I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 9


"Mel, soal cari pengalaman.....mama mau ngasih kamu saran, terserah kamu mau ikut atau nggak" ucap sang mama dengan ragu ragu.


"hm? apaan" tanya Melviona penasaran.


Yersia dan Walzer, saling bertatap muka dan mengangguk, seperti sedang bermusyawarah secara batin.


"itu...mau tidak, kamu lamar kerjaan di perusahaan papa mama?" tanya Walzer.


"hah, lamar kerja? jadi apa?"


"kebetulan, di perusahaan lagi butuh seorang karyawan, tapi bertugas nya di luar daerah perusahaan"


"dimana tuh?" tanya Kristian yg ikut penasaran.


"di sebuah villa yg ada di tempat terpencil di daerah pesisir pantai"


"kerja nya mudah kok, apalagi kan kamu sering kerjain kerjaan rumah" sambung Yersia.


"apa hubungannya sama, kerjaan rumah" tanya Kristian lagi.


"putra ku yg cintai dan kusayangi, kamu bisa diam nggak?" jawab Yersia dengan senyum yang tak enak di pandang.


"intinya, di sana kamu bekerja sebagai pengurus rumah tangga, di sana juga ada 8 orang pelayan yg dapat kamu suruh suruh" lanjut Walzer.


"jadi, kepala pelayan maksudnya?" tanya Melviona.


"dari pada kepala pelayan, lebih tepatnya seperti ibu rumah tangga, yah....maksudnya kamu juga di beri uang perbulannya untuk membeli kebutuhan sehari hari di tempat itu, gaji nya juga lumayan besar, sepadan dengan penghasilan direktur." lanjut Yersia.


"what! besar banget, emang nya nih orang yang punya perusahaan ternama apa?" pikir Melviona.


"jadi... gimana? mau nggak? kalau nggak mau juga nggak apa-apa hanya saja..." ucap Yersia ragu ragu.


"aku mau" jawab Melviona dengan percaya diri.


"beneran?! kamu nggak boleh nyesal loh, gini aja besok pagi baru kamu putuskan mau atau nggak, Malam ini kamu pikirkan" ucap Yersia memastikan.


"nggak kok, aku nggak bakal nyesal, aku mau kerja di sana, seperti yg mama papa bilang aku harus cari pengalaman, lagian kalau aku cuma belajar teori aja, nggak bakal ada gunanya, kalau nggak di gunain" ucap Melviona.


"hmmm, kalau gitu, kamu bisa mulai kerja besok"


"secepat itu pah?!"


"iya, ini juga waktu nya lagi mepet, soalnya pemilik villa bakal pulang besok dari New York pukul 2 siang"


"pemilik villa itu siapa pah? usianya? baik nggak? pintar nggak? punya bakat khusus nggak?"


"pemilik villa itu, seorang anak muda, tapi soal baik tidak nya..... tergantung orang yang dia segani"


"maksudnya?"


"Udah, besok pagi di lanjutin, ini sudah pukul setengah sembilan malam, Melviona harus tidur lebih awal, karna besok hari kerja nya dia" ucap Yersia mulai merapikan meja makan.


keesokan paginya, pukul 07.30


Melviona sudah berpakaian, ia memakai rok span bewarna hitam sepanjang lutut, kemeja putih, dan jas wanita bewarna hitam, yg telah di berikan oleh ibunya.


"lancar bahasa Inggris kan sayang" tanya Yersia sambil merapikan baju Melviona.


"hm" jawab Melviona singkat, entah mengapa ia berpikir, pekerjaan ini sudah di siapkan sejak awal, hingga pakaian, dan tanda pengenal sudah di siapkan hingga saat pertama kali Melviona masuk kedalam rumah orangtuanya, Melviona tidak di beri waktu untuk merapikan barang-barang nya.


"koper aku kok di bawa mah?" tanya Melviona.


"namanya aja pengurus rumah tangga, kamu harus tinggal di sana dong, sampai kontrak nya selesai saat hampir selesai liburan sekolah"


"sampai kontrak pun, sudah di siapin?" pikir Melviona. "oh, oke"


segera, Melviona berangkat ke alamat yg telah di berikan oleh ibunya, sesampainya di sana Melviona melihat sebuah villa mewah yg telah di Pagari dan halaman yg sangat luar biasa luas nya, juga ada air mancur di tengah tengah taman, dan bunga bunga indah yg menghiasi setiap sisi villa.


Melviona membuka gerbang, Dan masuk ke halaman villa, dari kejauhan Melviona melihat seorang satpam yg sedang duduk di kursi yg ada di teras villa.


"Anda siapa?" tanya satpam itu dengan bahasa Inggris saat Melviona sudah sampai di depan villa.


"saya pengurus rumah tangga yang baru bekerja di sini" Jawab Melviona dengan bahasa Inggris.


"oh, apakah anda Melviona Walzer?"


"benar itu saya"


"saya minta maaf karna sebelumnya tidak mengenal anda, silahkan masuk saya akan memperkenalkan pelayan pelayan di sini yg akan menjadi bawahan Anda"


Melviona mengikuti satpam tersebut, kemudian saat memasuki villa, satpam tersebut langsung memanggil para pelayan.


"perkenalkan, ini pengurus rumah tangga yang baru, beliau bernama Melviona Walzer" ucap satpam tersebut kepada para pelayan yang sudah berbaris.


"kok pake pake beliau sih? emang nya pengurus rumah tangga segitu di hormati kah?" tanya Melviona dalam hati.


"perkenalkan, nama saya Windi"


"saya, Olivia"


"saya, Natalie."


"saya, Chloe"


"saya, eloise"


"saya, cya"


"saya, Karin"


"saya, Kayla"


"salam kenal, panggil saja saya Melviona, senang mengenal kalian, semoga sampai akhir saya bekerja, kita dapat saling membantu."☺️


pukul 14.00


"seharusnya, pemilik villa sudah pulang kan?" gumam Melviona.


Melviona pergi ke depan teras villa dan bertanya pada satpam yg tengah meminum kopi.


"kenapa pemilik villa masih belum datang?" tanya Melviona.


satpam tersebut langsung menyeprutkan kopi yg sedang dia minum, kemudian langsung berlari ke depan gerbang tanpa menjawab pertanyaan Melviona.


"aneh" gumam Melviona kemudian mengambil tisu dan mengelap meja yg terkena air kopi, saat Melviona tengah mengelap meja, suara klakson mobil terdengar di depan gerbang, dan satpam tersebut langsung membuka gerbang dan membiarkan mobil itu masuk.


"mobil siapa? mahal banget kayak nya" gumam Melviona.


para pelayan langsung berbaris dan berdiri di depan villa.


"nona, ayo berbaris, cepat" ucap Chloe, salah seorang pelayan di sana.


Melviona yg masih merasa bingung pun ikut berbaris.


"siapa yang datang?" tanya Melviona berbisik pada Chloe yg ada di samping nya.


"dia tuan muda Alyan, pemilik villa ini sekaligus anak dari pemilik perusahaan Ternama yg memiliki 5 jenis perusahaan yang berbeda beda" jawab Chloe.


"oh, pantesan, gaji gw sama dengan gaji direktur perusahaan, ternyata orang nya boros, lagi bingung uang nya di kemanain" pikir Melviona.


saat keluar dari mobil, ternyata bukan hanya satu orang yang keluar namun ada 4 orang pria lagi dan satu orang wanita.


"tuan mudanya yg mana?" tanya Melviona lagi.


"semuanya harus di panggil tuan muda dan nona muda, tapi, kalau tuan muda Alyan yang pakai jaket putih itu"


"oh, yg rambut hitam?"


"iya, benar"


"dimana pengurus rumah tangga yang baru? kenapa tidak menyambut tuan rumah" ucap wanita cantik yang umurnya sebaya dengan Melviona.


Melviona yg melamun, tidak menyahut, sampai Chloe terpaksa mencolek pinggang Melviona.


"eh"


"cepat sana, sambut mereka" bisik Chloe dengan tatapan tetap lurus ke depan.


Melviona langsung berjalan dari tempatnya dan menyambut para tuan, dan nona muda tersebut dengan ramah dan sedikit gugup.


"slamat datang kembali, perkenalkan, nama saya Melviona Walzer, pengurus rumah tangga yang baru" ucap Melviona sambil mengulurkan tangannya.


"orang Indonesia ya? cih, jelek banget, tapi ini lebih baik, ingat jangan pernah menampilkan gaya norak mu" ucap wanita itu sombong dan tidak menyambut tangan Melviona.


Melviona yg sedikit kikuk, perlahan menurunkan tangannya dan memberikan jalan.