
"ah, aha! kemarin ya? kalau tidak salah kemarin tuan melemparkan gumpalan sampah ke saya kan?☺️" jawab Melviona dengan percaya diri.
"benarkah?" tanya Darlen menghentikan makannya.
"pantas saja jalan nya pincang" lanjut brave.
"uuuh, jangan mengalihkan pembicaraan 💢" kesal Alyan.
"tapi memang benar kan, kemarin tuan muda melemparkan gumpalan sampah kepada saya☺️" jawab Melviona.
"kamu...💢."
"apa perkataan saya salah?"
Alyan mengepalkan kedua tangannya dan...
BRAK!
"bukan nya kemarin kamu bilang aku gila?!" ucap Alyan yg sudah memukul meja dan berdiri dari kursinya.
"hah! siapa yang bilang kalau kamu gila?! dia?!" tanya Morsy terkejut.
"tapi Alyan juga kan kadang gila" gumam Darlen sambil mengemut sendoknya.
"Darlen, ssst🤫" tegur Morsy.
"ah, eh maaf 😣"
"errrr...itu...😥 kapan ya?" tanya Melviona balik.
"coba ingat ingat sekali lagi 😧" ucap Darlen.
"kamu lupa ya? oke, nggak papa" balas Alyan kemudian kembali duduk dan memakan sarapan pagi nya.
"kalau begitu, saya permisi dulu" lanjut Melviona kembali ke kamarnya.
setelah selesai berganti pakaian, Melviona pergi ke luar halaman. "kok kayak ada yg nggak beres deh?" pikir nya.
saat Melviona tengah berjalan jalan di halaman, ia melihat sebuah mobil mewah masuk ke dalam halaman villa.
"siapa tuh?" tanya nya dalam hati.
mobil itu berhenti tepat di depan teras villa, dan keluar lah seorang pria berjas hitam dan berkaca mata dari dalam mobil. pria itu segera membuka kan pintu mobil bagian belakang, dan keluar lah seorang pria paruh baya, memakai jas bewarna putih, dan tongkat coklat di tangan nya.
Melviona langsung menghampiri ke dua pria itu dan menyambut mereka.
"selamat siang tuan, apa saya boleh tau Anda siapa?" tanya Melviona.
"ayah" ucap Alyan yg tiba tiba ke luar dan menghampiri pria paruh baya itu.
"ayah?" tanya Melviona setengah kaget.
"kenapa? kamu bekerja di sini, masa tidak tau atasan" 😏 ledek Alyan.
"sa-saya minta maaf" ucap Melviona membungkuk kan kepalanya.
"tidak apa-apa, ngomong ngomong apa kamu pengurus rumah tangga yang baru itu?" tanya ayah Alyan.
"benar, perkenalkan nama saya Melviona Walzer" Jawab Melviona dengan ramah.
"ohohoho, kamu anaknya Walzer rupanya"
"benar, silahkan masuk ke dalam" sambut Melviona.
Melviona segera pergi ke dapur dan segera menyeduh teh.
"silahkan minumannya"☺️ ucap Melviona yg sudah menyajikan 2 gelas teh di atas meja kemudian bergegas pergi.
"ah, nona jangan pergi dulu ada yang ingin aku katakan" ucap ayah Alyan.
"nona?" pikir Melviona. "anda dapat memanggil saya Melviona saja"
"baik" ucap Melviona kemudian duduk di sofa.
"mungkin kamu terkejut akan kedatangan ku yg tiba tiba, bagaimana mana mungkin seorang Presdir meninggalkan pekerjaan nya yg menumpuk di perusahaan dan malah pergi ke tempat terpencil seperti ini, hohoho kalau bukan karna permintaan Alyan yg..." belum selesai ayah Alyan melanjutkan perkataannya, Alyan sudah memotong.
"uhuk uhuk..a-ayah? apa bisa langsung ke intinya? aku juga penasaran akan kedatangan ayah kemari?"potong Alyan.
"oh baiklah, jadi aku mendengar bahwa kamu sudah bekerja keras selama ini, jadi sebagai gantinya aku yg tua ini ingin meminta sesuatu yang mungkin akan menyusahkan kan mu sebelum aku pensiun dari planet bumi ini" ujar ayah Alyan dengan penuh penghayatan.
"perasaan aku baru bekerja satu setengah hari deh" pikir Melviona. "apa itu, asalkan bukan hal yang senonoh saya akan berusaha untuk mengabulkan nya😮" balas Melviona.
"aku hanya ingin, kamu mau menjadi perawat anak semata wayang ku ini selama dua Minggu 😢"
"apa?!"
"setelah dua Minggu, kamu bisa memutuskan apa ingin tetap menjadi perawat nya atau cukup sampai disitu"
"tapi... sebelum itu saya ingin bertanya. kenapa tuan muda Alyan membutuhkan seorang perawat? apa tuan muda memiliki kelainan? atau suatu penyakit?"
"ah, itu..." ayah Alyan yg kebingungan melirik Alyan yg juga tampak sama bingungnya dengan dirinya.
"uhuk uhuk! perutku!" teriak Alyan tiba tiba sambil memegang perutnya.
"Alyan ada apa ini?! ada apa dengan perutmu?!" tanya ayah Alyan yg juga kaget.
"ayah.... penyakit Sindrom iritasi usus besar ku kambuh..😫" jawab Alyan sambil mengedip ngedip kan mata kirinya.
"sindrom iritasi usus besar? ah, apa jangan jangan..." pikir ayah Alyan yg sudah mengetahui rencana putranya. "Alyan! pergi dan berbaring lah sebentar di kamar mu! biar cepat sembuh!" lanjut ayah Alyan.😋
"baik....yah..." jawab Alyan berdiri dan langsung berlari ke kamar nya sambil memegang perutnya.
"eh, apa perlu ku antar?" tanya Melviona yg tiba tiba berdiri.
"tidak perlu, Alyan sudah terbiasa menahan sakit yg luar biasa, tanpa seorang pun yang mendampingi dan merawatnya di saat penyakit nya tiba tiba kambuh, oleh karena itu dia juga sudah terbiasa menantang maut" jawab sang ayah dengan penuh wibawa. "jadi, apa kamu menerima tawaran ku Melviona Walzer?"
"ba-baik! saya setuju" jawab Melviona dengan percaya diri.
pukul 14.00
Melviona sedang duduk di kursi teras villa sambil melamun dengan mulut yang menggangga, dan disertai dengan telapak tangan yg sedang menopang pipi manisnya.
"aku.....barusan bilang apa ya....?" gumam Melviona. "jangan bilang barusan aku bilang mau Nerima tawaran konyol Presdir, aaaah! bodoh! bodoh! bodoh!!! kamu barusan bilang 'baik' bodohhhhh!😩" lanjut Melviona, mencereweti dirinya sendiri.
"hmmm, maaf " ucap Darlen yg tiba-tiba muncul belakang Melviona.
"eh, ah apa?" tanya Melviona kemudian kembali merapikan duduk nya.
"kamu .... lagi marah sama siapa?"
"ti-tidak, tidak kok, saya hanya sedang kerasukan setan tadi"
"oh, kirain marah sama Alyan, soalnya dia yg buat masalah pagi ini, tapi ... ternyata kamu orang yang sangat baik ya bisa bisanya kamu maaf in dia ☺️"
"maksud tuan muda? masalah pagi ini..."
"memang Alyan yg buat, pagi pagi sekali dia bangunin kami semua, terus suruh semua orang ke atap kecuali kamu"
"hah?"
"dia bilang sih mau beri pelajaran atas ucapan yg tak dapat dia terima, tapi aku nggak tau ucapan apa itu lalu pagi ini karena masakan mu yang wanginya menggoda, Alyan membatalkan rencana dan malah turun dan pergi ke meja makan" lanjutnya.
"jadi....💢 pria itu...."
"kamu memang orang yang pemaaf"
"maaf, tapi tuan muda sudah salah paham saya tidak di ciptakan tuhan untuk memaafkan pria brengsek seperti dia" ujar Melviona kemudian pergi ke dalam villa dan masuk ke dalam kamar Alyan tanpa permisi.
"seperti nya aku.... bakal di kubur duluan deh😢" gumam Darlen.