I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 30


Keesokan paginya...


Alyan yg sedang sarapan pagi melihat Melviona tengah menarik kopernya, namun saat Melviona melihat ke arah nya, ia malah menunduk dan melanjutkan makannya.


"trimakasih untuk setiap hari yg kujalani di sini bersama mu" ucap Melviona. "maaf bila aku berbuat seenaknya, tapi... aku punya alasan tertentu, jadi tolong jangan benci pada ku" lanjut Melviona.


"..."Alyan tak menyahut, ia hanya meneruskan makan nya.


"aku pergi" kemudian Melviona berjalan keluar dan pergi ke arah mobil nya.


mendengar suara mobil Melviona, Alyan menghentikan makannya dan matanya mulai memerah, ia bergegas ke kamar nya dan menitikkan air mata tanpa suara di balik pintu kamar nya.


hari hari berlalu dengan cepat nya, dan hari dimana aktivitas belajar mengajar di mulai kembali seperti biasanya, hanya saja kini Melviona bersekolah di SMA swasta di London dimana siswa siswi nya golongan atas, sekolah itu sangat lah besar dan bertingkat tingkat, fasilitas nya sangat lah mewah setimpal dengan biaya sekolah nya yg mewah, itulah kenapa tak ada golongan bawah yg bersekolah di sana, kecuali Melviona yg langsung dapat beasiswa setelah menjawab 250 pertanyaan dengan cepat dan tanpa kesalahan sedikit pun, Melviona dibiayai sepenuhnya termasuk perlengkapan sekolah.


Melviona menyukai sekolah itu, namun satu hal yg tak ia suka di sana, yaitu rok sekolah yg hanya sepanjang setengah paha, 'menyebalkan dan merepotkan kan' itulah yang slalu di keluh kan oleh nya.


singkat cerita, Melviona sudah bersiap siap pergi ke sekolah, namun bukannya pergi dengan mobilnya, ia malah naik bus ke sekolah.


sesampainya di sana, ia masih menunjukkan tatapan kagum akan sekolah itu walau sudah masuk ke sana sekali saat test masuk.


ia melangkah kan kaki perlahan dan mencari ruang kepsek, sesampainya di sana ia dikejutkan oleh tampang yg sangat ia kenali.


"Tante?!" kejut Melviona.


"eh, melvi?! ayo masuk" panggil Vera Tante kandung Melviona sekaligus adik ke-3 mamanya Melviona. "silahkan duduk, kamu mau minum apa?" tanya Vera.


"nggak usah Tan, aku cuma mau nanya kelas sama ngambil label nama" ucap Melviona yg kini sudah duduk di depan Vera.


"yaaah...kok gitu sih, pada hal kita baru ketemu loh, Tante terkejut saat dengar dari mamamu kalau kamu bakal mulai sekolah hari ini, terus Tante juga terkejut pas liat hasil tes masuk kamu"


"hahaha cuma kebetulan doang kok Tan, aku juga nggak sangka bakal benar semua"


"tetep aja, kamu membuat syok para guru disini"


"Tan?"


"ya?"


"bentar lagi masuk, aku nggak enak kalau terlambat pas baru masuk sekolah"


"ah ya, maaf, Tante keasikan sendiri, nih" sambil menaruh label nama Melviona di atas meja. "kamu kelas 3-1, wali kelas kamu Bu Joy, dia ada di kantor guru"


"oh, makasih, aku permisi sebentar ya Tan" pamit Melviona kemudian bergegas keluar.


🌺🌺🌺🌺🌺


"anak anak, di awal pelajaran kali ini, kita mendapatkan teman baru, silahkan masuk" ucap Bu Joy.


Melviona pun masuk dan berdiri di samping guru tersebut, ia memandangi siswa siswi satu persatu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Alyan yg juga salah satu siswa di kelas itu.


"silahkan perkenalkan namamu" ucap Bu Joy.


"ah, ya, nama saya Melviona Walzer" ucap Melviona.


mendengar nama itu, Alyan yg tengah memainkan ponselnya seketika terkejut, ia langsung melihat Melviona yg tengah berdiri di dekat guru memperkenalkan dirinya.


"mohon bantuannya ya~" lanjut Melviona tersenyum.


"baik, kalau begitu bersikap baik lah pada teman baru kalian" ucap Bu Joy.


Melviona berjalan perlahan, dan kemudian duduk di bangku itu tanpa melirik ke arah Alyan.


"baik anak anak, di awal pelajaran ini, kita..👩‍🏫 blabablablabla...."


Kriiiing!


bel keluar istirahat berbunyi, dan segerombolan perempuan datang mendekat ke arah Alyan yg tengah memainkan ponselnya.


Melviona yg merasa terganggu pun, menyingkir dari sana, memang ya, penggemar Alyan bertambah saat ia kembali ke dunia hiburan.


Melviona berjalan ke kantin dan mengambil makanannya, kemudian berjalan ke arah meja yg tak ada orang dan makan di sana. sesuai dengan yg di katakan, bahkan menu makanan nya pun ala restoran bintang lima.


baru beberapa sendok Melviona makan, tiba tiba seorang pria datang dan duduk di depan Melviona sambil menaruh makanan nya diatas meja.


pria itu memiliki rambut berwarna pirang dan bola mata berwarna biru.


"orang Eropa?" tanya Melviona dalam hati.


"hai? perkenalkan namaku Delvin, kamu?" tanya nya sambil mengulurkan tangannya.


Melviona tidak menjawab, ia kembali meneruskan makan nya.


"ah, apa kamu menikmati menunya?" tanyanya lagi sambil menarik kembali tangannya.


lagi lagi Melviona tak menjawab.


"hahaha, kamu lumayan dingin ya" ucap nya.


"hei, apa kamu bisa diam?" tanya Melviona menatap pria bernama Delvin itu.


"ma-maaf, jadi ngeganggu ya" balas nya.


Melviona tidak membalas, ia berdiri dari tempatnya dan berjalan sambil membawa tempat makanan nya. namun salah seorang gadis sengaja menyenggol Melviona dengan kaki nya membuat Melviona hampir terjatuh bila tidak di tangkap oleh Delvin, walaupun pada akhirnya piring Melviona sudah berserakan di lantai.


"kamu nggak papa?" tanya Delvin melepas pelukannya.


"ah, makasih" ucap Melviona.


"hei, bersihkan lantai ini" ucap Delvin pada gadis yg menyenggol Melviona itu.


gadis itupun langsung beranjak dari duduknya dan mengumpulkan peralatan makan Melviona. "mau ku antar ke toilet?" tanya Delvin.


"tidak perlu, aku bisa pergi sendiri" jawab Melviona kemudian bergegas keluar dari kantin.


bukan nya pergi ke toilet, Melviona malah kembali ke kelas nya. ia duduk di bangku nya sambil sesekali melihat bangku Alyan yg tak ada orang nya.


tak lama, bel masuk berbunyi, semuanya masuk ke kelas termasuk Alyan, dan pelajaran pun di mulai kembali.


waktu pun berlalu dengan sangat lambat, kini sudah ke empat kalinya istirahat. "mata pelajaran di sini nggak beda jauh di sekolah ku dulu" gumam Melviona sambil melipat kedua tangannya di atas meja dan tidur menghadap jendela kaca besar dan panjang di tambah dengan hembusan lembut angin membuat tirai jendela bewarna putih itu tak henti hentinya terdorong angin. "sungguh membosankan" gumam nya lagi kemudian menutup mata nya.


Melviona tertidur cukup lama, hingga ia merasakan seseorang tengah menepuk pundaknya dan memanggil namanya.


Melviona pun segera bangun dan merapikan duduknya, namun saat ia melihat siapa yang menepuk pundaknya ia merasa kaget.


GIMANA KESEHATAN NYA? MASIH TERJAGA KAN😁 SEMOGA SEGALA PENYAKIT CEPAT HILANG YA GUYS, AMIN. BIAR DOKTERNYA BISA NYANTAI DIKIT😋


JANGAN LUPA KLIK JEMPOLNYA SAMA TINGGAL KAN KOMENTAR YA😀😘 LOVE YOU ALL❤️