
.
Di Bandara Yogyakarta
Setelah sekian jam pesawat yang di tumpangi Safa mengudara akhirnya mendarat dengan selamat. Setelah turun dari pesawat Safa segera menghubungi sang suami sesuai titahnya tadi sebelum pergi.
" Halo sayang. Kamu udah sampai.? "
" Assalamualaikum.,"
" Waalaikumsalam maaf lupa sayang, kamu udah sampai di jogja.,? Tidak terjadi kendala kan selama di pesawat."
" Enggak kok Mas, alhamdulillah lancar, ini juga baru keluar dari pesawat udah telfon kamu kan sesuai perintah tadi. Udah makan.?"
" Belum, aku nggak selera makan sayang. Iya sayang, oh ya tadi aku udah hubungi Rizky buat jemput kamu, jadi tunggu ya, mungkin sebentar lagi sampai atau kalau enggak malah udah sampai sekarang. Coba kamu cari ke depan."
" Baiklah, ya udah aku tutup dulu ya, nanti kalau udah sampai rumah aku telfon lagi."
" Baiklah sayang, kamu hati hati di jalannya ya sayang. Jangan lupa nanti telfon lagi."
" Iya Mas, Assalamualaikum."
" waalaikumsalam sayang."
Safa memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan bergegas keluar untuk mencari jemputan nya.
" telepon siapa sih mesra amat." Seru Boy yang sedari tadi berjalan di belakang Safa dan mendengar semua percakapan Safa.
" Apaan sih kepo banget, kamu ngapain jalan di belakang aku, mau ngintil ya.!!!"
" Apaan sih ge er banget. Ini kan jalan umum dan jalan menuju keluar bandara juga."
" Huh, sakarepmu ."
" Heh jawab dulu tadi kamu telfonan sama siapa.?!"
" Suamiku."
" Oh ya,?? Terus aku percaya gitu,? Masih kecil juga pinter ngarang."
Namun Safa tak mendengar ucapan Boy karna dia sudah berlari ke arah seseorang yang sudah menjemputnya. Sahabat baiknya Dhian yang saat ini juga tengah teriak histeris menyambut bahagia Safa.
" Mbak Dhiiiiiiiiiiiii."
" Safaaaaaa ayang embebkuuuu... uhhhh kangen banget aku ngerti ora."
" Oraaaa, hahahaha, Tadi kata nya Mas Rizky yang jemput kok jadi sampean Mbak ??"
" Halah yang penting aku udah jemput kamu sekarang, udah ayo pulang, Bapak Ibu pasti seneng banget kamu pulang."
Mereka pun pergi menuju parkiran di mana mobil kantor terparkir. Safa terlihat sangat bahagia sekali bisa pulang kembali menapakkan kakinya di tempat di mana ia dibesarkan dan juga belajar untuk menghadapi segala kesulitan hidup yang membuatnya lebih dewasa di masa remajanya kala itu.
.
Di tengah perjalanan Safa meminta sopir untuk mampir di pusat oleh-oleh karena saat ini Ia datang dengan tangan kosong. Safa sewaktu di Bandung saat berangkat tidak sempat untuk membeli oleh-oleh khas daerah suaminya tinggal karena memang kepulangannya saat ini tidak direncanakan.
.
" Assalamualaikum epribodihhh ,.. Aku pulangggggg.,,,"
" Waalaikumsalam Masya Allah Safa, kamu pulang nduk.???!!!"
" Dedek.??!!"
" Mbakkkkk...."
terjadilah tangis haru juga bahagia dan tak lupa berpelukan layaknya Teletubbies. Semua terlihat senang dan bahagia melihat Safa pulang walau hanya sendiri tanpa suaminya, namun Safa juga sudah memberitahu alasan kenapa dirinya pulang sendirian tanpa suami yang menemaninya.
.
semua pun memaklumi keadaan menantu juga suami dari Safa yang memang seorang pimpinan sebuah perusahaan yang sangat sibuk. Sampai di rumah pun Safa mengutarakan apa yang menjadikan alasan ia pulang saat ini.
.
Semua tertawa mendengar alasan Safa pulang karna selain rindu pada keluarga juga ia sangat ingin dimasakkan sayur asem oleh sang Ibu. Awalnya Ibu Safa hanya senyum dan tertawa namun insting seorang ibu pada anaknya lebih peka dari yang lain nya.
.
Ibu Safa sangat yakin akan instingnya karna kini Safa ingin di masakkan sayur asam namun dengan rasa yang benar benar terasa asam. Bahkan seluruh keluarga di buat bergidik ngilu saat merasakan masakan itu. Tapi berbeda dengan Safa yang terlihat sangat lahap sekali bahkan hampir sepanci kecil masakan itu ludes di santap Safa.
.
" Dek., kamu sehat kan."
" Iyo Mbak, hihhhh nyampe ngilu aku."
" Aku sehat kok, bisa di lihat sendirikan. Ini enak yo, seger banget uhhh masakan Ibu emang tiada dua nya."
" Tapi itu terlalu kecut nduk, Bapak aja ngelihatnya hiiii, apa lagi tuh belimbing wuluh berapa biji kamu masukin, udah di tambah asem banyak banget.,"
.
Bapak teringat tadi saat pulang dari bekerja di minta Safa untuk mencarikan belimbing wuluh yang rasanya sangat masam untuk campuran masakan sang Ibu sesuai permintaan nya. Satu buah saja sudah membuat linu mulut bahkan sampai air liur mengucur deras, apalagi ini Safa memasukkan 10 buah belimbing wuluh. Entah seperti apa rasa masamnya itu.
.
" Ehhh tapi ini seger lhoh Pak, nggak kecut sama sekali., coba deh."
" Hehe enggak enggak, buat kamu aja, udah di habisin habis itu istirahat badanmu pasti lelah."
" Injeh Pak."
Selepas makan malam bersama keluarga Safa menghabiskan malam dengan bercengkrama bercanda tawa melepas kerinduan.
.
.
.📖🎬🎬✍🎬✍📖🎬🎬