Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Kecupan pertama di depan umum


Mobil Yudha berhenti tepat didepan sebuah warung makan sederhana yang di tunjuk oleh Safa, dan Yudha hanya menurut saja saat Safa mengajaknya untuk makan ditempat itu.


" Kamu mau pesen apa Fah. "


" Aku soto sapi plus bakso sama minumnya es teh manis. "


" Mas Yudha apa ? "


" Samain sama kamu aja dek. "


" Baiklah.,.. Bu pesen soto sapinya tiga sama teh anget manis dua sama es teh manis satu. "


" Siap mbake, di tunggu nggeh. "


" Duduk bawah kipas sana aja Mas biar nggak kegerahan. , ayo Fah. "


Mereka bertiga duduk bersama dan sesekali terlibat obrolan ringan, Yudha tengah fokus mengecek email masuk di ponselnya. Tak berselang lama makanan pesanan pun datang.


Safa memberi soto miliknya dengan perasan jeruk nipis juga sedikit sambal begitupun Alifah, sedangkan Yudha masih bingung dengan apa yang di lakukan Safa.


" Sini aku kasih perasan jeruk nipis biar seger Mas, mau kasih sambel nggak.? "


" Kasih dikit aja sama kecap dikit. "


Setelah memberi Safa mengaduk soto milik Yudha agar tercampur rata. Yudha langsung mencicipi soto miliknya. Suapan Pertama mata Yudha langsung berbinar merasakan perpaduan rasa kuah soto yang sedikit kental dengan perasan jeruk nipis menambah rasa segar dan enak di lidah. Yudha pun makan dengan lahap soto miliknya, dan Safa yang melihat itu hanya tersenyum, Alifah pun sampai melongo melihat pria tampan di hadapannya itu seperti tidak pernah makan soto seumur hidupnya.


" Enak Mas ? "


" Ini enak banget dek, mau dong di masakin kaya gini. Kamu bisa kan ? "


" Mas Yudha mau di masakin soto.? Tapi makan soto enaknya pas siang hari Mas jadi seger gitu. "


" Oke, besok kamu kuliah apa.? "


" Besok aku kuliah siang Mas. Tapi kalau Mas Yudha mau nanti sebelum berangkat aku masakin dulu. "


" Makasih, "


Cup


Alifah tersedak kuah saat melihat Yudha tanpa rasa malu mencium pipi Safa di tempat umum apa lagi didepan matanya. Safa sendiri pun yang mendapat kecupan mendadak hanya bisa menahan malu yang tetamat sangat dan tangannya terulur untuk mencubit perut Yudha.


" Aawwww, sakit dekk, "


" Mas Yudha tuh apa apa an sih main nyosor aja. Malu Mas ihh. "


OMG Safa... Beruntung banget sih kamu punya calon udah ganteng, mapan, dan kelihatannya perhatian banget gitu sama kamu. Uhhh andai bang ed juga gitu sama aku, pasti aku bakal bahagia banget. Dan kalian udah dong mesranya nanti aja kalau nggak ada aku di depan kalian. Batin Alifah.


" Ishhh sejak kapan aku jadi calon istri Mas Yudha,? "


" Sejak awal kita di takdirkan untuk bertemu kembali setelah sekian lama Mas mencari kamu. "


Blushh


Pipi Safa jadi merona merah mendengar kata kata yang keluar dari mulut Yudha.


" Oh ya Fah habis ini kamu mau kemana? Apa mau ikut kita ke super market aja.? " Ucap Safa mengalihkan perhatian.


" Aku langsung pulang aja Fa, ntar aku biar naik ojol aja buat balik kampus ambil motor. " Mana mungkin aku ngikut kamu Fa, yang ada jiwa jones ku meronta ronta melihat kalian berdua gitu mesranya. Lebih baik aku pulang aja dan meratapi kesendirianku. Huaaaaaa.. Batin Alifah.


" Kamu pesan aja ojolnya nanti biar saya yang bayar. "


" Ehh trimakasih Mas tapi tidak usah, merepotkan Mas aja. "


" Nggak pa pa, kamu kan sahabat baik Safa, jadi teman saya juga. "


" Iya Fah, udah kamu sekarang pesen aja mumpung kita belum keluar. "


Alifah pun menurut dan segera memesan ojol untuk mengantar kembali ke kampus. Safa pun beranjak hendak membayar makanannya namun di cegah Yudha.


" Mau kemana dek,? "


" Mau bayar dulu Mas, "


" Bawa dompet Mas, " Seraya menyodorkan dompet miliknya ke Safa.


" Kan yang mau traktir aku Mas. "


" Kamu atau Mas sama aja. Udah bawa nggak sana. "


Safa pun menurut saja karna tidak mau berdebat di tempat umum. Setelah membayar Safa kembali dan Alifah pun sudah dijemput ojol pesanannya. Yudha memberi selembar uang seratusan ribu pada Alifah untuk membayar ojolnya.


Safa dan Yudha masuk ke dalam mobil untuk pergi ke supermarket guna belanja keperluan dapur Yudha.


.


.


.