Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Janji Rizky


" nuwun ya mas udah mau kasih tumpangan ," ucap safa dengan senyum manisnya.


" sama sama, lo pulang sendiri ? dimana rumah lo?" ucap yudha seraya melihat arloji ditangannya, ia melihat sudah pukul 10 malam. Entah kenapa yudha merasa khawatir melihat safa yang akan pulang sendirian malam malam. Padahal safa sudah terbiasa pulang malam hari jika ia masuk kerja shift siang.


" rumahku di sleman mas, ya kurang lebih 15 menitanlah kalau nggak macet,"jawab safa.


" Sleman tuh luas kali, yang jelas dong.!" gerutu yudha sdikit kesal dengan jawaban safa.


" kenapa anda mau tau rumah saya,?" tanya safa penuh selidik.


" gue anter, bahaya cewek pulang sendiri malem malem, apalagi rumah lo jauh." jawab yudha santai.


Safa yang mendengar jawaban yudha pun tertawa.


" aahaha anda becanda ya ?.apa saya nggak salah dengar? ngapain juga anda nganter saya ? saya bukan anak kecil yang harus dijaga." jawab safa yang masih tertawa.


" ngapain lo ketawa, gue bilang serius malah dikira becanda."ketus yudha.


" helooo massss ,kita bukan temen bukan sodara ya,, kita nggak sedekat itu,.kita baru saja kenal ,ehh salah bahkan saya nggak tau nama anda,"


Yudha yang mendengar jawaban safa pun hanya bisa membenarkan kata yang diucapkan safa. Tapi entahlah dia ingin sekali memastikan safa sampai dirumah dengan selamat itu aja. Tapi yudha juga tidak menyerah.


" gue tetep antar lo sampai rumah, anggap aja ini sebagai permintaan maaf gue buat kejadian tempo hari."


" udahlah mas saya udah memaafkan anda ,sudahlah toh saya juga tidak apa apa., dan terimakasih tawarannya."


" sok banget sih jadi cewek, padahal kalau cewek lain gak bakalan nolak diantar sama gue."


" ya udah anda silahkan cari cewek yang mau diantar sama anda,! *asem pede banget dadi wong ,padake aku ki cewek apaan!(*sial, pede sekali jadi orang ,kayak aku ini cewek apaan**)." sewot safa .


" Heiii ,, udah gue bilang jangan pake bhasa jawa,!!, gue tau pasti lo lagi ngumpat gue kan."seru yudha dengan melototkan matanya.


" suka suka saya dong mulut mulut saya..." terpotong ketika ada yang memanggil namanya.


" safa ,, kamu darimana aja sih ,kita semua pada keliling nyari kamu tau nggak,!,?"omel alifah sambil berjalan menghampiri safa.


" iya maaf ya aku tadi lagi nggak karuan hatiku."ucap safa dengan sedih mengingat kejadian ditempat makan tadi.


" udah nggak usah di inget lagi, lupain tu cowok brengsek."timpal dhian.


Safa tersenyum menanggapi omongan sahabatnya. Benar apa yang dikatakan sahabatnya itu, dia harus melupakan hal yang nggak penting.


" makasih ya kalian semua udah perhatian sama aku." jawab safa, mereka bertiga berpelukan dan tidak menghiraukan ada orang lain disana.


" ekhemm,," yudha berdehem membubarkan mereka yang tengah berpelukan. Mereka pun saling melepas pelukan.


" ohh ya alifah, rumah kamu kan beda arah sama kita ,. kamu mau nggak dianter ,aku sama dhian kan satu kampung. kasian kamu pulang sendirian." ucap safa yang mendapat pelototan dari yudha. Alifah hanya diam bingung dan merasa aneh sama safa.


" kamu gak kenapa kenapa fa ? kamu kok jadi ngelantur gini. Aku udah terbiasa kali pulang sendiri dan kamu tau itu, jalan yang aku lalui juga rame nggak kayak jalan ke rumahmu itu. SEPI.,"cerocos alifah sewot.


" enggak gitu alifahhhh ,kalau kamu mau mas ini mau anterin." tawar safa .


" haah " alifah melongo mendengar ucapan safa .


" lo apaan sihh emang gue ojek apa." ketus yudha.


" kan tadi anda yang nawarin, saya bisa pulang sama dhian .kalau saya pulang diantar cowok bisa di gantung sama bapak saya di pohon rambutan depan rumah."jawab safa yang bergidik ngeri mengingat bapaknya yang super galak.


" gue mau pulang, ngantuk."seru yudha dan berlalu pergi mengendarai motornya dengan kecepatan penuh.


" orang songong , udahlah gak usah dibahas .yukk pulang aja." ajak safa pada dhian dan alifah. Mereka pun mengendarai motor masing masing.


Di rumah bapak safa sudah menunggunya didepan rumah dengan bersedekap, karena udara yang cukup dingin.


Safa yang kala itu memasuki pekarangan rumahnya pun susah payah menelan ludah. Dia tau pasti bakal kena amarah dari bapaknya.


Safa turun dari motor dan mematikan mesin motornya, menghampiri bapaknya mencium tangannya tapi sebelum safa meraih tangan bapaknya menepis tangan safa.


" Jam berapa ini ,!" ucap bapak dingin seakan menghujam jantung safa yang ketakutan.


" jam setengah 11 pak," jawab safa menunduk tidak berani menatap bapaknya.


" pamitnya kemana tadi, dan bilang pulang jam brapa ? kamu tau apa kesalahanmu.!" ucap bapak safa yang masih tidak menatap safa.


" maaf pak, safa tadi memang pergi sama dhian, alifah, ambar, erni., tadi kami makan di dekat Malioboro dan waktu tadi antri panjang pak. maafkan safa pak ." jawab safa yang masih mmenunduk.


" yakin cuma sama teman perempuanmu. tidak ada lelakinya." tanya bapak penuh selidik.


" mboten pak saestu,."jawab safa cepat dan mendongakkan kepalanya.


" yowes ,cepat masuk ." ucap sambil berlalu kedalam .


" hufff selamet aku ," ucap safa menghela nafas lega .


Brakkk


Suara pintu tertutup dengan keras. Rizky yang tengah melihat tv pun berjingkat kaget.


" santaiii bro,, lo kenapa sih emosi gitu.?" tanya rizky.


Yudha mendudukkan tubuhnya disofa sebelah rizky dan melepas sepatu juga jaketnya.


" kesel gue ma tuh cewek .di baikin malah,, ahhh tau lah." ucap yudha seraya memejamkan matanya.


" cewek siapa ?? cewek mana ? emang lo pernah deket ma cewek selama ini ?" ejek rizky yang mendapat toyoran di kepalanya.


" sialan lo ,itu cewek yang kerja di cafe kita. yang pernah gue ceritain ma elo."


" emang kenapa sama dia ?"


" gue tadi kagak sengaja ketemu dia waktu gue mau makan. dan disana dia ma temen temennya tuh nyanyi gitu rame rame. ehh ternyata tu nyanyian buat cowok dia yang lagi ketauan selingkuh disitu. " yudha menghirup nafas sesaat " Dia pergi gitu aja terus gue udah kelar makan lalu pergi dan gak sengaja ketemu dia lagi duduk sendirian dikegelapan,. gue kasian ngeliatnya dan sebagai bos yang baik gue kasih tumpangan nyampe cafe. dan gue masih berbaik hati mau anter dia sampai rumah ehh malah suruh ngnaterin temennya. rese kan dia."cerita yudha panjang lebar.


Rizky yang mendengar cerita yudha pun hanya bisa cekikikan. Dia merasa heran dengan sahabatnya itu. Dia tau betul kalau yudha itu tidak pernah dekat dengan cewek manapun , tapi kali ini berbeda. Yudha tidak biasanya membicarakan seorang cewek panjang lebar begini.


Satu hal yang dapat rizky simpulkan kalau yudha mulai tertarik dengan cewek itu.


" sabar bro ," rizky menepuk bahu yudha " karena gak semua cewek itu senang dengan apa yang kita lakuin., ya mungkin dia masih gak percaya ma kebaikan elo.,secara dipertemuan pertama lo sama dia kan di waktu yang kurang baik."


" taulah gak gue ambil pusing juga, dah gue ngantuk." ucap yudha seraya melenggang pergi kekamar meninggalkan rizky.


" gak ambil pusing?? trus napa dia marah marah gitu."rizky geleng geleng kepala tersenyum melihat sahabatnya yang mulai suka membicarakan cewek.


Rizky pun mematikan tv dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Gue seneng liat lo udah mulai tertarik ma cewek yud, ya walau berawal dari pertengkaran bisa tumbuh cinta. walau jalan yang akan lo lalui akan sulit nantinya. semoga dengan hadirnya cewek ini dihidup lo, elo bisa lebih semangat menjalani hidup lo. Dan bisa melupakan masa lalu kelam itu. Dan gue janji akan bantu lo sebisa gue. Gumam rizky yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya.