? kan ini diluar kantor , jadi bebas dong."
" elo manggil rizky mas sedangkan lo manggil gue pak ?!, apa apaan, emang gue tua banget apa dipanggil pak." gerutu yudha sebal.
" terus maunya gimana ? saya panggil om gitu." ucap safa menahan tawa melihat raut wajah yudha yang seperti akan mencekiknya.
" serah lo ,!" jawab yudha dengan ketusnya.
" yeee ngambek, marahh ni ??? maaf dehh , maaf yaaa mas, aa', kakak, abang, akang , atauuuuu mas bro ??? atau bro apa brother ??" ucap safa dengan senyum manisnya .
Entah apa yang merasuki yudha hingga dia dengan gemasnya langsung mencubit kedua pipi safa geretan.
" aaa aaaww sakit pipiku mas." ucap safa manyun.
" salah siapa ngejek gitu. nihh rasain nihh sakit kan." seru yudha yang masih mencubit pipi safa.
" aaaa ampun ,mas ampun ,," ucap safa sambil tangannya memegang tangan yudha untuk melepaskan cubitannya.
Degh
Jantung yudha berdetak kencang saat tangan safa menggenggam tangannya. Ada rasa hangat yang menjalar di seluruh tubuhnya. Perasaan apa ini ? kenapa bisa begini ?batin yudha. Hingga suara safa membuyarkan lamunananya.
" mas lepas ihh sakit ini," ucap safa cemberut.
Tangan yudha pun sedikit meregang akan tetapi tangan safa belum melepas tangan yudha yang masih menempel di pipi safa.
" ya udah lepasin tangan gue, napa lo tahan terus."
" iya tapi jangan cubit lagi, sakit tau ," ucap safa.
Yudha melihat pipi safa yang agak kemerahan karna ulahnya. Yudha memegang pipi safa yang merah.
" maaf ya pipi lo jadi merah gini, abis lo nyebelin banget sih," ucap yudha sambil terkekeh. Safa pun juga ikut terkekeh geli. Mereka sama sama tertawa. Baru kali ini yudha bisa tertawa bersama orang yang baru ia kenalnya. Ia merasa nyaman dengan safa.
Tak jauh dari yudha dan safa ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah mereka. Dan tak lama orang itu pun menghampiri safa dan yudha dengan amarah.
" ohhh jadi gini kelakuanmu dibelakangku ya.!" seru orang itu ketus.
Yudha dan safa menoleh bersamaan pada sumber suara. Safa tertegun melihat putra ada di situ juga. Safa berdiri dari duduknya di ikuti yudha.
" apa maksud kamu, kamu lupa kalau kita udah PUTUS ." ucap safa dengan geramnya.
" kamu mutusin aku sepihak safa,!!" bentak putra. " ohh aku tau, kamu mutusin aku karna kamu mau deket sama cowok ini kan."lanjut putra.
Yudha diam saja, bukannya gimana gimana tapi ia tidak ingin ikut campur urusan safa dengan mantan pacarnya. Tapi yudha siap pasang badan saat safa membutuhkannya.
" heh apa aku gak salah denger ? apa nggak keliru ? bukannya kamu yang ingin putus denganku, aku tau kamu udah bosan sama aku putra. aku kurang gimana sama kamu selama ini. ya memang benar awal kita memulai hubungan tanpa ada rasa cinta karna kita teman. dan saat aku udah mulai benar benar suka sama kamu aku mulai cinta sama kamu apa yang kamu lakuin dibelakamgku ?!!! hah jawab.!" bentak safa pelan karna tidak mau jadi pusat perhatian orang disana.
Putra hanya diam tidak bisa menjawab, karna memang benar dia yang salah.
" gak bisa jawab kan kamu ! kita pacaran udah hampir 2 tahun, tapi selama itu pula kamu mainin perasaan aku putra."
" aku tidak mainin kamu safa, " elak putra.
" enggak kamu bilang ? jangan kamu pikir aku selama ini gak tau kelakuan kamu ya put ,,! selama kita pacaran udah 3 kali kamu selingkuhin aku dengan wanita yang berbeda juga putra.!!!,geram safa pada putra yang tidak merasa bersalah sedikitpun.
" yang pertama sama mantan kamu, oke aku bisa maafin karna aku memang belum ada rasa cinta sama kamu. trus yang kedua kamu berasalan itu cewek sepupu kamu .tapi aku tau itu selingkuhan kamu. aku maafin juga karna aku berfikir itu kesalahanku juga karna terlalu lama kamu menunggu kata cinta dariku. dan yang terakhir ini aku gak bisa maafin kamu putra.!!! aku udah bener bener cinta sayang sama kamu tapi kamu malah ngehianatin aku lagi.! aku bukan cewek bodoh yang bisa kamu tarik ulur trus putra.,!!!
" safa maafin aku, aku ngaku aku memang salah .tolong maafin aku fa. aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi safa . tolong maafin aku." ucap putra seraya meraih tangan safa tapi segera safa tepis .
" aku udah maafin kamu, lebih baik kamu pergi sekarang dari disini. aku udah gak mau liat kamu lagi."ucap safa.
" faa plissss aku gak mau kita putus fa .aku mohon fa, ibu aku selalu nanyain kamu trus fa. jadi tolong fa kasih aku satu kali kesempatan fa." ucap putra memohon.
" cukup putra !!!, kamu yang pergi atau aku yang pergi." tegas safa.
" aku gak mau pergi sebelum kamu kasih aku kesempatan fa."
" oke kalau begitu aku yang akan pergi." ucap safa sambil menarik tangan yudha untuk mengajaknya pergi dari sana.
Yudha hanya mengikuti langkah safa tanpa protes sdikitpun. Safa terus berjalan tanpa arah hingga berhenti ditempat yang sedikit sepi dari orang orang.