
Hidup itu pilihan, jika engkau memilih bahagia, maka jauhilah kesedihan dan segala keluh kesahmu. Betapa pun megahnya keindahan yang belum kau miliki, tidak lebih indah daripada kesederhanaan yang sudah kau miliki saat ini. Teruslah optimis dan berfikir positif dalam hidupmu. Seberat apapun yang dihadapi jangan pernah menjadi rapuh. Jangan menyesali masa lalu, tapi perbaikilah sesuatu yang salah dimasa depanmu. Tersenyumlah ketika melihat masa lalu, karena engkau telah berhasil melewatinya. Jangan putus asa, karna ALLAH selalu setia bersama hambaNYA.
Sepenggal kata kata terakhir yang safa tulis di buku diary miliknya. Ya karena hanya kepada buku diary'nyalah safa mengeluarkan isi hatinya setelah berkeluh kesah dengan sang pencipta disetiap sujudnya.
Hari demi hari safa lalui dengan penuh semangat, mengeluh boleh tapi jangan terlalu sering itu yang selalu safa tekankan pada dirinya sendiri.
Bagaimana perasaanmu jika kamu merindukan seseorang yang ada dimasa lalumu. Seseorang yang datang secara tiba tiba tanpa janjian dan pergi begitu saja tanpa pamit. Seperti apa yang safa rasakan saat ini, bayangan seorang anak laki laki yang usianya terpaut 6 tahun lebih tua dari safa.
Entah perasaan sekedar rindu atau apa safa pun tidak mengerti. Tapi kenangan yang dilalui walau hanya sebentar itu sangat membekas diingatan safa. Kesedihannya, senyumnya, tertawanya, kediamannya anak lelaki itu pun sangat membekas di hati maupun di otak safa. Jikalau tuhan memberinya kesempatan untuknya bertemu kembali dengan anak laki laki yang mungkin sekarang telah dewasa, mungkinkah dia akan mengingatnya ??? Ataukah sudah melupakan semua kenangan masa lalu itu ??
Safa terduduk diam disebuah taman hotel tempat dimana dia bekerja sebagai asisten bos,. Berbeda dengan dulu saat ia masih bekerja sebagai pramusaji dicafe. Jika tidak ada kerjaan ia akan bersendau gurau dengan teman kerja lainnya. Tapi sekarang ? ia hanya sendiri, ia akan bekerja jika bosnya membutuhkannya , jika tidak ia hanya akan duduk berdiam diri ditaman menghirup udara segar dibawah pohon.
Di sela jam kerjanya safa hanya akan memandangi foto lama yang ia simpan dimemory ponselnya,. Ya foto tepatnya 17 tahun silam. Foto kenangan dimana ia digendong oleh seorang anak lelaki yang sudah seperti kakaknya. Terliat jelas tawa bahagia difoto jadul itu.
saat dering ponsel miliknya membuyarkan lamunannya, safa pun bergegas mengangkat ponselny.
" iya halo pak, ada yang bisa saya bantu ?"
" safa tolong kamu antarkan makan siang di kamar lantai paling atas ya. kamarnya cuma ada 1 jadi kamu tidak akan bingung." titah Rizky.
" baik pak akan segera saya antar,. apakah ada yang lainnya pak ?"
" tidak ada fa, uhm udah itu aja kayanya."
" baik pak siap."
Sambungan telfon pun terputus. Safa bergegas ke resto hotel untuk memesankan makan siang untuk bosnya. Setelah makan siang siap tersaji diatas nampan, safa pun bergegas naik lift menuju lantai paling atas.
Saat sampai di lantai dan kamar yang dituju pun safa segera mengetuk pintu.
***tokk tokk tokk
ceklekk***
Pintu terbuka dan muncullah seseorang dari dalam kamar.
Kedua pasang mata berhadapan, berpandangan sejenak. Safa dan yudha saling memalingkan wajah Sebelum yudha sang pemilik kamar meminta safa masuk kedalam.
" masuk " ucap yudha sembari melenggang masuk kedalam.
Safa mengernyitkan dahi, mencoba memahami sesuatu mengikuti langkah yudha masuk kedalam.
" maaf pak saya disuruh pak rizky untuk mengantar makan siang untuk pak rizky." ucap safa.
" hem, " jawab yudha yang masih sibuk membereskan berkas yang ada di meja ruang tamu.
Safa merasa kesal dengan jawaban yudha. Safa menggaruk alisnya serta melihat sekeliling mencari sosok rizky yang tidak terlihat disana. Safa dibuat kagum dengan isi dan dekorasi kamar yang ia datangi saat ini. Sungguh menakjubkan dimata safa, ini bukan kamar tapi rumah minimalis namanya" batin safa. Di luar terlihat kecil seperti kamar hotel lainnya, tetapi didalamnya begitu luas. Dekat pintu utama masuk terdapat ruang tamu yang ada sofa besar melingkari meja kaca ditengahnya. terus didekatnya sebelah kiri ada mini bar, dan sebelahnya lagi dapur mini juga meja makan yang muat untuk 4 orang. Terdapat 3 pintu yang salah satunya kamar mandi dan 2 pintu lainnya pasti kamar. Di sisi kanan ruang tamu terdapat jendela kaca besar yang juga berfungsi sebagai pintu yang bisa digeser. Di luarnya terdapat balkon yang ada kolam renang mini juga meja kursi untuk bersantai. Benar benar sangat mewah dimata safa. Setelah sejenak mengagumi safa dibuat kaget mendengar suara tepat di belakangnya.
" lo mau ngelamun dan kesambet apa gimana.?" seru yudha.
Dugh aww
Safa meringis sakit karna lagi lagi kepalanya kepentok dada yudha.
" aduhh pak sakit jidat saya, ini dada apa tembok sih keras banget." gerutu safa sambil mengelus dahinya.
" udah mending ditolong malah ngatain gue, wahhh bener bener ni cewek bar bar . tau gitu gue biarin aja lo jatoh." kesal yudha.
" siapa juga yang minta tolong situ." gumam safa pelan yang masih bisa terdengar yudha.
Yudha yang mendengar gumaman safa pun melototkan matanya pada safa.
" apa lo bilang ? coba katakan yang keras.!" ketus yudha.
Safa yang melihat yudha melotot dibuat takut dan segera menundukkan kepalanya dan berkata.
" i iiya trimakasih pak ." jawab safa gugup.
" oh iya pak, dimana pak risky saya mau memberikan makan siangnya." imbuhnya mengalihkan perkataan yudha.
" taruh meja makan dan pindahin di piring sana."titah yudha.
". baik pak."
Safa pun bergegas melaksanakan titah yudha karna takut yudha yang akan marah lagi jika ia membantah.
Yudha pun mendudukan tubuhnya di kursi melihat safa yang sedang menata makanannya. Saat yudha akan memakan makanannya safa segera mencegahnya.
" lohh pak maaf itu kan buat pak rizky kenapa anda yang makan ??"
" gue yang udah nyuruh rizky buat nganter makanan gue. kenapa ? lo gak terima ?."
" loh kok anda jadi nyuruh nyuruh pak rizky gitu ? berani banget nyuruh nyuruh bos."
" terserah gue lah . gue udah gaji dia juga " ucap yudha keceplosan.
Safa mengernyit bingung dengan ucapan yudha. kenapa bisa bos digaji sama karyawan sendiri pikirnya. Yudha yang melihat kebingungan safa pun berkata. " udahlah gak usah banyak tanya. gak penting. sekarang lo duduk temenin gue makan."
". maaf pak saya tidak bisa, saya kerja dengan pak rizky bukan dengan anda. jadi anda tidak bisa menyuruh nyuruh saya."
" tapi gue yang gaji elo." kalimat yudha terhenti saat tersadar dengan ucapannya.
" ya sudah keluar lo. bikin nafsu makan ilang aja."
" ya sudah, siapa juga yang mau lama lama disini." safa mencebikkan mulutnya.
Safa pun bergegas pergi meninggalkan yudha yang sedang kesal. Memang yudha tengah kesal dengan safa. Tapi entah kenapa dia merasa terhibur dengan adanya safa.
" dasar cewek bar bar,. cihh tapi lucu juga buat hiburan." gumam yudha dengan senyuman yang tergambar jelas diraut wajahnya.