I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 31


aku belum bawa buku matematika" ucap Alyan yg tengah berdiri di samping Melviona.


"hm, trus?🤔" tanya Melviona bingung.


"guru bilang kita gabung" jawab Alyan sambil menarik meja dan kursinya ke dekat Melviona, namun baru saja ia mau menarik meja dan kursinya, Melviona langsung melempar kan buku matematika nya di atas meja Alyan.


"nggak usah pindah ke sini, sana pake" ucap Melviona kembali melanjutkan tidurnya. namun Alyan malah tak peduli, ia menarik meja dan kursi nya dan mendempetkannya dengan meja Melviona.


"kamu ngapain sih? kembali sana💢" suruh Melviona yg kembali terbangun.


Alyan tak menyahut, ia mengeluarkan bukunya dari dalam tasnya dan menaruhnya di atas meja.


"kenapa nggak bilang kalau kamu sekolah disini?" tanya Alyan sambil memerhatikan papan tulis.


Melviona tersentak, ia bingung bagaimana ia menjawab pertanyaan Alyan, ia hanya terdiam sambil memandangi Alyan yg fokus dengan penjelasan matematika di papan tulis.


cukup lama Melviona tidak menjawab, Alyan pun melirik ke arah nya, dan dengan cepat Melviona mencari pandangan lain ke depan.


"kita masih berteman kan?" tanya Alyan dengan senyum nya.


"hm? te-tentu" jawab Melviona ragu.


Alyan menghela nafas leganya, lalu mendempetkan kursinya dengan kursi Melviona.


"ka-kamu ngapain?" tanya Melviona was was.


"cuma kangen aja😉"


"hah?"


"kalau tau kamu sekelas dengan ku sih, aku bakal rajin sekolah"


"udah gila ya?"


"nggak tuh, ngomong ngomong kamu udah bawa mobil?"


"belum"


"belum? jangan bilang kamu naik..."


"bus"


"beneran kamu naik bus?"


"ya iyalah, masa aku jalan kaki dari rumah, jauh tau nggak😒"


"hmm, bagaimana kalau pulang sekolah aku anterin kamu ke rumah?"


"nggak usah, aku mau naik bus"


"tapi di bus kan Se.."


"kamu bisa diam nggak sih" bentak Melviona.


Alyan seketika menutup mulutnya dan kembali memperbaiki duduknya, ia menghadap depan dan Melviona kembali melanjutkan tidurnya.


tak lama kemudian guru pengasuh matematika memberikan tugas dan izin ke toilet, tentu saja Alyan mengambil kesempatan di sana, ia kembali mendempetkan kursinya dengan kursi Melviona, dan menatap wajah Melviona yg tengah tertidur.


"pulas banget nih cewek" ucap Alyan dalam hati.


ia kembali memerhatikan Melviona, memastikan Melviona benar benar tertidur, kemudian...


CUP😘


Alyan mengecup pipi Melviona pelan, dan tak ada reaksi dari Melviona yg tengah tertidur.


Alyan kemudian ikut tertidur di atas meja sambil tersenyum memandangi Melviona😊, ia tak percaya bahwa untuk pertama kalinya ia memiliki keberanian untuk mencium pipi Melviona. disebabkan sifat Melviona yg slalu memarahi dirinya.


jam pulang sekolah pun tiba, bukannya membangun kan Melviona, Alyan juga malah ikutan tertidur dengan lelap. hingga satu jam sesudah jam pulang, Melviona terbangun, ia terkejut melihat tak ada orang di kelas selain dirinya dan Alyan yg tengah tertidur di samping nya. saat ia melihat jam tangannya, ternyata jam pulang sekolah sudah lewat satu jam yg lalu.


"gawat, bus nya!🤯" kejut Melviona, bergegas merapikan tasnya dan beranjak dari duduknya. namun baru beberapa langkah Melviona berjalan, ia langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Alyan yg masih tidur, ia kemudian berjalan ke arah Alyan dan membangun kan Alyan. "hei, Alyan, Alyan bangun! di sini ada hantu loh" ucap Melviona, mencoba menakut-nakuti Alyan. Alyan pun terbangun ia melihat Melviona dengan tatapan buram.


"kamu, masih mau tidur?! jangan salah kan aku ya, aku udah bangunin kamu, aku pergi dulu" ucap Melviona berbalik.


"terus busku?" tanya Melviona.


"aku udah bawa mobil, jadi kamu tenang saja" jawab Alyan.


Melviona termenung, ia kembali duduk di bangku nya dan memandangi Alyan yg masih memejamkan matanya.


Tak


"Awh! Kamu kenapa sih?!" Tanya Alyan kesal saat tiba-tiba Melviona menyentil dahinya.


"Dasar o'on, kamu pikir aku mau nemenin kamu di sini?!💢" Ucap Melviona kembali berdiri dan berjalan menuju pintu kelas.


"Ugh, iya iya, kita barengan ya~!" Seru Alyan bergegas menyusul Melviona.


Alyan mengantar Melviona pulang, namun bukannya ke rumah, Melviona minta di antarkan di rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit...


"Memang nya kamu ngapain kesini?🤔" Tanya Alyan curiga.


"Aku tinggal di sini" jawab Melviona.


"Hah?!"


"Makasih ya, udah nganterin aku, sampai jumpa di sekolah~👋" ucap Melviona, berjalan memasuki rumah sakit.


Ya... Melviona memang memilih untuk tinggal di rumah sakit menemani Kristian, karna kini Kristian berada di ruang VIP yg fasilitas nya bagus, di ruangan itu sudah di sediakan satu buah ranjang bagi para penjenguk yang ingin menemani pasien, bukan hanya itu, ada lemari pakaian dan kamar mandi. Ruangan itu hampir mirip dengan hotel, walaupun tak ada dapur dan gudang di sana😁.


Keesokan paginya, Melviona bergegas ke sekolah menaiki bus, sesampainya di halte tujuan, Melviona turun dan berjalan kaki sekitar 5 menit agar sampai di gerbang sekolah. Namun saat Melviona membuka pintu kelas nya, ia sudah melihat banyak orang berkerumun di tempat Alyan, untuk meminta tanda tangan.


Melviona hanya menggeleng pelan, dan membuka lokernya yg berada di belakang ruang kelas, ia memasukkan tas nya di dalam dan pergi menuju perpustakaan.


"Hai, kita ketemuan lagi ya" sapa pria bernama Delvin. "kayak nya kita jodoh deh, orang bilang kalau kita bertemu dengan orang asing yang sama secara tiga kali berturut-turut, maka itu namanya kita sudah di takdir kan untuk bersama😲" jelas Delvin.


Melviona hanya menghela nafasnya agak kasar😤sambil membalikkan halaman buku yg sedang ia baca.


"Yaah, walaupun kita baru dua kali ketemuan sih" gumam Delvin.


"Sebenarnya kamu mau apa sih sama aku?" Tanya Melviona kesal, menutup bukunya. " Dari awal kita ketemu, kamu sudah sok akrab sama aku, kayak lagi nyapa tetangga aja"


"Bukan nya kita memang tetangga an?"


"Hah? Gilaya"


"Serius, kita memang tetangga an, aku tau kamu tinggal di ruang VIP RS No.2 dan aku tinggal di ruang VIP No.3" jelas Delvin tersenyum.


"HAH?! jadi, kamu...!" seru Melviona tak percaya.


"hahaha, penyakit stroke ibuku sering kambuh, jadi dokter juga sering ke ruangan itu"


"ibumu?"


"iya, ayah ku pemilik rumah sakit itu, dengan kata lain ia sedang merawat istrinya, gimana? anehkan"


"enggak kok" gumam Melviona pelan, dan masih dapat di dengar oleh Delvin.


"aku kagum sama ayahmu, dia mau ngerawat ibumu yg lagi sakit, beda banget sama tetangga aku di Indonesia"


"kenapa memang nya?"


"masa istrinya sakit, bukan di bawa ke rumah sakit, malah di biarin gitu aja di rumah, terus pada punya banyak selingkuhan lagi"


"tega banget"


"iya, trus suami nya juga pernah bawa 5 orang pelacur sekaligus ke rumah di saat istrinya tengah memasak di dapur"


"waah~ buset! berani banget 😲 trus-trus?" tanya Delvin yg penasaran dengan kelanjutan cerita Melviona.


BRAK!