
Pagi harinya di kediaman keluarga Safa, semua keluarga sudah di rias oleh MUA, karna acara pernikahan sekaligus resepsi di jadikan satu tempat yaitu di rumah besar milik Kakak Sepupu Safa jadi keluarga besar mempelai wanita gabung jadi satu menjadikan rumah besar itu semakin ramai dan padat. Acara ijab kabul akan di laksanakan di Masjid dekat rumah besar itu.
Masjid disulap menjadi tempat akad nikah yang begitu indah untuk menjadi saksi terlaksananya acara sakral itu.
Gambar hanya sebagai pemanis saja ya☺
Semua keluarga inti kedua mempelai sudah hadir di dalam masjid untuk acara ijab kabul tersebut, dan mempelai lelaki pun sudah siap untuk mengucapkan ikrar ijab kabul. Sedangkan sang mempelai wanita kini sedang berada di serambi masjid dengan di temani Safa yang nampak sangat cantik.
Safa khusus dimintai tolong oleh sang Kakak sepupu untung menjadi pengiring pengantin wanitanya.
Semua mata nampak menatap kagum pada dua orang perempuan cantik bak bidadari itu yang berjalan masuk menuju tempat akad untuk bergabung bersama mempelai lelaki yang sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Setelah acara akad selesai kini di lanjutkan untuk sesi foto setelah akad.
Di lanjut dengan acara pedang pora karena Kakak Sepupu Safa yang seorang abdi negara, dan acara pun menjadi semakin meriah.
" Wahh Mas Yon gagah banget ya Mas Her, Mbak Maulida pun juga cantik banget. Sungguh pasangan serasi. "
" Aku juga gagah sama serasi sama Indah. Kamu kalau di sandingkan sama Yudha juga pasti kelihatan serasi dekk. "
" Apa sih jadi ngelantur gitu. "
Saat ini pun Safa juga sudah berganti kostum, kalau tadi ia memakai serba putih sekarang sudah beda lagi.
.
.
Ditempat lain di sebuah hotel, seorang lelaki tengah kalang kabut setelah melihat postingan Safa yang menampilkan betapa cantik dan anggunnya Safa pagi ini.
Siall gue kesiangan lagi, ahhh gara gara semalem nggak bisa tidur jadi kesiangan gini kan. Ahhh gue telat, Safa udah di MUA lagi akhh gue harus cepat hentikan semua ini.
Yudha bergegas mandi dan bersiap, saat Yudha akan menghubungi seseorang terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya, Yudha pun membuka pintu dan mendapati seseorang yang tengah akan ia hubungi.
" Sudah siap lo, ayo kita berangkat sekarang udah telat banget ini. Lo udah tahu alamatnya kan. "
" Iya gue udah tahu, "
Mereka berdua melangkah keluar hotel dan berjalan ke tempat mobil Rizky terparkir, di mobil sudah ada cewek cantik tengah asik bertelfon ria entah dengan siapa.
Dhian terlihat cantik dan lebih feminim dengan gaun yang di kenakannya saat ini, tentu itu gaun Rizky yang mempersiapkannya untuk sang kekasih hati.
Mereka bertiga langsung masuk mobil dan sekarang Yudha yang mengemudikannya. Rizky hanya bisa pasrah dan terus berdoa sepanjang jalan agar selamat sampai tujuan. Tak tanggung tanggung, Yudha mengemudikannya dengan kecepatan penuh. Karna ia tak ingin terlambat atau ia akan menyesal seumur hidupnya.
Waktu yang semestinya di tempuh dalam waktu empat puluh lima menit menjadi hanya dua puluh menit saja. Bayangkan betapa kencangnya Yudha mengemudikan mobil Rizky.
Semoga aku tidak terlambat ya tuhan. Semoga acaranya belum mulai... akhh dadaku sesak sekali membayangkan gadis yang selama ini ku cintai harus bersanding dengan lelaki lain. Tidak,, tidak boleh terjadi,. Safa hanya milikku. Batin Yudha.
.
.
.