I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 12


Melviona mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia merasa sangat kesal dengan sikap Alyan yg menganggap remeh dirinya.


"tuan muda"


"apa"


"apa anda punya sop....ah tidak jadi, saya pergi dulu, slamat malam"


"hei, aku belum menyuruh mu pergi"panggil Alyan saat Melviona pergi dari sana.


"ini anak maunya apa sih, barusan di suruh pergi, lah kita udah pergi malah....," pikir Melviona.


"kemari" panggil Alyan lagi. "duduk di sini" lanjut nya.


Melviona hanya dapat menurut ia berjalan terpincang-pincang dan duduk di kursi yg ada di samping Alyan. Segera saat Melviona baru saja duduk, Alyan langsung mengangkat kaki kanan Melviona dan menaruh nya di atas pangkuan nya.


"a-apa yg tuan muda lakukan?" ucap Melviona yg kaget saat kaki kanannya di angkat ke pangkuan Alyan.


"kenapa? kaki yg satu juga mau diangkat?"


"ti-tidak bukan begitu, maksud saya...."


"diam lah, kalo nggak aku akan menjitak bengkak kan di kaki mu ini" lanjut Alyan, kemudian mengambil obat oles di sakunya.


"aw!" jerit Melviona saat Alyan mengoleskan obat di kakinya.


"ah, a-apa sakit" tanya Alyan panik dan langsung meniup niup kaki Melviona.


"tidak, hanya terasa agak..."


"kita ke rumah sakit saja"


"apa?! tidak! ini hanya luka lebam, nggak usah ke rumah sakit!" ucap Melviona saat Alyan tiba tiba mengambil keputusan yang aneh.


"ini sepertinya sudah terinfeksi! harus segera di bawa ke rumah sakit dan di amputasi!" balas Alyan dengan tegas dan percaya diri.


Melviona terdiam, ia tidak membalas perkataan Alyan yg sangat serius.


"pffft, ha-ha-ha! anda gila ya! ha-ha-ha! di amputasi?! jangan konyol deh hahaha 🤣"


"tunggu sebentar, kamu barusan bilang aku....gila?" tanya Alyan.


"eh, a-anu, sa-saya..."


"mampus gw!😱 ke ceplosan " pikir Melviona.


"kamu ... "


"ah, sudah malam! waktunya Anda tidur, slamat malam tuan!" ucap Melviona sambil berlari secepat mungkin ke kamarnya dengan kaki yg belum sembuh.


sesampainya di kamar ia langsung mengunci rapat pintu kamar nya.


"haaaah..😥 kayaknya besok pagi gw bakal di pecat deh" gumam Melviona kemudian melompat dan tidur telentang di ranjang nya.


"Udah jam 10 malam" ucap Melviona saat melihat jam tangannya. "hari yg panjang...."lanjut nya dengan suara berat dan pandangan yg mulai memudar.


keesokan paginya....


Melviona bangun dari tidurnya saat alarm digital yang ada di kamarnya berbunyi. ia segera bangkit dari ranjangnya dan mengucak ngucak matanya.


"gw ketiduran! belum mandi lagi!" ucap nya.


segera ia mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi. selesai mandi, Melviona kembali berpakaian dan menguncir rambut nya, namun saat Melviona keluar kamar, ia tidak melihat satu orang pun di villa, termasuk para pelayan dan pak satpam.


"dimana mereka?!" tanya Melviona, kemudian berlari ke dapur, namun di sana tidak ada orang sama sekali, Melviona tambah bingung dan tak percaya bahwa hanya dia yang ada di dalam villa. ia kemudian berlari ke arah kamar para pelayan, namun sama halnya dengan yg di dapur tidak ada orang satu pun di sana. Melviona berkali kali berputar mengelilingi villa tapi tetap saja tidak ada orang di villa selain dirinya.


"mereka kemana sih?!" tanya Melviona yg mulai merasa kesal.


Melviona duduk di sofa ruang tamu dan menelpon Chloe, namun hp Chloe sedang tidak aktif, Melviona menelpon Natalie dan yg lainnya, tapi tetap saja hp mereka semua sedang tidak aktif, mungkin ini semua sudah di rencanakan. pikir Melviona.


Kruyuuuuk.....🍽️.


"aaah, lapar...aku masak aja deh" gumam Melviona kemudian berdiri dan berjalan ke dapur.


tak lama kemudian setelah Melviona selesai memasak sarapan pagi nya yg mewah, ia menaruhnya di atas meja makan. ia bermaksud menukar pakaian kerja nya dengan pakaian rumahnya karna merasa tidak nyaman dan lagi cuma dia sendiri yang ada di villa.


Melviona mengganti pakaian nya dengan baju kaos bewarna putih dan rok di atas lutut milik nya yg bewarna hitam, juga ia menggerai rambut bergelombangnya yg sepanjang pinggang.


Melviona membulat kan matanya lebar-lebar saat kembali dan melihat Alyan bersama teman temannya sedang duduk di kursi meja makan dan memakan sarapan pagi miliknya. ia juga terkejut melihat para pelayan yang sudah kembali dan melakukan pekerjaan mereka masing masing.


Melviona teringat akan pakaian rumahnya, ia segera berbalik dan pergi ke kamarnya, namun belum 3 langkah ia melangkah kan kaki nya untuk kembali ke kamar, Darlen yg melihat dirinya langsung menghentikan nya.


"siapa kamu?! kenapa bisa masuk di dalam villa ini?!" ucap Darlen menghentikan makannya.


"Windi! panggil kan satpam kemari!" ucap Morsy.


"i-ini saya, saya minta maaf!😣 saya akan segera mengganti pakaian saya!" ucap Melviona yg masih membelakangi para tuan muda itu.


"kamu pengurus rumah tangga yang baru itu? Melviona?" tanya Morsy memastikan.


"iya" Jawab Melviona singkat.


"apa apaan ini? kamu pikir ini restoran bintang lima? kok porsi makanan nya cuma untuk satu orang?"tanya Alyan saat sudah menghabiskan makanan di atas meja.


"yaiyalah, cuma gw yg makan kok" gumam Melviona.


"hah? kamu bilang apa tadi" tanya Alyan.


"ah, tidak saya akan segera memasakkan nya kembali" lanjut Melviona kembali melangkah kan kaki nya.


"sekarang, kamu bisa berganti pakaian nanti" balas Alyan yg masih kelaparan.


"ha? ba-baik" Melviona berjalan ke dapur sambil menutupi wajahnya dengan satu tangan nya.


tak lama setelah sarapan pagi selesai, Melviona memanggil Cya untuk membawakan sarapan pagi yg sudah siap ke meja makan.


"kamu yg masak?" tanya Alyan.


"bukan, saya hanya di suruh nona untuk mengantarkan ini ke mari" jawab cya.


"bawa kembali, bilang agar dia yg membawa nya sendiri" lanjut Alyan.


"ba-baik" Cya segera mengambil kembali sarapan itu dan membawanya ke dapur.


"ada apa?" tanya Melviona.


"maaf, tapi tuan muda bilang, nona yg harus bawa😥" jawab Cya kemudian langsung kembali melanjutkan pekerjaannya.


"kok, gw sih?" gumam Melviona kemudian mengikat rambutnya asal asalan dan membawa makanan ke meja makan.


"kok di ikat sih?" tanya Alyan dalam hati.


"ini cewek gimana sih? nggak peka" pikir Morsy.


"duduk"ucap Alyan saat Melviona selesai menyajikan makanan di meja makan.


"ya?"


"kubilang duduk" ucap Alyan lagi.


"baik" Melviona segera duduk di kursi yg agak berjauhan dengan Alyan.


"kemarin kamu bilang aku apa?" tanya Alyan sambil menatap mata Melviona terus.


"ah, aha! kemarin ya? kalau tidak salah kemarin tuan melemparkan gumpalan sampah ke saya kan?☺️"