
BRAK!
Melviona membuka pintu kamar Alyan dengan kasar.
"Alyan! sebenarnya apa maks..." ucapan Melviona terhenti saat ia melihat Manda berada di dalam kamar Alyan berduaan.
"dimana sopan santun mu!" ucap Manda.
"Nona Manda?"
"kamu bahkan langsung menyebut nama Alyan, siapa majikan mu sebenarnya?!" lanjut Manda yg merasa kesal sendiri.
"nona, anda sebaiknya lebih banyak belajar kosakata bahasa, agar anda tau apa saja kata yg bermakna sama dan seharusnya di tujukan kepada siapa" balas Melviona.
"kamu...berani beraninya.... memang nya apa yg salah!"
"barusan anda menyebutkan soal 'majikan' bukan, biar saya perjelas, majikan adalah kata yang di gunakan untuk menyadarkan para budak dan hewan siapa tuan mereka"
"uuukh, bukan nya kamu termasuk pekerja di sini ! itu artinya kamu sama seperti budak!"
"tidak, anda salah lagi, seorang pekerja dapat di sebut pekerja karna itu atas keinginan mereka sendiri untuk bekerja dan mendapat imbalan yang setimpal, berbeda dengan budak yg bekerja secara paksa dan tidak mendapatkan imbalan"lanjut Melviona dengan santai. (seperti nya dia lupa apa tujuannya ke kamar Alyan)
"heh! pengurus rumah tangga kali ini tidak suka uang ya" ucap Manda dengan senyum sinis.
"memang benar yg nona katakan, saya tidak suka uang, karena saya bukan orang yg kikir, saya membelanjakan uang yang saya dapat, menerima dan memberi uang dari tangan ke tangan adalah salah satu prioritas ku"lanjut Melviona. sedangkan Alyan yg tengah duduk bersandar di atas tempat tidurnya terus terkekeh-kekeh melihat Manda yg di nasehati oleh seorang pekerja.
"uuukh, jadi maksud mu aku orang yang kikir!"geram Manda.
"nona sendiri yg mengatakan nya"
Manda yg sudah naik pitam, kini berdiri dan menghampiri Melviona, saat ia hendak menampar pipi Melviona, Melviona dengan cepat menahan dan menggenggam lengan Manda.
"nona, seperti nya anda mulai kelewat batas" ucap Melviona.
"apa yg kau lakukan! lepaskan!" balas Manda sambil berusaha menarik tangan nya dari genggaman kuat Melviona. "kamu ....kamu tidak akan mendapat sepeserpun dari upahmu! dan kamu harus di hukum karna berani melawan ku!"
"siapa?"
"hah?"
"anda siapa? Sampai berhak menentukan soal gajiku? apa anda sadar siapa yang mempekerjakan saya di sini? apa anda sadar siapa anda saat berada di sini? saya mempunyai seorang atasan bukan majikan, atasan saya sekaligus yg memperkerjakan saya di sini adalah Presdir, bukan anda atau pun tuan muda Alyan yg merupakan anak Presdir sendiri"
"Presdir? heh, orang yang memiliki penglihatan normal saja pasti mengira mata nya rabun, memang nya siapa yang percaya, Presdir secara langsung merekrut karyawan rendahan seperti mu. bahkan ada yang bilang kalau sekertaris Presdir sendiri bukan dia yang pilih"
"katakan itu pada tuan muda Alyan"
"Alyan?" gumam Manda melirik ke arah Alyan yg sedang mencari cari sesuatu di laci lemari yg ada di samping tempat tidur nya.
"kamu lagi cari apa?" tanya Manda.
"obat tetes mata" jawab Alyan.
"hah?"
"Nn.Manda, saya bersikap baik kepada anda karena anda adalah teman dari klien saya jadi jangan terlalu mengurusi pekerjaan saya" ucap Melviona, lalu berjalan keluar halaman dan menyalakan mobil nya kemudian pergi entah kemana.
"grrrr... DASAR JALANG NGGAK TAU DIRI!!!" teriak manda kesal.
"aaakh!" tiba tiba Alyan menjerit kesakitan saat Manda tiba tiba berteriak sangat keras.
"Alyan! ka-kamu kenapa?! Alyan! bertahanlah, kita ke rumah sakit sekarang" ucap Manda panik melihat Alyan yg merasa kesakitan sambil menutupi mata kanannya.
sementara itu Melviona yg sedang mengendarai mobil nya bingung mau kemana.
"dia kenapa sih? kesan pertama aja udah jelek banget, lah sekarang tambah lama tambah sering ketemu, buat orang darting aja, gw bingung deh gimana bisa sih Alyan punya teman kayak.....tu-tunggu dulu, gw kan ke kamar Alyan buat, nanyain soal ulah dia ke gw, kok malah jadi debat pers sama Manda sih? aaah....tau ah, sekarang gw mau kemana? ke rumah aja deh" lanjut Melviona.
sesampainya di rumah.....
Ding Dong Ding Dong
"apa lagi sih, aku bilang aku...eh, kakak?"
"ah, nggak kok, aku cuma...ah ngomong ngomong kakak kenapa balik?" tanya Alyan.
"kenapa? ngarep banget aku nggak pulang sebulan?" tanya Melviona, kemudian masuk ke dalam.
"bukan kok" balas Kristian sambil mengekori kakak nya.
"terus? jangan bilang kalau kamu yg kerjain kerjaan rumah" lanjut Melviona yg kini sudah duduk di sofa ruang tamu.
"iya sih, tapi beneran kok aku kangen banget sama kakak" jawab Kristian sambil menaruh segelas air putih di hadapan Melviona.
"kangen? masa iya?"
Ting Ting
"Marry? kamu ganti pacar lagi ya?" tanya Melviona saat melihat pesan yang muncul di layar ponsel Kristian.
"bu-bukan kok, dia bukan pacar ku" jawab Kristian kaget dan langsung mengambil ponselnya di atas meja lalu memasukkan nya ke dalam saku celana nya.
"terus siapa? kamu baru tiga hari Loh di sini" lanjut Melviona mengingat kan.
"apaan sih, dia bukan pacar Kristian kok, lagian kapan aku ganti ganti pacar? aku orang nya masih jomblo kok"
"kalau bukan pacar lalu siapa?"
"itu... cuma permen karet"
"permen karet?"
" mhm, cewek itu terus terusan nempel kayak permen karet, bikin kesel aja, di tambah lagi pas dia buntutin aku sampai rumah aakh! minta di tabok aja tuh cewek, dia akhirnya tau rumah kita dan terus terusan datang tiap hari kemari"
"heh, kamu berani mukul perempuan, jangan harap sepasang tangan mu itu masih bisa berfung..." belum selesai Melviona berbicara ponsel nya bergetar.
"Chloe?" pikir Melviona.
"siapa?" tanya Kristian.
"rekan kerja. halo?"
"nona! nona sekarang dimana?!" tanya Chloe panik.
"lagi di luar. emang nya kenapa?" tanya Melviona balik.
"itu...itu! tuan muda Alyan tiba tiba di larikan ke rumah sakit!"
"oh"
"kok oh sih! aku dengar nona kan perawat tuan muda, kok nggak khawatir?!"
"buat apa?'
"aduuh, nona kenapa sih?"
"kan ada Nn.Manda di sana"
"iya sih, ah yg terpenting aku sudah beritahu nona tentang ini" ucap Chloe kemudian langsung memutuskan sambungan telepon.
"ini orang kenapa lagi sih?" gumam Melviona.
"kenapa?" tanya Kristian.
"aku pergi dulu ya" ucap Melviona berdiri dari duduknya.
"kok cepet banget sih?" tanya Kristian yg juga berdiri dari duduknya.
"ada kerjaan mendadak, kamu baik baik ya di rumah"
"hah...iya..." jawab Kristian yg sudah sampai di depan pintu rumah.
sekitar satu jam di perjalanan, Melviona melihat Morsy sedang memopong Alyan masuk ke dalam mobil. Melviona memutar mobil nya dan memarkir mobilnya di belakang mobil Manda.