
.
📖 📖 📖
.
Beberapa menit sebelum kedatangan Safa di kantor Yudha.
Seorang wanita cantik nan elegan berjalan dengan anggun nya memasuki gedung kantor Yudha, lebih tepatnya perusahaan yang masih milik Papa Yudha.
Kecantikan dan keramahan nya begitu memikat banyak karyawan kantor yang memandang nya, terutama laki laki.
*Wahhh cantik banget, siapa ya dia,?
Iya sudah cantik anggun ramah pula, bikin hati abang ini keplek keplek dekk.
Klepek klepek bambang.,
Ajak kenalan yuk*...
Dan masih banyak lagi kalimat kalimat pujian yang di tujukan pada wanita itu. Wanita cantik itu pun mendatangi meja resepsionis dan bertanya dengan senyum ramahnya yang membuat siapa pun yang melihatnya akan jatuh cinta namun tidak berlaku untuk Yudha.
" Selamat siang... Apa Yudha ada dikantornya.?"
" Apakah anda Nona Sherly,? "
" Iya betul."
" Ada Nona, silahkan masuk tadi Tuan besar sudah memberi kabar jika ada Nona Sherly datang diminta untuk langsung masuk ke ruang Pak Yudha."
" Oh begitu, oke kalau begitu terimakasih ya Mbak."
" Sama sama Nona."
*wahh, udah cantik ramah lagi, siapa ya dia,? apa jangan jangan pacar Pak Yudha.?
Bisa jadi sih, atau jangan jangan calon istrinya, secara tadi Tuan besar langsung yang telfon ke sini untuk membiarkan nona itu langsung masuk ke ruangan Pak Yudha.
Maybe*.???
Tanpa mendengar bisikan dua karyawan resepsionis itu Sherly melangkahkan kakinya menuju lift untuk membawanya ke lantai dimana ruangan Yudha berada.
.
Sampai di lantai teratas gedung itu Sherly menuju meja sekretaris Jo yang tengah sibuk memeriksa berkas, untuk sekedar menanyakan apakah Yudha tengah menerima tamu atau tidak.
" Permisi selamat siang, apa saya bisa bertemu dengan Yudha.?"
Sekretaris Jo memperhatikan Sherly dengan seksama sebelum ia menjawab telfon di mejanya berbunyi, Jo segera mengangkat telfon itu.
" Halo selamat siang dengan Jo disini."
" ...... "
" Oh baik Tuan Besar."
Jo menutup telfon dan mempersilahkan Sherly masuk ke dalam ruangan Yudha namun sebelum itu sekretaris Jo mengetuk pintu ruangan Yudha untuk memberitahunya bahwa ada seseorang yang ingin menemuinya.
Tokk tokk
" permisi Pak Yudha, ada Mbak Sherly yang ingin menemui anda."
" Sherly.?? mau apa dia." gumam Yudha.
" suruh dia masuk."
setelah dipersilahkan Sherly melangkah masuk kedalam ruangan Yudha dengan hati yang senang juga berdebar.
" Hai Yudha... Apa aku mengganggu waktumu.?"
" tidak, namun aku juga tidak bisa lama-lama menerima tamu karena sebentar lagi aku akan keluar kantor. jadi sebaiknya kamu langsung saja ingin berbicara apa padaku."
" ini soal Perjodohan kita."
" untuk itu aku sudah mengatakannya sama kamu kan agar menolak Perjodohan ini. aku juga sudah mengatakan padamu kalau aku mencintai wanita Pilihan Ku Sendiri bukan. Jadi untuk apa kamu jauh-jauh datang ke kantor aku hanya untuk membahas soal Perjodohan itu yang sudah tahu Pasti Apa jawaban ku."
" tapi Yud... Bagaimana dengan perasaanku juga hatiku, aku udah jatuh cinta sama kamu sejak awal kita bertemu saat kamu menolongku di dermaga itu. sejak awal aku sudah suka sama kamu,."
" itu bukan urusanku Sherly, Itu masalahmu sendiri yang nggak bisa menjaga hati kamu untuk tidak menyukai seseorang yang pertama kali kamu bertemu. Maafkan Aku tapi aku nggak bisa menerima Perjodohan ini karena ada hati yang harus aku jaga, dan Aku nggak mau kalau sampai harus kehilangan dia."
" tolong beri aku satu kesempatan untuk bisa membuat kamu menyukaiku sampai rasa suka itu berubah menjadi rasa cinta. Biarkan Aku berusaha untuk masuk ke dalam hati kamu."
" Maaf Sher, aku nggak bisa. kamu cantik berpendidikan tinggi kamu juga baik pasti akan banyak yang menyukaimu di luar sana, dan kamu tinggal memilih mana yang tulus dengan kamu. Tapi itu bukan aku."
" Nggak Yud,..enggakkk, aku nggak mau yang lain.!!! Aku cuma mau kamu, aku cinta nya sama kamu bukan yang lain.!! Aku mohon Yudha beri aku kesempatan untuk bisa mendapatkan hati kamu."
" Maaf tapi aku tetap menolak perjodohan ini, bahkan jika orang tua memaksa pun aku tetap pada keputusanku, jadi tolong kamu mengerti dan pahami."
" Heh... kamu salah Yudha, perjodohan kita akan tetap berlangsung walau kamu menolak dengan keras,. aku kesini hanya untuk berbicara dari hati ke hati sama kamu, meminta kamu untuk bisa menerima aku yang tulus mencintai kamu, aku datang baik baik untuk hubungan masa depan kita. Jadi bolehkah aku egois kali ini saja.?"
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Yudha, Yudha hanya sibuk berdiri menatap keluar kaca yang memperlihatkan pemandangan kota, Yudha membelakangi Sherly yang sedari tadi berbicara dengan nya.
" Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan Yud,?"
Masih saja hening, Yudha seperti enggan untuk menanggapi ucapan Sherly, karna menurutnya tidak ada lagi yang harus di bahas karna semua sudah sangat jelas ia menolak perjodohan itu. Baginya jodohnya hanya satu yaitu Safa.
" Baiklah..." Sherly berjalan mendekat ke arah Yudha dan berdiri tepat di depan Yudha yang masih menatap ke luar gedung.
" Baiklah... aku akan ikuti kemauan kamu untuk menolak perjodohan ini dan juga berbicara untuk meyakinkan Om Pramana agar membatalkan perjodohan ini asal......"
Ucapan Sherly menggantung dan Yudha pun tak sabar akan hal itu langsung menyergah Sherly.
" Asal apa cepat katakan.!"
" Ijinkan Aku untuk melakukan satu hal dan kamu tak boleh menolak atau aku tidak akan pernah mau menolak perjodohan ini juga bicara dengan Papa kamu."
" Apa.."
" Cium Aku.!"
" Tidak mau.! Apa kamu sudah gila.! Kamu wanita, dimana harga diri kamu.!"
" Ya.!!!! Aku memang sudah gila.! Gila karna kamu Yud.!!!"
" Minta permintaan lain yang bisa aku kabulkan, untuk itu aku tidak bisa."
" Tapi aku hanya minta itu, Apa kamu tak bisa mengabulkan nya,? hanya itu dan aku tidak akan mengganggu kamu lagi. Itu janjiku. Aku mohon. Kalau kamu tidak bisa melakukannya biar aku saja."
Dengan cepat Sherly menempelkan bibirnya di bibir Yudha. Yudha yang tidak siap menghindar hanya bisa mematung.
.
.
🎬📖🎬📖🎬📖🎬📖
.