I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
BAB 86


"astaga, nona tidak tau?!"


"Ng...itu, saya sibuk membuka perusahaan baru"


"Benar, saya juga lupa kalau nona sedang sibuk dengan hal itu"


"Eh, maksud nyonya..."


"Haha, ternyata nona benar-benar sibuk ya, sampai tidak tau kalau seseorang sedang mengekspos apa saja yang nona kerjakan disana"


Melviona terdiam tak menggubris perkataan wanita itu, ia termenung sambil memikirkan siapa yang sebenarnya melakukan hal itu, padahal dirinya masih belum terlalu dikenal oleh para karyawan di seluruh perusahaan yang berada dibawah naungan D.A.


Ya, selama ini Melviona memang sengaja agar tidak menarik perhatian publik terutama para wartawan yang haus akan berita. Bukan sombong maupun terlalu percaya diri, namun Melviona menyadari bahwa dirinya memang tidak biasa dari anak lainnya.


Selain umurnya yang masih sangat muda untuk memasuki dunia bisnis, ia juga seorang gadis remaja yang seharusnya merawat diri dirumah, berbelanja sebanyak-banyaknya dipusat perbelanjaan terbesar dan menjalani hubungan asmara seperti pasangan pada umumnya.


Tentu saja, semua itu tidaklah mudah, semakin tinggi level kehidupan, maka semakin tinggi pula tantangan yang dihadapi.


Melihat Melviona yang termenung menatap permukaan meja, membuat wanita itu ikut terdiam "pasti sulit ya" ucap wanita itu.


"Ya?"


"Beban anda setiap hari pasti sangat besar, apa nona tidak punya pikiran untuk cuti selama beberapa hari?" Tanya wanita itu.


"Itu... Saya juga bingung, tentu saja saya mau menjalani hidup tanpa beban walau sebentar, tapi...disatu sisi saya tidak mau mengecewakan atasan saya"


"Maksudmu, ayah dari kekasihmu?"


"Eh? Dari mana..."


"Tuan, maksudku atasanmu itu pernah sekali mampir disini bersama pria lainnya yang berjas, mereka cukup lama disini dan bercerita banyak, dan tanpa sengaja saat saya mengganti roti yang baru, saya mendengar pembicaraan mereka"


"Tapi bagaimana bisa nyonya tau jika yang sedang mereka bicarakan itu adalah saya?"


"Haha, atasanmu itu sangat semangat menceritakannya bahkan ia menunjukkan foto anda saat saya bertanya" wanita itu tersenyum dan beranjak dari duduknya.


"Haissh...." Melviona menepuk dahinya dan menggeleng kecil. "Aneh, sungguh sangat aneh. Seharusnya kan Presdir tidak sampai mengumbarnya kemana-mana, apa Presdir tidak masalah bila suatu saat ada yang mengekspos berita ini dan membuat orang-orang berpikir hal aneh?" Pikir Melviona.


Tak, wanita itu kembali dan menaruh sepiring besar roti berbentuk persegi.


"Hm?"


"Ini resep baru yang saya buat, saya ingin mendengar bagaimana pendapat nona saat merasakannya, karna besok ini akan masuk menu"


"Waah~ menarik" Melviona terkagum-kagum melihat makanan yang disajikan dihadapannya.


"Silahkan" wanita itu menaruh pisau dan garpu di sisi piring.


"Trimakasih nyonya~, uhmm sebelum itu kedatangan saya kemari untuk memesan roti"


"Baiklah, apa rasa coklat lagi?" Wanita itu tersenyum, menduga pesanan Melviona.


"Hahaha, ya. Ternyata saya terlalu sering membeli roti rasa coklat ya, anda sampai mengingatnya"


"Bukan sering, tapi selalu" segera wanita itu pergi meninggalkan Melviona sendiri menikmati roti gratisnya.


Berbeda dengan tampilan luarnya yang berbentuk kubus polos bewarna coklat kekuningan, saat dibelah maka coklat, krim vanilla, selai stroberi dan keju yang diisi bertingkat membuat pandangan seketika berubah soal roti itu.


Saat Melviona menikmati rotinya yang tinggal setengah, sang pemilik toko kembali menghampiri nya dengan tas berisi kotak roti digenggamnya.


"Ini pesanan nona" wanita itu meletakkannya di atas meja.


"Trimakasih, dan trimakasih juga dengan rotinya, saya sangat kenyang"


"Bagaimana pendapat nona tentang rotinya?"


"Ng... rasanya memang sungguh luar biasa, tapi saran saya agar tampilan luarnya diberi toping, dan ukurannya sedikit diperkecil lagi"


"Sudah saya duga, meminta nona untuk memberi pendapat memang pilihan yang tepat"


"Haha, bukan masalah" Melviona berdiri sambil meraih pesanannya.


"Ngomong-ngomong, apa nona tidak berpikir saat ini nona seperti roti ini?"


"Ya?" Melviona berhenti dan menoleh kepada wanita itu.


"Diluar nona terlihat tidak pantas sebagai wakil atasan nona, tapi itu hanya bagi yang belum melihat siapa nona yang sebenarnya"


"... trimakasih" Melviona menunduk sekali namun wanita itu hanya tersenyum.


"Sering-seringlah mampir, saya ingin mendengar pendapat nona lagi saat membuat resep baru. Orang lain hanya mengatakan enak bila sesuai dengan lidah mereka dan tidak bila tak sesuai, berbeda dengan anda"


Melviona tersenyum "baiklah, sebagai gantinya saya ingin jadi yang pertama mencicipi masakan nyonya"


"Hahaha, tentu"


🌺🌺🌺🌺🌺


"Aku masih tidak percaya kau berpacaran dengan Melviona" Morsy yang sudah mabuk mulai berceramah.


"Yah, pokonya selamat saja! Untung dia tidak ada disini, suasana kami pasti sangat canggung!" Timpal Manda yang juga telah mabuk.


"Bagaimana denganmu?" Tanya Alyan pada Morsy.


"Aku?"


"iya, aku belum mendengar kabar mu selama ini"


"heh, ada angin apa ini tiba-tiba?"


"cara bicara mu mulai berubah ya"


"hei-hei dia sudah punya pacar" Darlen merangkul pundak Morsy.


"apa itu benar? lalu kenapa tidak ada yang memberitahuku"


"kau sendiri, kenapa tidak memberi tahu kami kalau kau berpacaran dengan Melviona?"


"sudah kubilang ada alasannya. terjadi sedikit kesalahpahaman yang membuat Viona tidak ingin agar hubungan kami ada yang tau"


"kalau begitu aku juga punya alasan dong" balas Morsy.


"hm?"


"biaya nelpon keluar negeri itu nggak murah loh"


"woah~kau pikir aku percaya pada bualanmu itu?"


"tapi memang nggak murah kan"


"lalu bagaimana dengan story di sosmed?"


"aku tidak terlalu suka bermain sosmed"


"haha, tapi aku suka memukul kepalamu saat ini"


"aku belum bertanya"


"heh, kem_"


"selamat datang nona" ucapan pelayan itu berhasil menarik perhatian Alyan, ia melihat Melviona masuk dengan mata membengkak dan penampilan yang kacau.


"ada apa?" tanya Alyan menghampiri Melviona.


Melviona tak menjawab, ia malah terisak dan air matanya mulai mengalir dari kedua ujung pelupuk matanya, membuat Alyan panik dan semakin panik.


"ada apa? Viona, katakan. Ada apa?!" Alyan sedikit menguncang kedua lengan atas Melviona.


"Alyan.... hiks" Melviona memeluk Alyan dan menangis sejadi-jadinya dalam dekapan pria itu.


Alyan merasakan tubuh kekasihnya itu yang gemetar sangat kencang, membuat dirinya tak tega untuk menuntut penjelasan dari gadis itu. Kini Alyan hanya dapat bersabar walau rasa penasaran yang meliputi semakin menjadi dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.


"tenang... tenanglah..." Alyan menepuk-nepuk punggung Melviona pelan, karna hanya itu yang dapat ia lakukan untuk mendapat penjelasan dari perasaan kekasihnya yang tengah kacau.


"mereka... mereka kecelakaan Alyan. Mereka berkendara saat mabuk!" ucapnya sedikit histeris, namun air mata yang ia seka masih saja mengalir.


"tenanglah, sekarang kamu pasti sedang ketakutan, katakan saat hatimu merasa lebih baik" hibur Alyan lembut, namun dalam hati pertanyaan-pertanyan bergelora menuntut jawaban.


Bukan hanya Alyan, semua orang yang ada disana juga penasaran akan apa yang telah terjadi, mereka hanya dapat memandang satu sama lain dan mengernyit.


Drrrrt... ponsel Alyan berdering diatas meja disamping Manda.


Ayah, begitu yang tertulis.


Manda mengangkat panggilan itu "halo, paman?"


"apa ini keluarga dari pasien tuan Alfian, Presdir dari D.A?" tanya pria diseberang sana, yang suaranya tidak mirip dengan Alfian.


"ya, ini dengan siapa?"


"saya warga setempat yang menemukan ponsel ini, tuan Alfian bersama temannya telah berada di rumah sakit XXX setengah jam yang lalu"


"a-apa?!" teriak Manda tak habis pikir, membuat perhatian tertuju padanya


"mereka mengalami kecelakaan lalulintas, mobil terjatuh dalam jurang, diduga dua orang korban ini mengendara dalam situasi mabuk"


Manda terdiam, matanya membelalak, mulutnya menganga tak percaya.


tubuhnya yang bergetar dan melemas membuat ponsel lepas dari genggamannya dan terjatuh membentur permukaan lantai.


**HALO KAKAK-KAKAK~ CUMA MAU BILANG, MAKASIH BUAT KAMU YANG UDAH DUKUNG NOVEL AKU SAMPAI SEKARANG, UDAH MAU LUANGIN WAKTU NGEBACA NOVEL AKU, LIKE, FAVORIT, JUGA VOTE 。◕‿◕。


SEKALI LAGI MAKASIH YA, SEE YOU SOON ALL (^3^♪**