
"Tuan muda ikut?" Stevan sedikit terkejut dengan kehadiran Alyan dengan satu koper di tangannya.
"Iya" ucap Melviona.
"Bisa bangkrut perusahaan kalau dia di tinggal sendiri" bisik Melviona di kuping Stevan.
Seketika Stevan terkejut, ia menelan ludah nya sembari membayangkan hal itu terjadi.
"Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Presdir sudah membangun perusahaan sampai ke titik ini, aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan nya kembali" pikir nya.
"Mana koper nona? Biar saya bawakan"
"Nih" Alyan mendorong koper ke arah Stevan, dan dengan sigap Stevan mengambil nya.
"Kalau begitu, tuan muda nggak bawa koper?"
"Bawalah. yg kau pegang itu koper ku dan Melviona, jadi jangan sampai lecet" Alyan menarik tangan Melviona dan berjalan memasuki mobil.
"Ko-koper apa? Ini koper mereka berdua?!" Stevan terkejut dengan mulut menganga "apa itu artinya mereka sepasang kekasih dan yg kemarin malam itu..." Stevan lagi lagi terkejut "mati aku sama Presdir, kalau sampai dia tau aku mengganggu malam kekasih putranya dengan nona, aku akan langsung dipindahkan tugas kan ke Forest" gumam nya lalu berjalan cepat keluar pintu.
Dalam perjalanan Stevan sesekali melirik ke kaca spion, melihat sepasang kekasih itu membangkitkan suasana romantis dan yg membuat iri.
Tapi apa yg ia lihat? Selama perjalanan ke bandara, suasana terus saja sunyi dan mencekam, hanya suara kendaraan mobil yg bahkan terdengar halus.
Di dalam mobil, Alyan terus saja diam sambil memainkan ponselnya, tampak pria itu menekan nekan layar ponselnya dengan kasar.
Sementara Melviona hanya terdiam sambil membaca laporan dari Shanghai.
"Apa mereka benar benar sepasang kekasih?" Stevan mulai meragukan hubungan kedua orang itu.
Melviona dan Alyan terus saja diam, bahkan saat pesawat mulai lepas landas, Alyan malah memilih untuk tidur sambil memakai penutup mata dan earphone.
"Nona, nona bisa istirahat sejenak sampai pesawat nya sampai tujuan" Stevan mengambil laporan yg ada di tangan Melviona.
"Tidak" Melviona kembali mengambilnya "Lebih cepat lebih baik, aku harus segera kembali ke London"
"Tapi masih ada banyak waktu untuk mengurus masalah ini nanti"
"Aku akan menyuruh mu kembali ke London untuk membeli roti di toko baru buka itu bila kau masih saja terus berbicara"
"Hah?! Tidak, apa barusan saya berbicara dengan nona? Ah...aku sangat mengantuk" Stevan memakai penutup mata dan segera tertidur.
"Maaf Alyan" ucap Melviona dalam hati sambil memandangi Alyan yg sudah tertidur.
Sesampainya di Shanghai, mereka langsung menuju rumah mewah milik Alfian yg ada di sana.
Berbeda dengan rumah utama, di rumah ini hanya ada beberapa pekerja di dalamnya.
"Selamat datang, tuan, nona" seorang wanita paruh baya yang cukup berbobot keluar menyambut kedatangan mereka.
"Mewah sekali.." Melviona terkagum-kagum dalam hati.
Alyan berjalan melewati Melviona, memasuki lift yang terdapat di sisi ruangan.
Lagi lagi Melviona di buat kagum dengan kehidupan orang kaya. Melviona memang pernah lihat di komik atau pun internet, tapi baru kali ini ia melihat lift di pasang dalam rumah secara langsung.
"Nona, silahkan, saya akan mengantar nona ke kamar"
"Ah" Melviona seketika tersadar dari lamunan nya "aku mau ke perusahaan sekarang juga, kamu segera menyusul ya"
"Saya akan mengantar mu nona" Stevan memberikan dua koper pada salah seorang pelayan.
"Taruh ini di kamar ku dan kamar nona" ucap Stevan.
"Baik tuan" wanita itu menarik dua koper itu pergi.
Sesampainya di perusahaan, Melviona dan sekertaris nya langsung di sambut oleh para direktur dan seluruh pegawai lainnya yg bekerja di sana.
Heran sekaligus terkejut, Stevan dan Melviona berpikir apa yang akan orang orang itu lakukan.
"sekertaris Stevan, dimana Presdir?" tanya salah seorang Direktur.
"Presdir ada urusan lain, nona yg akan mengurus masalah di sini" ucap Stevan.
"dia? gadis kecil ini yg akan mengurus perusahaan ini?" Direktur lainnya terkejut tak habis pikir, dan di sambut oleh tawa mereka yg memecah di langit langit ruangan.
"pulang dan kerjakan saja PR sekolah mu, jangan mencampuri masalah orang dewasa"
"sepertinya dia bukan gadis biasa" bisik salah seorang karyawan wanita kepada temannya.
"aku juga berpikir begitu, dia pasti sangat handal menggoda Presdir" jawab temannya itu dengan suara agak lantang agar Melviona dapat mendengar nya.
"ssst... kecil kan suara mu"
"memang nya kenapa? dia masih mentah begitu, pasti tidak akan berani mengadukan nya pada Presdir, dia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri” bisik wanita itu tersenyum, lalu kembali berbicara lantang "wajah cantik manis begitu, pasti mudah untuk meraih segala nya"
lagi lagi orang orang itu tertawa "Tunggu sebentar, apa yang kalian bicarakan? berbicara lah dengan bahasa internasional, dia tidak tau bahasa kita"
HAHAHA
"aku ragu kalau dia bisa berbahasa Inggris, hahaha"
Stevan sudah mencapai batas maksimum kemarahannya, namun melihat Melviona yg tetap tenang sambil tersenyum, membuat nya berpikir bahwa nona nya itu akan melakukan sesuatu yang bahkan diluar nalar nya.
"lalu apa yg akan kau lakukan sekarang? kau akan memecat kami? hahaha" pria itu berbicara dalam bahasa Inggris.
"tentu saja" jawab Melviona dalam bahasa mereka sendiri, membuat orang-orang itu terdiam, dan terkejut.
"aku akan memecat kalian" lanjut nya tersenyum manis.
semuanya terkejut, termasuk Stevan yg berdiri di sampingnya, kaki pria itu terasa lemas, bagaimana bisa ia memecat orang orang penting ini? pikir nya.
Melviona sudah memikirkan hal ini sejak berada di atas pesawat, setelah beberapa kali membaca, memahami dan menimang para pekerja yg terkait dalam penggelapan uang perusahaan, Melviona pun mengambil keputusan ekstrem ini.
Melviona membuka sebuah map yg ada di tangannya, dan mulai membacakan nama-nama karyawan biasa dan dari bagian mana.
"Nama-nama yang baru saja saya bacakan ini, harap segera membereskan barang-barang kalian dan meninggalkan perusahaan dalam jangka dua jam ini, soal upah kalian bulan ini tidak akan di berikan, sebaliknya kalian harus membayar sanksi terhadap perusahaan sebesar seratus ribu dolar per orang"
"HAH?!!!" Mendengar ucapan Melviona, membuat orang-orang itu terkejut bukan main, ada yang sudah tersungkur di lantai dan ada yg merasa sangat marah.
"Apa yang kau bicarakan! dasar j*l*ng! kau tidak berhak memecat kami begitu saja" Teriak salah seorang pria.
"Kami tidak melakukan apa-apa! kenapa kami di perlakukan tidak adil seperti ini!" teriak seorang wanita.
"keadilan ya..." Melviona bergumam lalu tersenyum penuh makna "Stevan"
"ya?"
"catat dua orang yg barusan membantah ku tadi, dan segera kirimkan surat tuntutan dengan selamat di alamat mereka"
"ah, ba-baik" Stevan menandai dua orang itu dalam daftar nama.
"tenang saja. aku akan memberi kalian keadilan" Melviona membacakan nama-nama para direktur dan karyawan lainnya yg di duga akar dalam masalah, atau lebih tepatnya atasan yg memengaruhi anggota nya untuk bekerja sama menggelapkan uang.
Tampak dari orang orang itu sudah gemetar, menduga akan terkena sanksi berat sama seperti karyawan kecil lainnya.
"bereskan barang barang kalian dalam dua jam ini, jangan sampai ada yang membantah" Melviona mulai menuturkan hukuman bagi orang orang itu "aku akan memberikan kalian dua opsi. yg pertama, membayar sanksi sebesar satu juta dolar per orang, atau opsi kedua, mendapatkan penginapan gratis dalam sel penjara"
Seketika lima orang wanita yang mendengar hal itu langsung jatuh pingsan.
"apa kau bermaksud membunuh kami?!!"
"panggil Presdir kemari, kami yakin dia akan memaafkan kami!"
"uang yg kami gelapkan bukan lah apa-apa dari yg Presdir dan putranya boros kan setiap harinya! Presdir tidak akan menganggap hal ini serius"
"kami adalah kebanggaan Presdir! kalau tidak ada kami, maka Presdir bukan lah apa-apa! perusahaan ini tidak akan jalan!"
"yah... Presdir juga bermaksud untuk menutup nya sih" Melviona memandang sekeliling ruangan "tapi...aku ingin kembali mendaur ulangnya dari awal"
"apa!!!"
"Presdir tidak membutuhkan karyawan seperti kalian, otomatis aku juga tidak membutuhkan kalian. jadi intinya, Presdir menyerah kan tanggung jawab menjalankan gedung kosong ini nantinya"
"apa maksudmu kosong! kami akan tetap bekerja di sini!"
Melviona mengangkat bahunya dan kembali tersenyum "terserah, perusahaan hanya akan membayar upah bagi karyawan resmi"
JANGAN LUPA TAP JEMPOLNYA YA 😘