Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Rumah Sherly


Motor yang Safa lajukan memasuki sebuah kawasan elit yang terdapat beberapa rumah mewah yang besar besar. Dan tepat di depan gerbang besar juga menjulang tinggi motor Safa berhenti dan tak lama gerbang itu pun terbuka dari dalam yang di buka oleh seorang satpam.


" Selamat siang Nona Sherly." sapanya.


" Selamat siang juga Pak."


Setelah bertegur sapa Safa kembali melajukan motornya memasuki halaman rumah yang lumayan luas juga taman yang tertata rapi.


Motor Safa berhenti tepat di depan pintu utama. Sherly turun dan membuka helm nya.


" Ayo masuk Fa.."


" Iya mbak, ehh tapi ini motor nggak apa taruh di sini, nanti ngehalangi aku lewat lagi."


" Enggak apa santai aja, udah ayo masuk."


Safa menganggukkan kepala dan mengikuti Sherly di belakang nya. Pintu terbuka dan disambut oleh beberapa pelayan.


" Selamat siang Nona."


" Siang juga,. Papa dimana Pak Li.?"


" Beliau ada di ruang kerja sedang menerima tamu Nona."


" Baiklah.... ayo Safa masuk dan Selamat Datang di rumah...hehe." ucap riang Sherly.


Safa dituntun Sherly masuk dan duduk di ruang tamu sembari menunggu sang papa selesai dengan urusannya. tak berapa lama muncul pelayan membawa 2 minuman dan juga cemilan.


" silahkan minumannya nona"


" Terima kasih Pak Li."


" Terimakasih Pak."


" sama-sama nona"


" Ayo diminum dulu Safa."


" Ya Mbak Terima kasih, wahh rumah Mbak Sherly besar banget, " Safa terkagum kagum melihat rumah Sherly yang sangat besar dan juga mewah.


" Hehe ini rumah Papa aku bukan rumah ku Fa. Aku cuma numpang."


" Haha Mbak Sherly bisa aja."


" Ayo aku ajak kamu keliling rumah.,"


Sherly pun mengajak Safa berkeliling rumahnya yang besar dan mewah itu. Saat sampai di ruang keluarga Safa bisa melihat dinding penuh dengan foto berbagai macam ukuran, dari yang kecil hingga super besar.


.


Kedua mata Safa memicing saat melihat salah satu foto seseorang yang sangat dikenalnya.




Safa terdiam mengamati benar benar foto itu. Sherly yang melihat Safa diam pun mengikuti arah pandangan Safa.


" Haiii kok melamun.?"


" Mbak itu.."


" Itu adek lelaki ku satu satunya, dia juga satu kampus sam kamu."


" Apa ,???! Jadi Boy itu adik Mbak Sherly.???" Safa terkesiap mendengar ucapan Sherly.


" Iya, kok kamu tahu nama nya .? kalian udah saling kenal.?"


" Enggak kenal lagi Mbak, tapi udah sempat tarung sama dia."seru Safa.


" Apa??!! kamu pernah berantem sama dia.??" gantian Sherly yang terkejut mendengar seruan Safa.


" Iya Mbak, bahkan sampai dilihat sama seluruh mahasiswa."


" Apa??!!! kamu beneran Fa,?! kamu nggak apa apa kan tapi. Ckckck kamu bener bener istimewa Fa, baru kali ini aku denger Boy berantem sama cewek."


" Iya Mbak, sebenernya itu bukan berantem yang kayak biasanya, tapi itu lebih ke tanding Mbak, juga ada persyaratan yang melandasinya. " Safa pun menceritakan kejadian yang dialami nya dengan Boy.


Sherly sampai ternganga tidak percaya jika sang adik yang jago beladiri bisa dikalahkan sama seorang perempuan apa lagi dengan postur tubuh yang sangat jauh berbeda dari adiknya.


" Wah wahhh kamu hebat banget Fa. Ahhh sayang aku nggak lihat waktu kamu kalahin si Boy. Pasti tuhh anak jatuh tuh pamornya di kampus, hahaha aku nggak bisa bayangin gimana muka nya pas kalah."


" Mbak Sherly nggak marah adik Mbak aku kalahin."


" Haha ngapain juga marah, aku malah salut sama kamu Fa."


Safa pun kembali melihat lihat foto, dan kembali matanya terpaku dengan sosok wanita cantik dan terlihat sangat anggun dan juga elegan.


" Yang itu foto kakak perempuan Mbak ya."


" Hehe terlihat seperti itu kah.?"


Safa hanya mengangguk lucu.


" Hehe itu foto Mama aku Fa."


" Apa ???wahh cantik banget Mbak, mana masih sangat muda lagi. Nggak terlihat seperti Mama Mbak Sherly, lebih mirip ke kakak ."


" Hehe iyaa kamu bener banget. " wajah Sherly yang tadi terlihat ceria kini berubah sedikit sendu dengan senyum yang mengandung kesedihan.


" Mbak Sherly kok jadi yang kayak sedih gitu, ada apa.?"


" Aku jadi teringat Mama Fa, aku merindukan Mama."


" Kalau rindu ya datengin dong Mbak beliau nya. Ohh ya Mama Mbak kok nggak kelihatan."


" Mama ku ada di sini Fa."ucap Sherly sambil menunjuk dada nya tepat di hati.


" Maksut Mbak ?"


" Mama ku selalu ada di hati Fa, Mama ku sudah tenang di surga."


" Ya Allah Mbak maaf aku nggak tahu." ucap Safa tidak enak hati sudah membahas soal almarhum Mama Sherly.


" Iya nggak pa pa Fa, kamu kan nggak tahu. Mama aku pergi ke surga setelah beberapa bulan sejak melahirkan Boy,. Mama ku mengidap sakit parah namun ia tetap bersikeras mempertahankan Boy yang waktu itu masih di dalam kandungan nya. Dan pada akhirnya Mama tidak bisa bertahan lama."


Safa menitihkan air mata mendengar cerita Sherly. Ia pun mengusap lengan Sherly untuk memberi ketabahan akan kepergian sang Mama.


" Mbak Sherly yang tabah ya, aku yakin sekarang Mama Mbak sudah bahagia disana dan enggak merasakan sakit lagi. Mama mbak pasti sosok yang sangat hebat bisa mempertahankan Boy hingga Boy bisa melihat dunia ini."


" Iya kamu betul banget Fa, Mama ku memang sosok yang terbaik."


" Udah ahh jangan sedih sedih lagi. Ehh itu ada piano milik siapa mbak.?" tunjuk Safa pada piano di sudut ruangan.


" Itu milik almarhum Mama. Sejak Mama meninggal tidak ada lagi yang memainkan piano itu karna tidak ada yang bisa memainkan nya."


" Ohh gitu, sayang nggak ada yang bisa ya. Padahal piano itu bisa menghibur kita lho mbak."


" Kamu bisa main piano Fa,?"


" Bisa dong, kan dulu aku sering mengisi di cafe milik kakak ipar aku mbak."


" Kalau gitu coba deh kamu main kan. Aku sangat merindukan suara permainan piano milik Mama ."


" Apa nggak apa Mbak.?"


" Ya nggak apa lah Fa. Cepet ayo mainkan aku pengen denger." Sherly mendorong Safa duduk untuk memainkan piano itu.


Jari jemari Safa akhirnya bermain di atas piano itu dengan lincah nya.


" Aku persembahkan lagu ini untuk almarhum Mama Mbak Sherly."


🎵


Kubuka album biru


Penuh debu dan usang


Kupandangi semua gambar diri


Kecil bersih belum ternoda


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Nada-nada yang indah


Selalu terurai darinya


Tangisan nakal dari bibirku


Takkan jadi deritanya


Tangan halus dan suci


Telah mengangkat tubuh ini


Jiwa raga dan seluruh hidup


Rela dia berikan


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku


🎵


Suara Safa yang merdu mengalun indah beriringan dengan suara piano. Sherly yang berdiri di samping Safa menitikan air mata nya sambil memeluk erat foto sang Mama.


.


Dan ternyata bukan hanya Sherly yang mendengar di ruangan itu, dua orang lelaki paruh baya pun terpaku di depan pintu suatu ruangan yang tak jauh dari posisi Safa dan Sherly.


.


Bahkan salah satu lelaki paruh baya itu terlihat seperti menahan air mata yang akan keluar hingga kedua matanya memerah.


.


.


.