
Mohon maaf untuk keterlambatan saya buat update, bahkan sangat lama sekali saya nggak update dikarenakan urusuan dunia nyata saya membuat saya tidak bisa berfikir untuk membuat cerita,. sekali lagi mohon maaf,.🙏🙏
Happy reading...😁
📖
🎬
.
Sesampainya di tempat tujuan Edy berpamitan pada Safa untuk masuk ke dalam sebuah resto bintang lima dimana diadakannya pertemuan.
.
Sebenarnya Edy enggan untuk meninggalkan Safa sendirian di tengah entah apa masalah yang membuatnya begitu bersedih seperti saat ini, karna baru kali ini selama mengenal Safa Edy melihat perempuan yang berhasil mencuri hatinya itu sesedih ini.
.
" Fa... Aku masuk dulu ya sebentar, mungkin setengah sampai satu jam, kamu nggak apa kan aku tinggal sendiri di mobil.? Atau kamu ikut masuk saja ya, aku khawatir ninggalin kamu sendirian dimobil." ucap lembut Edy.
" Aku disini aja Bang, Bang Ed masuk aja aku nggak apa apa kok nunggu disini. Bang Ed kan mau ada pertemuan penting udah sana masuk ntar telat nggak enak sama yang nunggu. jawab Safa lirih penuh pengertian sebagai teman.
" Beneran nih ,? ahhh udah ayo ikut masuk aja dari pada disini sendirian. Ayo." ajak Edy setengah memaksa karna ia benar benar tidak tega meninggalkan Safa sendirian.
.
Akhirnya Safa pun ikut masuk karna Edy memaksa dengan menggandeng erat tangan Safa agar tak lepas saat Safa hendak melepasnya.
.
Sesampainya di dalam resto Edy meminta Safa untuk duduk menunggu dengan nyaman disalah satu meja yang tak jauh dari meja pertemuan nya.
.
" Kamu duduk sini dulu ya,. Mas..." panggil Edy pada salah satu pelayan resto.
" Tolong layani teman saya ini dengan baik ya." setelah mengucapkan itu Edy pamit untuk ke meja dimana klien penting menunggunya.
.
Dari kejauhan nampak wanita yang terlihat sangat anggun nan elegan juga terlihat sangat cantik di usianya tengah duduk seperti sedang menunggu seseorang dengan sesekali melihat jam tangannya.
.
Edy menghampiri wanita itu dan meminta maaf atas keterlambatannya yang dibalas sapa ramah oleh wanita itu.
" Maaf saya terlambat."
" Ohh sudah datang, tidak apa santai aja, saya juga tidak sedang buru buru kok. Silahkan duduk."
" Baiklah terimakasih, mari kita mulai."
" Oke."
Edy dan wanita anggun itu terlihat serius membahas sesuatu menyangkut bisnis. Sedangkan Safa ditengah lamunannya tak terasa air matanya kembali meleleh membasahi kedua pipinya.
.
Safa memutuskan untuk ke toilet demi menuntaskan rasa sesak yang menghimpit dadanya. Menangis sepuasnya tanpa terlihat oleh orang lain.
.
" Pak Edy saya permisi ke toilet sebentar ya."
" Oh iya silahkan Bu Lida."
Edy mempersilahkan dan kembali fokus membaca berkas yang ada ditangannya. mengedarkan pandangannya ke arah meja di mana ia meninggalkan Safa tadi. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat meja itu kosong.
.
Edy segera bangkit dari duduknya dan kedua matanya menyorot keseluruh penjuru resto namun tak menemukan sosok yang masih setia mengisi hatinya.
.
Sedangkan didalam toilet wanita Maulida yang hendak membuka bilik toilet mendengar suara tangisan yang sepertinya tidak asing di pendengarannya.
.
Karna tak ingin lebih penasaran lagi akhirnya Maulida mengetuk pintu itu.
Tokk
Tokk
Tokk
Suara tangisan itu pun terhenti berganti dengan isakan, dari dalam terdengar suara sengau menahan sesenggukan.
" Maaf toiletnya sedang saya pakai, bisakah pakai yang lain dulu.? "
Deg
Kok aku kayak kenal suara ini ya.,? Batin Maulida.
" Apa kamu tak apa,? Ataukah butuh bantuan sesuatu,? " tanya Maulida.
Deg
Kini berganti Safa yang terkejut mendengar suara wanita yang ada di luar.
Suara ini,? Seperti pernah dengar. Batin Safa.
Ceklek
Setelah menghapus air matanya Safa akhirnya membuka pintu toilet, dan alangkah terkejutnya juga senang melihat seseorang yang ada dihadapannya kini.,
" Mbak Idaa..."
" Ya allah Safa, nduk kamu ngapain nangis di wc hah,? Kamu kenapa bisa ada disini,???"
Mereka pun saling berpelukan dan tangis Safa kembali pecah, entah ini karna apa yang sedang dirasakannya atau karna hormon kehamilannya.
.
.
.