
Melviona hanya dapat menghela nafasnya pelan sambil melihat bubur yg di buat nya di tumpah kan ke lantai.
"Manda" panggil Melviona.
"Hah?! Apa! Kamu memanggil nama ku langsung tanpa rasa malu?!"
"Bersihkan lantai nya"
"Kamu...!"
"Seperti nya saya pernah memperingatkan anda dengan jelas, kalau anda hanya tamu tak berkepentingan di sini, dan tamu tidak berkepentingan tidak berhak mengatur pekerjaan orang orang di sini, termasuk menghancurkan perabot villa ini dan memarahi para pekerja" ucap Melviona dengan tatapan dingin yg menyeramkan yang sempat membuat Manda sedikit merinding ketakutan.
"Ka-kamu..."
"....."
"Windi!"
"Iya nona?"
"Ce-cepat bersihkan ini!"
"Baik nona"
Manda pun pergi melewati melviona yg hanya terdiam dengan wajah yg dingin.
"Awas saja, dia pikir aku hanya tinggal diam dengan sifat kurang ajar nya yg semakin merajalela itu!" Gumam Manda dalam dapur.
Tak lama kemudian, setelah bubur siap, Manda mengantarkan nya kembali ke kamar Alyan.
"Alyan, ayo makan bubur nya dulu, baru bisa minum obat" ucap Manda.
"Hm" balas Alyan singkat.
Saat Manda menyuapi Alyan, Alyan langsung memuntahkan nya. "aakh....ini gula semua?"
"Bukan kok, ada nasinya juga, nih kamu tengok sendiri" balas Manda sambil menunjuk kan bubur yg sudah dia buat.
Alyan mengangkat sendok bubur itu, dan mengaduk bubur yg di buat Manda, kemudian mengambil sesendok bubur.
"Kamu buat ini bagaimana sih?"
"Hmmm, satu sendok nasi, 15 sendok gula pasir, 2 butir gula batu dan setengah kaleng susu cair"
"Hah?!"
"Kan lebih manis lebih baik, aku juga suka yg manis kok"
"Oh, lebih manis lebih baik ya...hah...kamu udah coba belum bubur nya?"
"Belum"
"Pantas saja, coba deh kamu cicipi dulu, bubur langka super manis yg bisa buat orang jadi lebih baik itu"
"Apaan sih...buat malu aja" ucap Manda tersipu malu, saat Alyan memuji masakan nya. "uweeek!🤮 Uhuk! Uhuk! Uhuk! Kok rasanya jadi kayak gini sih" ucap Manda saat mencicipi bubur yg dia buat.
"Gimana? Jadi lebih baik kan" ledek Alyan kemudian langsung berbaring, dan menutupi dirinya dengan selimut.
"Eh, kok nggak di habisin bubur nya? Uhuk Uhuk"
"Habisin sendiri"
🌺🌺🌺🌺🌺
Pukul 16.00
"Nona, ada yg datang mencari nona" ucap pak satpam.
"Siapa?"
"Saya juga tidak tau, dia seorang pria yang kelihatan nya masih pelajar"
"Cowok?" Pikir Melviona kemudian mengikuti pak satpam.
"Kakak~"panggil pria itu, yg tak lain ialah Kristian.
"Kristian? Ngapain kesini?"tanya Melviona.
"Oh, jadi anda adiknya nona Melviona, maaf karna tadi saya berlaku tidak sopan, kalau begitu saya kembali melanjutkan pekerjaan saya"
"Baik" balas Melviona.
"Dasar pak tua jelek" kesal Kristian.
"Kenapa?"
"Tadi dia tidak mengizin kan ku masuk ke dalam"
"Yaiya lah, kamu orangnya kayak maling gini, masa di biarin masuk"
"Hah?! Kakak kok gitu sih, masa aku kayak maling! Gini gini aku gan.."
"Iya iya, ayo masuk" sela Melviona.
"Huh"
"Waaah... ganteng banget!!!" Seru Chloe membuat para pelayan lainnya berkumpul dan melihat Kristian.
"Bukan! Dia seorang aktor tampan!!!"
"Siapapun dia, yg jelas dia milikku!"
"Eh, semuanya pada kenapa nih?" Gumam Melviona.
"Nona yg baik hati sedunia, apa pria tampan ini kenalan nona? Boleh kenalin ke kami?" Seru Natalie dengan wajah berseri-seri.
"Dia ad.." belum selesai Melviona berbicara, Kristian langsung menyela.
"Aku sepupunya, perkenalkan nama ku Kristian walz...wals! Kristian Wals" ucap Kristian berbohong sambil tersenyum licik ke pada Melviona.
"Hah!" Kejut Melviona.
"Sa-sa-saya Natalie, saya sahabat sekaligus kepercayaan nona Melviona di sini" jelas Natalie menyodorkan tangan nya dan di sambut dengan tangan Alyan, kini mereka sudah saling bersalaman.
"Kapan dia jadi sahabat ku ya..? Parahnya lagi, aku tidak mempercayai satu pun orang dalam villa ini termasuk dia kok" pikir Melviona dengan wajah yang masih melonggo.
"Kak, maksud ku Melviona, tadi ayah dan ibu mu menyampaikan pesan, kalau akhir pekan nanti akan ada tamu penting yang datang ke rumah kalian, apa kamu bisa meluangkan waktu mu hanya untuk hari itu saja?"
"Hah, ayah dan ibu mu? Apa maks.."
"Sssst... tenang saja, ini bukan acara perjodohan mu, jadi kamu bisa tenang sekarang" potong Kristian sambil mengedipkan mata kirinya.
"Ah, ahaaaa...ba-baik, aku akan datang..." Ucap Melviona.
"Kalau begitu aku akan pergi, tolong antar kan aku sampai gerbang, bisa kan, mel-vi-ona..."
"Uuukh baik, silahkan Lewat sini"
"HM! Trimakasih, maaf merepotkan"
"Tidak apa-apa, ini bukan hal yg sulit kok" lanjut Melviona, kemudian diam diam menginjak kaki Kristian dengan high heels nya.
"Awww!!!"
"Eh, kamu kenapa?" Tanya Melviona tersenyum sinis.
"Tuan kenapa?" Tanya para pelayan yg sejak tadi mengikuti Kristian dan Melviona sampai di depan pintu villa.
"Bu-bukan apa apa, kalian bisa masuk dan kembali mengerjakan tugas kalian" jelas Kristian berusaha menahan sakit di kakinya.
Sesampainya di depan gerbang, Melviona menjewer habis telinga Kristian.
"Aaaa! Sa-sakit! Aaaa! Kakak aku minta maaf...!!!" Ucap Kristian.
"Kamu ya! Udah di bilangin jangan berulah, masih aja nggak tobat!" Ucap Melviona kini sudah melepas tangannya dari telinga Kristian.
"Tobat? Emangnya di sini ada danau Toba apa?" Gumam Kristian mencibir.
"Apa?"
"Ya...apa boleh buat nasi sudah jadi bubur kok"
"Bubur? Bubur kepalamu! Nggak ada bubur di sini, yg ada cuma nasi goreng"
"Kok jadi nasi goreng?"
"Nggak berubah bentuk, hanya berubah rasa, cepat kembali ke villa dan minta maaf!"
"Nggak mau! Mentang-mentang nasi goreng bisa di cuci biar jadi nasi tawar tapi kan nasi nya jadi basah!" Gerutu Kristian. "aku bakal di cap jadi pembohong, terlebih lagi orang yang baru aku temui, nama baik ku jadi tercemar hanya gara gara masalah sepele" lanjut nya.
"Lah, terus?....biarin! Itu masalah kamu yg punya pemikiran pendek, dasar tolol!"
"Kaaak...!" Rengek Kristian kini memeluk kakaknya dari samping.
"Lepas nggak!"
"Nggak mau!"
"Lepas nggak!"
"Nggak mau!"
"Lepas!"
"Nggak!"
"Lepas! Bosan hidup ya!"
"Nggak mauuuuu waaakh! Aku mau hidup...! Kakak...!" Kristian melepas pelukannya perlahan, baru saja Kristian melepas pelukannya, Kristian langsung mengecup pipi Melviona.
"Aku sayang kakak! Mohon bantuannya ya! Dadah...!" Kristian langsung berlari ke motor nya dan langsung pergi.
"Anak ini...😤"
Pukul 23.00
Melviona masuk ke dalam kamar Alyan, untuk memastikan Alyan sudah tidur, dan ternyata Alyan memang sudah tertidur pulas.
Melviona berjalan pelan menuju dingin kaca transparan kamar Alyan dan menutupinya dengan gorden.
"pakai dinding kaca di villa terpencil...apa nggak bahaya ya?" gumam Melviona.
"uuukh.."