I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 38


"jujur saja, kamu ada rasa kan dengan ku" ucap Alyan percaya diri.


"Ha?!!"


"Uhmm... sebenarnya aku juga suk.."


"Hahahaha 🤣 komedian banget sih jadi orang, hahahaha 🤣 gila! Udah gila aku suka sama kamu, hahahaha 🤣🤣🤣" Melviona terus tertawa terbahak-bahak dan tak memedulikan Alyan yg mulai mengeras kan rahangnya.


"Hahahaha 🤣! Ngakak banget!😂, Adududuh...perutku jadi sakit, hahaha 🤣!"


BRAK!


Alyan mengebrak meja dengan keras, membuat Melviona menghentikan tawanya. "kamu marah?" Tanya Melviona sambil memandangi Alyan yg masih mengeraskan rahangnya.


"Haissh...itu aja marah 😒"


"Hei! Aku juga punya harga diri tau!😡"


"😕Yg bilang nggak ada siapa? Semuanya orang juga punya harga diri kok"


"Kalau kamu sudah tau, jangan merendahkan ku! Memang nya kamu bisa gila kalau menyukai ku?!"


"Eh...kamu...."


"Dengar ya! Banyak para gadis di luar sana mengantri untuk menjadi pasangan ku!"


"Oh, oke, aku tau itu, kamu banyak yg suka" ucap Melviona, ia merasa heran dengan sikap Alyan yg tiba tiba marah dan meninggikan suaranya. "yg jelas bukan aku" gumam Melviona dan masih dapat di dengar oleh Alyan.


"Hei!😠" Kali ini Alyan berdiri dari duduknya.


"Apa?😕 Apa ada yang salah dengan ucapan ku?"


"...."


"Haaah~ ayolah, kamu tampan, kamu populer, kamu kaya, kamu berbakat, kamu idol, kamu...agak pintar, dan...yah! Seperti yang kamu katakan, banyak para gadis di luar sana mengantri untuk menjadi pasangan mu, terus apa lagi? Apa masih ada yg kurang?😕"


"Bagaimana dengan mu?"


"Hm? Aku? Aku kenapa?"


"Apa kau menyukai ku?"


"Tentu saja tidak" jawab Melviona cepat.


"Kenapa? Apa yg kurang dari ku?" Tanya Alyan terengah-engah menahan kesal.


"Ya...aku juga tidak tau, nggak suka aja, mungkin karena kamu punya sifat yang kekanakan sama seperti Kristian, jadi aku mengang..."


"Oh, oke! Aku sudah muak, terserah kamu menganggap ku apa, tapi ada satu hal yang harus kamu ingat"


"Hm?"


"Aku....aku juga seorang pria" tegas Alyan, lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


Sementara Melviona hanya duduk bingung di tempatnya "dia kenapa sih😕? Padahal aku kan pengen tau soal perjodohannya. Aneh"


Alyan mengendarai mobil sport nya dengan sangat kencang, hingga tiba-tiba 1 KM sebelum sampai di villa, ban mobil nya pecah, dan untungnya ia masih bisa mengendalikan mobil nya hingga berhenti.


"Sial!"


Bug! Bug! Bug!


Berkali kali Alyan memukul setir mobil dan meninju klakson mobil nya.


"Aaarrgh...! Kenapa hari ini semua nya tidak berjalan lancar!"


Alyan bersandar di kursi nya, dan menutup matanya. "dasar nggak peka" gumamnya.


Alyan mengambil ponselnya dan menelpon pak satpam yg ada di villa agar ia di jemput.


🌺🌺🌺🌺🌺


Hari ini akhir pekan, Melviona tidak perlu ke sekolah dan berencana berada di rumah sakit seharian sambil membaca buku.


Tok tok tok


"Melviona?"


"Eh, Delvin? Ada apa?"


Delvin hanya tersenyum dan memasuki ruangan "aku bawa sarapan pagi" ucap nya sambil menaruh kotak makanan di atas meja yg ada di tengah ruangan.


"Makasih☺️"


"Bukan apa-apa" balas Delvin lalu duduk di samping Melviona.


"Nggak bosan?"


"Hm?"


"Akhir pekan gini kok baca buku? Nggak seru"


"Hummm, mau nonton nggak?"


"Nonton?"


"Hm, ada film bagus yg lagi ngetrend, gimana mau nggak?"


"Itu...yg jaga Kristian siapa?"


"Yaelah, selama ini kalau ke sekolah Kristian siapa yang jaga?"


"Nggak ada"


"Yaudah, toh nggak sampai 2 jam kok, yuk" ajak Delvin lagi.


"Kalau gitu aku beresin barang ku dulu"


"Bagus 😃"


Sesampainya di bioskop, Melviona di buat heran oleh Delvin yg memilih film bergenre romansa, ia tak menyangka bahwa Delvin menyukai hal semacam itu.


Cukup lama mereka berdua menonton, tiba-tiba sepasang kekasih yang duduk di samping Delvin berciuman, yah... Filmnya juga buat Baper sih, di tambah lagi saat adegan ciuman di dalam film, tampak Delvin menelan ludah nya.


Ia melirik Melviona yg menonton film dengan tatapan datar dan biasa biasa saja, tidak ada ketegangan, bahkan saat beberapa sepasang kekasih berciuman di dalam sana.


Tak lama kemudian, setelah film nya selesai Delvin dan Melviona keluar dari tempat itu.


"Apa filmnya seru?" Tanya Delvin.


"Hm?, Yah... lumayan"


"Mmm, apa kamu tau? Tadi di dalam bioskop banyak yg berciuman 💏, melihat mereka begitu di tempat umum membuat tenggorokan ku kering"


"Kenapa? Bagiku itu bukan hal yang pantas, mungkin di sini itu hal yang biasa, tapi di negara asal ku, kami masih menjaga norma"


"Begitu ya, apa kamu keberatan dengan norma itu?"


"Tidak" jawab Melviona sambil menggeleng pelan "karna kalau norma itu tidak ada, maka...orang tua tunggal akan berkeliaran di mana mana" jelas Melviona.


Delvin hanya tersenyum, lalu mengacak-acak rambut Melviona. "nggak nyangka, anak papi tambah pintar aja ya"


"Iiih, apaan sih! Jadi kacau kan"


"Hehehe, kalau gitu gini aja" Delvin melepas pengikat rambut Melviona, sehingga rambut Melviona terurai "nah, tambah cantik kan"😁


"Apaan sih, nggak nyaman tau"


"Kalau di biasakan pasti nyaman kok"


Melviona menghela nafas panjang nya, "abis ini kita mau kemana?" Tanya Melviona.


"Taman hiburan?"


"Hm?"


"Kita ke taman hiburan"


"Jauh nggak? Kita kan nggak bawa mobil"


"Nggak papa, namanya aja jalan jalan"


🌺🌺🌺🌺🌺


Sesampainya di taman hiburan, Delvin mengajak Melviona bermain roller coaster, dan dengan senang hati Melviona pun ikut.


Bermain roller coaster memang cukup menegangkan, tapi Melviona tak menyangka Delvin akan muntah saat turun dari sana.


"Nih, aku bawain minum" ucap Melviona menyodorkan sebotol air putih pada Delvin.


Delvin pun meminum air itu dengan cepat, hingga ia terengah-engah lalu kembali memandangi Melviona.


"Es krim aku mana?" Tanya Delvin saat melihat Melviona sedang memakan es krim.


"Hm, kamu kan lagi pusing, nggak baik makan yg dingin dingin" jawab Melviona.


"Lah, terus air yg kamu kasih kan nggak panas"


"Namanya aja air mineral, nggak panas lah, nggak sedingin es juga😒"


"Alasan macam apa itu, kemarikan es krim ku"


"Sana beli sendiri"


Delvin berdiri dari duduknya dan merebut es krim yang ada di tangan Melviona.


"Eh, itu kan udah aku jilat"


"Nggak papa" jawab Delvin sambil menjilati eskrim yg sudah ia rebut dari Melviona.


"Melviona?" tiba-tiba seseorang menyebut nama Melviona, membuat Melviona berpaling melihat ke arah suara itu berasal.