Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Dhian dan Mama Rizky


Di tempat lain Rizky dan Dhian Baru saja sampai di kediaman orang tua Rizki. Mereka langsung disambut oleh Mama Rizky yang sudah sedari tadi menunggu kedatangan anak dan calon menantunya.


.


Mama Rizki terlihat sangat antusias saat melihat mobil yang menjemput ke bandara tadi memasuki halaman rumah. Walaupun sudah melihat foto calon menantunya namun Mama Rizky tetap penasaran seperti Apa wujud asli sosok gadis yang sudah memikat hati anak semata wayangnya.


.


" Assalamualaikum mama." Ucap Rizky saat melihat sang Mama berdiri menyambutnya di pintu masuk utama.


" waalaikumsalam nak, akhirnya kamu pulang juga anak nakal." Canda mama Rizky seraya memeluk hangat Rizky, setelah itu Mama Rizky melepas pelukannya dan beralih menatap sosok gadis cantik yang berdiri malu-malu di belakang Rizky.


" dan ini Apakah gadis cantik yang telah berhasil mencuri hati anak nakal mama humm.??" Ucap Mama Rizky ramah.


" Assalamualaikum tante." Sapa Dhian malu-malu dan sedikit Canggung menyalami dan mencium tangan Mama Rizki.


" waalaikumsalam cantik, wahh ternyata kamu lebih manis dan cantik dari yang difoto sayang. "


" mama apa kita akan terus di luar,? Kasihan calon menantu Mama ini sangat lelah sudah perjalanan jauh masih tidak di dipersilahkan masuk."


" Ehhh iya maaf sayang tante jadi keasikan ngomong ,kamu pasti lelah ya perjalanan jauh, ayo ayo masuk sayang." Mama Rizky merangkul pundak Dhian dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


.


Mama Rizky terlihat sangat senang dan langsung suka dengan Dhian sejak awal jumpa, bahkan sejak awal pertama melihat foto Dhian yang di kirim oleh suaminya Mama Rizky.


.


Dhian walau awalnya terlihat malu malu dan kaku namun sekarang langsung akrab dan merasa nyaman dengan Mama Rizky. Mereka berdua pun sampai melupakan keberadaan Rizky yang juga tengah melihat kedekatan antata calon mantu dan calon mertua.


.


Namun walau begitu Rizky sangat senang dan bahagia, ia merasa tidak salah dalam mencari pasangan, walau awalnya sangat membutuhkan perjuangan ekstra harus menghadapi sikap Dhian yang cuek jutek bahkan tak segan segan adu mulut sampai pernah Rizky menerima bogeman juga tendangan dari Dhian namun itu tak menyurutkan tekad Rizky untuk mendekati Dhian menjadikan nya satu satunya pasangan hidupnya kelak.


.


" Ekhemmm,... saking asiknya sama calon mantu Aku disini sampai di kacangin nih.. "


" Mending kamu bersih bersih badan dulu sana dikamar, mandi yang bersih biar wangi, kasian calon mantu Mama kalau harus cium bau ketiak kamu." Seloroh Mama Rizky.


" Masih wangi tuh Ma, ya walau badan rasanya lengket tapi tetep wangi kok, ya nggak beib.."


" Ihhh jijik tahu badan kamu tuh, nyadar dong kamu mandi nya udah tadi pagi, sekarang udah jam 6." ucap Dhian yang tetap dengan sifat juteknya namun hanya berlaku dengan Rizky saja.


Mama Rizky yang mendengar nada ucapan Dhian yang jutek pada anaknya Rizky sempat ternganga. Dimana mana jika pasangan itu selalu berkata manis dan romantis, tapi ini? kenapa Dhian berbeda sekali dengan perempuan di luaran sana yang mempertahankan image saat di depan calon mertua, dan Rizky pun seperti tak mempermasalahkan nya, bener bener unik pikir Mama Rizky.


" Hahaha kamu denger tuh calon mantu Mama aja bilang gitu."


" Kalian ini ya,.. nggak Bebeb nggak Mama sama aja suka gitu sama aku ihhh. Sudahlah aku mandi aja, kamu nggak mandi juga beib, atau mau bareng, humm." goda Rizky yang langsung dapat pelototan dari Mama dan Dhian.


" Nihhh mau melayang,??" ucap Dhian seraya menunjukkan kepalan tangan nya.


" Hehehe pisss.." Rizky segera berlalu naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Sedangkan Dhian dan Mama Rizky geleng geleng kepala melihat tingkah Rizky.


" Anak tante tuh nyebelin banget sih, dari awal jumpa sampai sekarang tidak berubah."


" Haha dia memang usil anaknya sayang, tapi di balik sifatnya yang usil dia sebenarnya anak yang sangat baik kok."


" Hehe iya Dhian tahu kok tante,"


" Jangan panggil tante dong,panggil Mama oke."


" Hah,?? Mma..ma ,"


" Iya begitu, kamu kan calon mantu Mama, jadi harus di biasakan panggil Mama. Oh iya ayo Mama antar kamu ke kamar buat bersih bersih dan istirahat sebelum kita makan malam. Kamu pasti udah gerah kan."


" Iya tan,,, ehh Mama. hehe maaf enggak terbiasa."


" Bukan enggak tapi belum, nggak apa nanti juga biasa kok. Ayo sayang."


.


.