I And You Are A Destiny

I And You Are A Destiny
bab 1


"Non...bibi pulang kampung dulu ya, soalnya suami bibi lagi sakit keras" ujar bi Ami.


"ah, iya Bi.... semoga suami bibi cepat sembuh ya... sampaikan salam Viona sama Paman ya bi" ucap Melviona.


"iya non... " sambung bi Ami yg kemudian masuk ke dalam taksi.


"kapan kapan mampir lagi ya bi...dadah...!!!" teriak Kristian yg tiba-tiba muncul di belakang Melviona, membuat kuping Melviona sakit.


"hey, kamu teriak sekeras apapun bibi nggak akan dengar, nggak liat apa bibi udah pergi jauh" geram Melviona.


"ya.... maaf, nggak liat, lagian bibi udah mau pergi kok nggak kabarin aku?" tanya Kristian.


"bibi perginya tiba tiba banget karna suaminya sakit" jawab Melviona yg kemudian masuk ke dalam rumah.


"oh, bilang dari tadi dong" balas Kristian mengekori kakak nya.


"jangan lupa tutup pintu nya" seru Melviona


"iya iya"


cklek.


"kak, aku mau makan" rengek Kristian yg sudah mengambil posisi di kursi meja makan.


"hm? kamu lapar?" tanya Melviona.


"yaiyalah, bangun pagi gini siapa yang nggak sarapan?" balas Kristian kesal.


"yah ... sayang banget, karena sekarang ada yg lagi lapar, jadi....kamu pergi sana belanja kebutuhan masak" titah Melviona tersenyum sinis.


"Apa?! jadi bahan masak nggak ada?! kakak udah cek di kulkas nggak sih."


"kalau ada, buat apa suruh kamu buat beli? sayang tau uang nya." balas Melviona.


"aaakh, udah deh aku nggak laper lagi" ucap Kristian kesal kemudian berdiri dari tempatnya.


"kenapa? padahal setiap pagi semua orang sarapan pagi kok?" goda Melviona.


"nggak tahu ah, tiba-tiba perut ku kenyang, dadah kakak..." ucap Kristian dan segera berlari ke luar rumah, mengendarai motor nya dan pergi entah kemana.


"Kristian!". teriak Melviona yg sudah sampai di depan pintu melihat Kristian kabur dari rumah.


Dan di sisi lain, teryata Kristian berhenti setelah melewati blok rumah mereka, Kristian melepas helm nya dan melihat ke belakang, memastikan kakaknya tidak mengikuti nya.


setelah merasa aman, Kristian mengambil handphone nya dan menelpon seseorang.


"bro, kumpul dong di resto dekat rumah Lo"ujar Kristian.


"kumpul? buat apa?" tanya lelaki tersebut.


"akh, ituloh... kakak gw ngeselin banget"jawab Kristian mengusap wajah nya agak kasar.


"oh, kak melvi maksud lo?"


"ya,yailah emang selain dia siapa yang berani buat gw kesel?"


"ibu lo" balas nya santai.


Tut Tut Tut


5 menit kemudian


"Kristian, di sini!" panggil lelaki tadi yg berbicara di telpon pada Kristian.


Kristian melihat ke arah suara tersebut dan melihat sahabatnya, dan segera ia menghampiri nya dan duduk di hadapan sahabatnya.


"Vin, pesan makanan dong, gw lupa bawa dompet nih" ujar Kristian pada Alvin sahabatnya.


"kok, gw sih? gw kirain lo yg traktir, karena ngajak ketemuan" balas Alvin gelisah sambil memeriksa saku celana jeans nya.


"yaudah... nanti gw ganti, pinjem dulu ya" sambung Kristian dengan tatapan penuh harapan.


"ck, kalau gini males gw ketemuan sama lo" ujar Alvin menatap malas Kristian, kemudian memanggil seorang pelayan resto tersebut dan memesan makanan.


"vin, sesekali Lo harus ikh...."


"Hai..." sapa seorang gadis remaja berpenampilan cantik dengan baju agak terbuka, high heels yang setinggi 5-7 cm, dan tas genggam bermerek yg berwarna merah darah.


"Sarah" gumam Kristian.


"Sarah, silahkan duduk" ujar Alvin dengan senyum yang berseri seri di wajah nya.


"thanks," balas Sarah tersenyum manis, Sarah melihat ke arah Kristian kemudian tersenyum, namun bukannya membalas senyuman itu Kristian malah mengalihkan pandangannya ke luar dinding kaca transparan, seakan tidak ada orang di tempat Sarah.


Sarah merasa agak kesal, namun kekesalan itu tidak dapat mengurangi rasa suka nya pada Kristian sedikit pun.


"Kristian, kok lo juga di sini?" tanya Sarah.


"emang nggak boleh?" balas Kristian dingin.


"ya... bukan gitu sih, gw hanya senang lo selalu ada di mana gw ada" ujar Sarah tersenyum menatap Kristian.


"vin, pindah yuk, ke resto lain" ajak Kristian kesal berdiri dari tempatnya.


"ha? tapi makanan nya udah di pesan, gw nggak ada duit lagi buat makan di resto lain" jawab Alvin.


"yaudah gw balik aja" belum sempat Kristian pergi, Sarah langsung menggenggam pergelangan tangan Kristian kuat.


"Kris, kok lo gitu sih sama gw? gw kan hanya bercanda, tadi gw di ajak keluar sama Alvin eh ternyata lo juga ada" ujar Sarah.


Kristian menatap tajam Alvin dan dengan cepat Alvin memalingkan pandangannya ke arah pelayan yang mengantar makanan pada mereka.


"Silahkan makanan nya, selamat menikmati"


"ah, makanan nya udah datang nih, yuk makan" ujar Alvin berusaha mendinginkan suasana.


"Kris, maaf dong...yuk makan nanti keburu dingin" rengek Sarah yg masih menggenggam pergelangan tangan Kristian.


Kristian melepas tangan Sarah Dan kembali duduk di tempat nya, Sarah tersenyum melihat Kristian tidak jadi pergi.


HAI~ JANGAN LUPA TEKAN LIKE SAMA TINGGAL KAN KOMENTAR NYA YA SOBAT 😘 LOVE YOU