
sudah hampir seminggu, sejak peristiwa dimana Alyan bertengkar dengan Melviona berlalu, Alyan tidak berbicara banyak kepada Melviona lagi, dan Melviona kurang mempedulikan Alyan.
"Melviona" panggil Darlen saat melihat Melviona sedang berbincang bincang dengan pak satpam.
"ya, ada apa?" tanya Melviona menghampiri Darlen.
"hari ini hari ulang tahunku, aku berencana untuk mengadakan party ultah dirumah ku"
"jadi..."
"jadi aku ingin mengundang mu ke acara ultahku malam ini"
"aku? malam ini?" tanya Melviona.
"hm" ucap Darlen mengangguk.
"ah, ahaha... nggak, nggak bisa, saya minta maaf, saya banyak urusan, saya hanya bisa ucapin selamat ulang tahun saat ini, soal hadiahnya, seperti nya... tidak ada yg bisa saya berikan karna seperti nya anda sudah memiliki nya, jadi.."
"ayo dong, kumohon... kan tahun depan kamu juga nggak ada, kamu bakal pulang ke Indonesia dan kontrak kerja mu juga Habis, terus kita nggak bisa ketemuan lagi deh"
"tapi..."
"please....malam ini saja, ya? ya ya ya?"
"saya... lihat saja nanti" jawab Melviona ragu kemudian masuk ke dalam villa.
Ting!
Melviona mendengar suara notifikasi dari ponsel nya, kemudian melihat sebuah pesan masuk dari Darlen yg berisi kan alamat dan jam mulai party ultah nya.
"haaah~, ikut nggak ya?" gumam Melviona di dalam dapur.
"ada apa?" tanya cya yg tiba tiba mengejutkan Melviona.
"eh, apanya?" tanya Melviona balik.
"tadi aku dengar nona lagi bingung mau ikut atau nggak, emangnya nona mau kemana?"
"kamu dengar ya...itu...tuan Darlen bilang aku harus ikut di acara ultah nya dia"
"ooh! acara ultah tuan Darlen?!" seru Cya. "kami para pelayan juga di undang loh!" lanjut nya.
"ah, apa kalian ikut?"
"tentu saja! ini pertama kalinya kami di undang ke acara mewah gitu"
"acara mewah?"
"iya dong! katanya, malam itu juga, tuan Darlen akan memilih tunangan nya!"
"hah! hahaha! kocak banget! kayak di dongeng dongeng gitu hahaha!🤣"
"serius! aku nggak mungkin bohong sama nona! kalau nggak percaya nona bisa tanya sama tuan muda Alyan, karna kami mendengar ini saat tuan muda sedang berbicara dengan tuan Alyan di atap"
"....." Melviona tidak membalas perkataan Cya, ia terdiam dan termenung sejenak, ia kesal saat mendengar nama Alyan terlebih saat berpapasan apa lagi berbicara.
"UPS, maaf, aku tidak bermaksud..."
"bukan apa-apa, aku ke kamar ku dulu ya"
"ba-baik".
pak satpam mengendarai mobil Limosin yg dapat menampung 8 orang pelayan wanita, sedangkan Alyan mengendarai mobil sport nya.
5 menit berlalu, pak satpam masih belum berkendara diakibatkan Alyan yg juga masih belum jalan.
"nih cewek dandan nya kelamaan banget sih" ucap Alyan dalam hati sambil sesekali melihat jam tangannya.
"tuan, kita bisa terlambat" ucap pak satpam.
"sebentar lagi" balas Alyan.
Alyan terkejut melihat Melviona sedang melintasi teras villa dengan pakaian yg masih memakai pakaian kerja dan memegang sebuah kantongan plastik hitam besar berisi kan sampah.
"eh, kenapa masih belum pergi?" tanya Melviona saat melihat dua mobil yg tengah terparkir di depan villa.
"nona nggak ikut?!" tanya Chloe ikut terkejut dan keluar dari mobil.
"Chloe? waah... ternyata kamu cantik banget ya kalau lagi nggak kerja" ucap Melviona kagum.
"nona, kenapa nona nggak ikut?!" Tanya Cya yg ikut keluar dari mobil.
"semuanya pada cantik ya malam ini, Udah nggak sabar di pilih sama pangeran pemeran utama malam ini" lanjut Melviona.
"dia beneran nggak ikut?" pikir Alyan.
PIIIT!
Tiba tiba Alyan membunyikan klakson mobil nya.
"kalian ngapain keluar mobil, nggak mau ikut juga ya" ucap Alyan dari mobilnya.
"ah, eh maaf" ucap Chloe kemudian kembali masuk ke dalam mobil diikuti oleh Cya.
"kita berangkat" lanjut Alyan.
"ah, tunggu dulu, di tempat terpencil seperti ini banyak kejadian yg tidak dapat di prediksi, jadi jangan lupa untuk menutup semua pintu dan jendela, juga jangan keluar dari villa" ucap Alyan, kemudian mengendarai mobil nya menuju rumah Darlen diikuti oleh pak satpam.
"ngapain sih dia, nakutin aja, dia pikir aku takut apa! aku sering sendiri di rumah kok, pas di Indonesia" ucap Melviona kesal, kemudian berlari dengan cepat ke dalam villa dan menutup semua pintu juga jendela tergesa-gesa.
"akh! takut banget, udah besar, kayak di hutan lagi, trus ini villa serem banget pas malam udah lagi nggak ada yg nemenin" gumam Melviona panik, di dalam kamarnya yg sudah di kunci rapat dari dalam.
🌺🌺🌺🌺🌺
"aku mengucapkan terima kasih banyak pada para tamu yg sudah mau meluangkan waktunya untuk acara ulang tahunku, yah... memang harus di luangkan sih" ucap Darlen yg kini berdiri di panggung yang sudah di sediakan di halaman depan rumah.
"malam ini malam yg sangat istimewa karena malam ini juga, demi mengabulkan permintaan sang ibunda tercinta yang ingin cepat cepat jadi seorang nenek, aku akan memilih dan melamar salah satu wanita yg menghadiri acara ini sebagai tunangan ku" jelas Darlen.
dan tentunya, mendengar hal itu seluruh para wanita yg ada di sana berteriak nyaring dengan wajah berseri-seri.
Darlen melayangkan pandangannya dari satu wanita ke wanita lain, seperti sedang mencari seseorang.
"dia... tidak datang"ucap Darlen dalam hati dengan wajah murung.
"tapi, aku akan memilih calon tunangan ku saat acara ultah ku selesai" lanjut Darlen, kemudian turun dari panggung dan di sambut oleh orang orang yg mengucapkan selamat.
"mudah mudahan dia datang" ucap Darlen dalam hati.
jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam sudah semakin gelap dan kini Darlen sudah tidak dapat menunda waktu lagi, karna sang ibu yg sudah tidak sabaran.
"baiklah, seperti yg sudah aku janji kan aku akan menepati janjiku, malam ini aku akan memilih satu dari kalian sebagai tunangan ku, jadi aku....."Darlen yg merasa sangat kebingungan, bermaksud untuk menunjuk wanita yg berdiri paling depan namun, tiba tiba sebuah mobil berwarna putih datang.