I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 49


"Tapi, akhir akhir ini, nona itu dekat dengan pria bernama Delvin, ia sekolah di tempat tuan muda, dan ia berada di Kelas XII-2"


"Dari keluarga mana?"


"Pria itu adalah putra semata wayang pemilik rumah sakit mewah yg di tempati tuan muda kemarin, ayahnya dipanggil Dr.Chris"


"Chris?" Tampak wajah pria paruh baya itu terkejut.


"Apa Presdir mengenal nya?"


"Tidak, pergilah, lakukan tugas mu"


"Baik" setelah sekali menundukkan kepalanya, sekertaris Ian pun keluar dari ruangan itu.


"Heh, yg benar saja, putranya bahkan mewarisi sifat buruk ayahnya" senyum kembali tersungging di bibir pria itu. "mari kita lihat. Bagaimana Alyan merebut miliknya? Tapi...apa putra ku itu akan sama seperti ku? Aku berusaha mempertahankan Li Wei di samping ku agar tidak di rebut oleh Chris, haaah.... kalau di ingat ingat, masa masa itu aku sangat keren๐Ÿ˜Ž, berbeda dengan Chris yg menarik wanita hanya dengan senyum โ˜บ๏ธ menyebalkan nya itu"๐Ÿ˜’


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Alyan yg tengah menghirup udara segar di atap perusahaan, di buat tercengang saat tiba-tiba seorang pria memanggil namanya dari belakang.


"Kau!"


"Alyan, aku tak menyangka kau akan kemari" Farrel berjalan menghampiri Alyan.


"Seharusnya aku yg berkata begitu"


"Kalau begitu aku minta maaf karena telah mencuri kata kata mu"


"Buat apa kau kemari"


"Hanya membicarakan bisnis, ngomong ngomong, aku dengar kau baru saja keluar dari rumah sakit setelah mengalami kecelakaan maut bukan?"


"Bukan urusan mu"


"Ayolah, aku hanya ingin mengucapkan semoga cepat sembuh"


"Nggak butuh" jawab Alyan ketus.


"hei...mari berdamai" Farrel mengulur kan tangan nya pada Alyan.


"Berdamai? Apa kau sedang bermimpi?"


"Tidak, aku mengatakan ini untuk pertemuan panjang kita kedepannya"


"Apa maksudmu"


"Aku tidak terlalu berharap, tapi semoga kita dapat menjalin kerjasama yg bagus bagi perusahaan masing-masing tanpa melibatkan perasaan pribadi, kalau pun suatu saat perasaan kita membuat kita berada di situasi yg penuh pertimbangan, kuharap kita dapat bersaing sehat"


"Bersaing sehat?" Alyan mulai memutar otak nya, mengapa pria itu mengatakan hal semacam itu padanya? Apa maksudnya itu?


Tiba-tiba Alyan mengingat situasi saat ia menjemput Melviona di rumah dan Farrel menahan nya.


Oh, ternyata persaingan cinta.


Alyan hanya tersenyum, lalu menyambut tangan Farrel "tidak perlu, aku sudah menyerah, kuharap bila suatu saat kau memiliki nya,. Kuharap kau dapat menjaganya dengan baik"


Esok harinya, sepulang sekolah, Alyan bertabrakan dengan seorang gadis di lorong, gadis itu ialah Manda.


"Manda? Maaf, aku..." Belum selesai Alyan bicara, Manda sudah berlalu meninggalkan nya di kejauhan.


"Aku akan bertanggung jawab" perkataan Alyan membuat Manda tiba tiba terhenti. "aku akan bertanggung jawab atas ciuman itu, apa kamu mau jadi kekasih pertama dalam hidup ku" Alyan kembali melanjutkan perkataannya.


Seketika, buliran air mata jatuh membasahi pipi gadis itu, ia berbalik dan menatap Alyan yg juga tengah menatap nya lembut.


Alyan menghampiri gadis itu, menyeka air matanya lalu mendekap nya lembut. Begitu juga wanita itu yg membalas pelukan hangat itu dengan kebahagiaan dalam hatinya.


Semuanya berjalan semula, ternyata sutradara Masih mengharapkan kedatangan mereka, dan dengan senang hati, sepasang kekasih itu kembali menjalankan peran mereka, semua orang kagum dengan akting mereka, terlebih saat mereka menjalin hubungan asmara dalam drama, semuanya tampak alami tanpa di buat buat, dan tentu saja, orang orang mulai mempertanyakan hubungan mereka.


Sudah 3 bulan mereka menjalin hubungan rahasia, dan kini secara resmi drama yg mereka bintangi dengan sepenuh hati, TAMAT.


"Kami sudah berpacaran tiga bulan yg lalu" dengan manis, Manda menjawab pertanyaan yg di berikan saat ia dan Alyan diwawancarai dengan kamera dimana mana.


"Hah?!" Mendengar jawaban Manda membuat mereka terkejut, namun Alyan hanya tersenyum, mereka sudah membicarakan soal itu sejak lama.


"Apa yg dikatakan nona Manda benar?" Seseorang dari mereka menuntut jawaban dari Alyan.


Namun, cukup lama Alyan termenung, kemudian kembali tersenyum "benar, saat itu, saat yg paling bahagia bagi kami berdua"


Semuanya heboh, dan cahaya kamera mulai memanas, ingin mengambil banyak gambar saat itu. Seperti nya kali ini berita mereka akan menjadi berita hot yg akan di bicarakan banyak orang-orang.


Dan tentu saja, hal itu dengan mudah di ketahui oleh keluarga Sury dan ayah Alyan, awalnya ayah Sury yg merasa keberatan ingin menuntut penjelasan dari putra Alfian saat acara makan bersama kembali di selenggarakan, namun mendengar penuturan Alyan yg mengatakan sudah mencintai sahabat nya itu sejak lama, membuat Sury berserta ke dua orang tuanya terdiam, tidak mungkin mereka memaksa kan perasaan anak muda itu terhadap putri kesayangan nya, hal itu hanya akan membuat rumah tangga putrinya di penuhi tangis dan kehancuran lalu berakhir dengan perceraian, dan sisi lain, mengingat Presdir Alfian yg memiliki separuh kekayaan negri, membuat mereka tak dapat memaksakan kehendak dan akhirnya perjodohan itu di batalkan secara damai oleh kedua belah pihak.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Tampak kekecewaan yang berlipat di wajah Alfian, dan Alyan menyadari hal itu. Ia bertanya banyak hal dalam benaknya, "bukan kah ayah ingin aku mempunyai kekasih? Lalu apa lagi raut wajah itu?"


"Yah, besok aku mau berkunjung di villa, sudah tiga bulan lebih aku meninggalkan nya" Alyan bertanya saat ayah nya sedang menonton televisi.


"Apa kau mau meninggalkan ayah mu lagi?" Alfian bertanya dengan kecewa.


"Bukan yah, aku cuma mau berkunjung, palingan sore aku udah balik"


"Ayah tidak berpikir demikian"


"Hm?"


"Ayah yakin kamu akan menginap di villa, Alyan, coba pikirkan. Butuh waktu empat jam dari villa agar kau dapat sampai ke sekolah, sebenarnya pukul berapa kamu bangun pagi?"


"Jam 4.30 pagi, aku diantar pak satpam ke sekolah dengan mobil ku"


"Kamu tidak lelah, dengan kebiasaan mu itu?"


Alyan menggeleng cepat "tidak, di perjalanan aku akan kembali tidur di mobil, bahkan itu hal yang menyenangkan bagi ku"


Alfian hanya terdiam dengan jawaban Alyan, ia menghela nafas nya, berpikir "bagaimana bisa hal itu dapat menyenangkan? Apa aku perlu mencoba nya?"


"Baiklah, tapi setidaknya apa kau pernah memikirkan keadaan satpam yg setiap hari mengantar mu itu? Ia berjaga selama berjam-jam, dan beristirahat pukul sebelas malam, dan kau merampas waktu tidur nya dengan menyuruh nya mengantar mu pukul lima pagi ke sekolah, haaah... hidup mu di penuhi ego ya, pantas saja calon menantu ku tidak jatuh hati pada mu๐Ÿ˜’"