Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Aksi para sahabat


 


*drrtt drrttt*


 


Getar ponsel didashbord motor safa membuat dirinya menepikan motornya ke pinggir jalan. Safa sejenak melihat nama dilayar ponselnya Alifah, ya yang menelfon safa tak lain sahabatnya yang kini sedang janjian bertemu dicafe tempatnya bekerja.


" ya hallo pah ?."


" kamu dimana sih fa ? aku udah lumutan ni nunggu kamu kelamaan tau nggak, ntar keburu kesorean kita jalan ke malioboronya!?" cerocos alifah panjang lebar.


Ya hari ini safa dan sahabatnya alifah ingin jalan jalan santai di malioboro pusat keramaian dan salah satu icon wisata di pusat kota jogja. Safa yang menyempatkan minta jatah libur dari atasannya pun tak mensiasiakan waktu liburnya untuk sekedar jalan jalan santai dengan sahabatnya.


" bawel ihh aku lagi dijalan udah mau nyampe kamu malah ngribetin telfon aku sgala.,dah aku mau lanjut lagi.!"


tutt


telfon safa matikan dan ia kembali melajukan motornya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai, karna akan panjang urusannya kalau sahabatnya itu ngomel ngomel bikin kuping panas.


Safa memarkirkan motornya diparkiran pengunjung cafe. Safa melepas helmnya dan berjalan masuk ke dalam cafe. Edy yang tengah melayani pelanggannya pun dibuat terperangah melihat penampilan safa.


Safa terlihat sangat berbeda saat ini, safa memakai celana jins biru dipadukan dengan baju panjang sepaha berwarna putih dan tidak lupa juga jilbab passmina warna hitam berpadu dengan jaket jins yang ia kenakan, dan juga sneaker warna putih yang berhills 4cm. Karna tinggi badan safa yang sedikit pendek jadi ia memilih sneaker yang ada hellsnya, hihi. Tidak lupa polesan make up yang sangat natural menambah aura inner beauty'nya memancar, safa terlihat sangat manis dan cantik. Berbeda saat ia bekerja tampil biasa saja.


" bang ed " sapa safa dengan senyuman manis hingga terlihat lesung pipitnya membuat siapa saja yang melihat akan ikut tersenyum, ia berjalan menghampiri alifah yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya, dan meninggalkan edy yang masih terpaku ditempat.


" kamu lama banget sih fa ?!" gerutu alifah cemberut.


" hihi ya sory kan lumayan jarak dari rumah sampai sini. .." " tu tau, belum masih perjalanan ke malioboronya. belum ntar jalan macet, belum ntar cari parkirannya. !" belum safa selesai ngomong sudah dipotong oleh alifah.


Safa hanya tertawa geli mendengar omelan sahabatnya itu.


" udah ngomelnya ? udah yuk berangkat sekarang daripada ngomel mulu ntar tambah kelamaan lagi. toh lagian kamu kan disini juga nggak sendirian, kan ada bang edy. " ucap safa " kamu suka kan sama bang ed ? ya kan ngaku." bisik safa pelan sambil menyenggol bahu alifah yang berdiri disebelahnya. Pipi alifah merah seketika saat safa tau apa yang dipikiran alifah. " apa ihh ,kamu tu ngomong asal ngejeplak aja deh nyebelin ," alifah berjalan cepat keluar dari cafe menghindari safa yang mengikutinya dari belakang.


" ehh kita mau berangkat naik motor apa taksi online nih." tanya alifah.


" naik motor ajalah biar cepet nyampe juga menghindari kemacetan."


" kita pake motor sendiri sendiri gitu ? gak asik ahh, gak bisa ngobrol."


" kita boncengan aja."


" Ogahh ," tolak keras alifah


" bisa jantungan aku bonceng kamu, udah bawa motor gak bisa pelan, lagian aku pake rok panjang jadi ribet kalau bonceng. yang ada ntar aku kejungkel dari boncengan kamu."


Safa hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ocehan alifah. Dan akhirnya safa pun menuruti apa kata alifah untuk memesan taksi online dan menitipkan motor keduanya diparkiran cafe.


Di apartemen


Yudha tengah asik menyimak berkas laporan pembangunan hotelnya yang sebentar lagi akan diresmikan dan dibuka. Hingga saat dering ponselnya mengalihkan pandangannya dari tumpukan kertas itu. Yudha pun dengan malas menjawab telfon itu.


" ya halo pa."


" gimana kabar kamu disana yudha.? apa semuanya lancar ?"


" kabar baik pa, semua juga lancar. gimana kabar mama papa ?"


" kabar kami baik, kapan kamu akan menyelesaikan pendidikanmu ?"


" tidak lama pa, tinggal 2 tahun lagi yudha selesai "


" ya sudah kalau begitu cepat selesaikan dan cepat kembalilah pulang. kalau kamu libur panjang sempatkanlah untuk menengok orang tuamu ini. dan jangan lupa jaga kesehatanmu."


" iya pa," jawab singkat yudha sebelum memutuskan sambungan telfonnya. Rizky yang baru pulang ada diambang pintu masuk pun tak sengaja mendengar percakapan telfon papa dan anak itu. Rizky mengistirahatkan tubuhnya disofa brrhadapan dengan yudha.


" jadi bokap lo belum tau kalau lo udah di indonesia ?"


" belum."


" mau sampai kapan lo bohong sama ortu lo, lama lama bokap lo pasti tau yudha."


" ortu gue gak bakal tau kalau lo bisa jaga rahasia, dan lo jangan bilang sama om darmawan kalau gue udah balik."


" iya gue ngerti tapi sampai kapan bro gue bisa nyembunyiin lo dari bokap gue . lo tau sendiri kan yud bokap gue gak bisa dibohongi lama lama."


" iya gue tau ,semampu lo aja. gue tau lo sahabat gue yang bisa gue andelin." Yudha membereskan berkas berkasnya dan beranjak pergi masuk ke dalam kamarnya,. tak lama ia pun keluar sudah lengkap dengan jaket kulitnya dan memakai sneakersnya.


" mau kemana lo jam segini bro" rizky melihat arlojinya melihat pukul 06.00 sore.


" mau keluar bentar cari angin ." dan berlalu meninggalkan sahabatnya yang masih berdiri ditempatnya dan hanya menggelengkan kepalanya menatap punggung yudha yang lenyap bersamaan tertutupnya pintu apartemennya.


Di malioboro


Safa tengah asik berkumpul dengan para sahabatnya. Ternyata Alifah mengajak sahabatnya yang lain untuk bergabung bersenang senang bersama. Disalah satu tempat makan lesehan terdapat meja pnjang yang diramaikan dengan para cewek berhijab yang tertawa bersenda gurau sambil menunggu pesanan mereka.


Salah satu sahabat safa yang bernama Dhian tidak sengaja menangkap pemandangan menyesakkan hati jika safa melihatnya. Dhian melihat sepasang cewek dan cowok tengah bergandengan memasuki tempat .makan yang sama dengan mereka. Dhian menatap safa penuh selidik .


" safa ,kamu sama putra gimana hubungannya ? apakah baik baik saja ?" tanya dhian menatap lekat safa.


" setelah dia ketahuan selingkuh apa kamu masih melanjutkan hubunganmu .?" imbuhnya.


" ya aku udah sempet mau putus sama dia, tapi dia minta satu kesempatan lagi dan juga ibunya tidak mau melepasku .jadi ya sudah aku kasih kesempatan dia , ya semoga aja dia bener bener serius dengan ucapannya." jawab safa penuh harap.


isi chat yang diterima oleh Alifah, Ambar, dan erni.


"coba kalian lihat arah jam 9 .itu ada si Putra sama selingkuhannya. cowok brengsek yang udah nyakitin sahabat kita safa. gimana kalau kita kasih sedikit dia pelajaran ,kalian ikutin aja permainan gue ."


Semua sahabat safa mengambil ponsel mereka masing masing dan membaca pesan dalam hati mereka.


Dhian menyeringai memberi isyarat pada para sahabatny .dan semua pun tersenyum menyeringai lalu menganggukan kepala mereka.


Dhian pun memulai aksinya.


" gaisss gimana sambil kita nunggu pesenan kita nyanyi nih."


" ide bagus tuh apalagi kalau erni main gitar ." ambar menimpali.


" aku akan cari pinjeman gitar." alifah beranjak pergi. dan datang dengan sebuah gitar.


" kamu yang nyanyi ya fa, suaramu kn lumayan hehe."ucap erni.


" iya bener fa .dan kita backing vocal ."imbuh dhian. Dhian pun membisikkan pilihan lagunya.


" kita nyany lagunya gama audrey gimana, yang putus saja."timpal alifah.


" emang siapa yang putus ?" tanya safa pada sahabatnya. Semua hanya nyengir tidak jelas. Cus gitar dipetik dan yang lainnya main ketuk meja sebagai ganti drum.


Semua mata pengunjung pun mengamati safa and the geng. Yudha yang baru masuk dan yang tak sengaja ingin santap malam ditempat yang sama pun kedua matanya ikut mengamati keramaian yang diciptakan oleh para remaja putri itu.


Safa mulai bernyanyi


Dan terulang lagi


Kau sakiti aku yang tlah percaya


(percaya)


Dan akhirnya kini


hatiku tak ada sdikit pun rasa


(yang tersisa)


Daripada lama lama ku jadi gila


aa..aa..


Baiknya cepat cepat berpisah


ahh..ahh


Janganlah kau salah


aa..oo..


Aku bukan putus asa


aa..oo..


Tapi ingin putus saja


Karna tak cinta, Sudah tak bisa


Denganmu


*Ehhh itu bukannya cewek unik itu ya ? bagus juga ternyata suaranya, nggak sangka gue bisa ketemu ma dia lagi ,cih. gumam yudha dan tersenyum melihat aksi safa and the geng.


**Tak cuma sekali


Sering kita putus cuma sehari


(terus kembali)


Berkali kau janji


Mau berubah malah semakin parah


(bikin marah)


Daripada lama lama ku jadi gila


Baiknya cepat cepat berpisah


ahh..ahh***..


Dan seperti itulah lagu yang dinyanyikan safa dan para sahabatnya.


Riuh tepuk tangan dan sorak sorai para pengunjung pun terjadi ketika safa selesai menyanyi.


Putra yang tengah asik dengan teman wanitanya pun tak menggubris apa yang telah terjadi di meja pojok jauh dari mejanya. Sesaat terdengar suara dhian yang sengaja ia keraskan agar semua yang ada disitu bisa mendengarnya.


" Terimakasih semua atas tepuk tangannya, dan ini lagu spesial kami persembahkan untuk seseorang yang ada disebelah sana " dhian menunjuk meja yang ditempati oleh Putra. Semua mata pengunjung pun mengikuti arah tangan dhian. Wanita yang bersama putra pun terkejut saat semua pandangan mengarah ke arahnya. Putra yang duduk membelakangi semua pun ikut menoleh saat teman wanitanya menyenggol tangannya.